web analytics

20 Mahasiswa UPI Diduga Terlibat NII

admin 11 May 2011 78

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Diskusi Ilmiah yang bertajuk tentang Pencegahan dan Penangulangan Kelompok Eksternal Ilegal, dalam rangka menyikapi Isu merebaknya jaringan Negara Islam Indonesia, gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI, Rabu (10/5).

Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diduga terlibat jaringan Negara Islam Indonesia (NII). “Kebanyakan yang terkena jaringan NII tersebut dari FPMIPA (Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – red) dan FPTK (Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan – red),” ujar Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UPI, Cecep Darmawan, usai Diskusi Ilmiah Pencegah dan Penanggulangan Kelompok Eksternal Ilegal di Gedung Balai Pertemuan Umum, Rabu (11/5).

Akan tetapi, menurut Cecep,  hal itu masih berupa dugaan karena untuk masalah ini mahasiswa sulit diselidiki. Mahasiswa yang masih terlibat dalam jaringan NII sulit untuk mengaku, sehingga susah dibuktikan. “Apakah mereka masuk NII atau tidak,” ujar Cecep.

Diskusi ilmiah ini, terselenggara atas kerja sama Unit Kegiatan Keislaman di UPI bekerjasama dengan pihak universitas.

Sebelumnya, salah seorang pembicara, Pengamat Sosial Keagamaan dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Asep Zaenal Aushof mengatakan bahwa sekarang ini banyak merebak aliran-aliran agama yang tidak sesuai dengan ajaran agama sebenarnya. “Ada sebanyak 90-an faham di Indonesia sekarang-sekarang ini yang menyesatkan, tertutup, eksklusif dan bertentangan dengan ajaran agama, salah satunya NII,” ujar Asep.

Untuk menangani kasus NII yang merebak di kalangan mahasiswa, khususnya di UPI, Cecep mengatakan bahwa dirinya akan mengoptimalkan Pendidikan Agama Islam, menggerakan Pembina Ekstrakulikuler Keislaman serta mengerahkan dosen- dosen Pembimbing Akademik (PA) dan Pembimbing Khusus (PK). “Salah satunya yaitu dengan diskusi ilmiah ini,” ujar Cecep.

Dalam kesempatan yang sama, pembicara lainnya, Ketua NII Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan bahwa jaringan NII susah untuk diberantas karena peran pemerintah dan polisi dalam menangani masalah NII masih kurang, sehingga kasusnya berlarut larut. “Maka dari itu kami membentuk komunitas NII Crisis Center,” kata Ken.

Ken mengatakan bahwa untuk mencegah maraknya jaringan NII dari NII Crisis Center mengadakan peyuluhan yaitu dengan cara, melakukan sosialisasi ke masyarakat, mengadakan pendampingan serta diadakan diskusi keliling kampus. “Saya menghimbau kepada masyarakat dan mahasiswa lebih waspada lagi terhadap merebaknya jaringan NII,” katanya. [Rifqi Nurul Aslami]

78 Comments »

  1. linda 27 June 2012 at 7:48 am -

    bukan hanya NII, JIL jg banyak

  2. lesya 22 June 2012 at 2:05 pm -

    tolak NII dan antek-anteknya di UPI

  3. rasya 18 June 2012 at 1:38 pm -

    ini kan negara demokratis, boleh dongggg

  4. selvi 15 June 2012 at 2:54 pm -

    klo gitu kitanya mesti hati-hati

  5. riskie 14 June 2012 at 7:48 am -

    gue ga mau kena yg begtuan

  6. nurul 13 June 2012 at 1:50 pm -

    jauh-jauh deh dari yg gituan

  7. romeo 10 June 2012 at 10:23 pm -

    skarang udah lebih dari 20 kayanya yah?

  8. nila 7 June 2012 at 2:06 pm -

    jangn kasih kesempatan, bahaya

  9. rima 6 June 2012 at 11:24 am -

    hancurkan saja

  10. kika 6 June 2012 at 11:24 am -

    jangan diam, tolak NII di kampus

Leave A Response »