Mahasiswa Berorasi Seputar Permasalahan Kampus

213

Bumi Siliwangi, IPO-

Sejumlah mahasiswa dari Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan (UKSK), Himpunan Mahasiswa Sastra dan Bahasa Indonesia (Hima Satrasia), Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS), dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa UPI, melakukan orasi berkaitan dengan isu seputar kampus UPI, depan bekas gedung Pentagon, Rabu (20/01)

Masalah yang diusung antara lain komersialisasi pendidikan, represivitas terhadap mahasiswa, dan peningkatan mutu kampus. Namun, masalah utama yang mereka suarakan mengenai penangguhan pembayaran registrasi dan berbagai pengekangan yang dilakukan rektorat terhadap mahasiswa.

“Banyak saudara–saudara kita yang tidak bisa bayar SPP (biaya registrasi-red),” ujar Reza Ali Fahmi, mewakili Hima Satrasia dalam orasinya. ”Tapi rektorat menelantarkan mereka (mahasiswa penangguh registrasi-red), bahkan mereka terancam cuti atau dikeluarkan,” lanjutnya.

Andi Nurroni, Sekretaris Jenderal FMN ikut berorasi. “Biaya SPP di kampus kita semakin tidak terjangkau oleh orang miskin, anak buruh, anak petani.” Andi melanjutkan bahwa, hal itu merupakan kegagalan sektor pendidikan Indonesia.

Selain itu, berbagai kebijakan dari rektorat yang dirasa banyak mengekang kebebasan mahasiswa dalam berekspresi juga menjadi sorotan utama Forum Mahasiswa dalam orasinya kali ini. Andi juga menyinggung bentuk pengekangan tersebut dalam orasinya. Seperti diberlakukannya jam malam, akan diadakanya CCTV (Closed Circuit Television) di ruang Pusat Kegaitan Mahasiswa untuk mengawasi tingkah laku mahasiswa, dan dipaksakannya Pedoman Perilaku Mahasiswa. “Kita telah kehilangan ruang untuk mengembangkan diri,” teriaknya. [Siti Harianti]

Comments

comments