MOKAKU 2011 Minim Kucuran Dana

52

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Hari pertama acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) 2011 yang dihadiri oleh sekitar 6900 mahasiswa baru berjalan dengan lancar dan masih sesuai dengan rencana. Hal itu diungkapkan Afifudin, ketua pelaksana MOKAKU 2011 kepada isolapos.com di pelataran gedung Gymnasium UPI, Senin (22/8). “Sampai saat ini, berjalan cukup dan belum ada hambatan yang berarti,” ujar Afif.

Meskipun begitu, kata dia, penyelenggara acara MOKAKU 2011 merasa kurang puas dengan kucuran dana yang diberikan oleh universitas. Pasalnya, kebutuhan pengeluaran acara ini selama empat hari mencapai 180 juta rupiah, sedangkan biaya yang diberikan universitas hanya 70 juta rupiah.

“Bisa dibilang, dengan kucuran dana yang tidak setengahnya pun itu kami rasa kurang, bayangkan saja, untuk menyewa sound system saja dalam sehari itu mencapai sembilan juta,” keluh Afif.

Untungnya kata Afif, pihak penyelenggara menyiasati kekurangan tersebut dengan meminimalisir pengeluaran kegiatan.

“Asalnya, kami merencanakan menerbitkan majalah sekaligus info dan panduan kemahasiswaan yang kami buat sendiri, tapi karena dana kurang, lalu universitas juga bersikeras untuk ingin menerbitkan buku panduan tersendiri, ya akhirnya begini kita kurang puas,” cerita Afif.

Senada dengan Afif, Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) UPI, Riki Ardianto pun mengungkapkan kekecewaannya mengenai jumlah dana yang minim dari universitas untuk acara MOKAKU 2011. “Sudah kurang, juga tak ada transparansi mengenai keuangannya,” ungkap Riki.

Dengan kekurangan tersebut ada beberapa pengeluarannya yang mesti ditekan. “Biaya konsumsi untuk panitia contohnya, dan kali ini dana insentif untuk pemateri dalam acara MOKAKU 2011 ditanggung universitas,” ujar Riki.

Meski begitu, baik Afif maupun Riki menyatakan tidak akan ada kegiatan yang dihilangkan meski biaya minim, MOKAKU 2011 akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. “Acara ini acara yang besar, kalau sampai ada agenda yang di cancel, itu malah akan merusak citra universitas,” kata Afif. [Isman R Yusron/Lia Anggraeni]

 

Comments

comments