UPI Mulai Membagikan Tanda Masuk Kampus

99

Karcis Tanda Masuk Kampus (TMK) yang mulai diberikan kepada civitas akademika pengendara kendaraan bermotor yang masuk wilayah kampus UPI

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Mahasiswa yang berkendaraan masuk wilayah kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mulai diberikan Tanda Masuk Kampus (TMK), hari Selasa (1/3).

TMK yang diberikan merupakan sosialisasi pemungutan tarif parkir yang akan segera dikenakan kepada setiap kendaraan yang masuk wilayah kampus.

Meski masih sebatas sosialisasi, namun beberapa mahasiswa sudah ada yang dipungut biaya parkir ketika keluar wilayah kampus.

Salah satunya Syamsi Jawawi, mahasiswa Pendidikan Sejarah, ketika keluar kampus dia dipungut bayaran oleh satpam yang menjaga di gerbang. “iya saya tadi bayar parkir, sudah kuliah bayar, parkir juga harus bayar,” Kata Syamsi.

Baru sehari diterapkan, sontak menimbulkan reaksi keras dari mahasiswa, akun twitter dan facebook ramai dengan ungkapan kemarahan mahasiswa UPI atas pemungutan biaya parkir tersebut.

“Sebal!, dikampus sorangan (sendiri-red) juga mesti bayar! Parkir itu kan sudah fasilitas kampus, masih harus bayar juga, apa kata dunia?” Tulis Putri Permatasari, salah satu mahasiswa Pendidikan Luar Biasa UPI di akun Facebooknya.

Senada dengan Putri, mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI Hendri Rismayadi, salah satu pengguna kendaraan bermotor, mengeluhkan pengenaan tarif parkir bagi mahasiswa yang dianggapnya memberatkan.

“Kita kan mahasiswa, ke kampus itu mau kuliah, mau belajar, ini kan kampus pendidikan bukan tempat cari hiburan seperti ke mall, lagian kita kan kuliah juga sudah bayar, masa parkir juga mesti bayar lagi,” keluh Hendri kepada isolapos.com.

Menurut Beben Rubini, ketua tim perparkiran UPI, ketika diwawancarai isolapos.com, pengenaan tarif parkir tersebut untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan kampus UPI.

“Pencapaian bukan pada profit, tapi pada K3 (keamanan, ketertiban dan kenyamanan-red),” ungkap Beben.

“K3 itu bukannya memang harus dijamin universitas? Lagian di karcisnya juga segala bentuk kehilangan masih tanggung jawab pemilik, kalau tujuannya keamanan, kenapa harus ditanggung kami?” ujar Hendri menanggapi. [Isman R Yusron]

 

Comments

comments