Mahasiswa Menggelar Aksi Menuntut Pembatalan Kebijakan

89

Mahasiswa meneriakan yel-yel menuntut dicabutnya beberapa kebijakan universitas yang merugikan mahasiswa, saat berorasi didepan gerbang masuk JICA FPMIPA UPI, Selasa (26/4).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Ratusan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang dipimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) UPI, menggelar aksi penolakan beberapa kebijakan universitas yang dinilai merugikan mahasiswa.

Kerumunan dibawah panji BEM Rema UPI ini melakukan aksi keliling kampus, dan berorasi di beberapa tempat, seperti di depan gedung-gedung fakultas, gedung direktorat akademik, dan gedung Isola, Selasa (26/4).

Aksi yang terhitung besar-besaran ini, merupakan bentuk kekesalan mahasiswa atas tidak ditanggapinya aspirasi mereka yang menuntut dicabutnya Peraturan Rektor tentang organisasi kemahasiswaan dan Surat Keputusan pemberlakuan tarif parkir dilingkungan universitas, yang sebelumnya pernah disampaikan kepada pihak universitas karena dinilai merugikan.

Mereka juga menilai, beberapa kebijakan universitas yang diterbitkan tidak memihak dan telah melukai dan merampas hak-hak mahasiswa.

Dalam orasi tersebut, Aldi, ketua Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia UPI menyatakan penolakan terhadap tiga kebijakan yang dibuat pihak universitas, yaitu peraturan rektor No.8052/H40/HK/2010 tentang organisasi kemahasiswaan, keputusan rektor No.0654/H40/KU/2011 tentang biaya pendidikan jalur masuk SNMPTN tahun akademik 2011/2012 dan surat keputusan rektor No.2050/UN40/HK/2011 tentang pemberlakuan tarif parkir berbayar

“Kita disini bersatu menolak bentuk kebijakan yang mengintervensi kebebasan berorganisasi mahasiswa, juga menolak praktik komersialisasi pendidikan sebagaimana tercantum pada SK tentang pemberlakuan tarif parkir dan biaya masuk jalur SNMPTN yang ditarif sangat tinggi,” teriak Aldi didepan masa aksi.

Dalam aksi itu pula, Ali Mahfudz, Presiden BEM REMA UPI yang sekaligus pemimpin aksi tersebut, melontarkan petisi keberatan tentang penerbitan kebijakan tentang ormawa dan pemberlakuan tarif parkir.

“Kalau sampai minggu depan tidak dicabut SK-nya, maka kita siap untuk membubarkan Dirmawa (Direktorat Kemahasiswaan – red),” ujar Ali saat berorasi di depan gedung Dirmawa.

Setelah beberapa kali orasi mendatangi gedung-gedung fakultas dan gedung dirmawa, mahasiswa semakin banyak bergabung dan mereka melanjutkan aksi berkeliling kampus yang diakhiri dengan berorasi di depan gedung Isola. [Rifki Nurul Aslami]

 

Comments

comments