Sertifikasi Rayon X UPI Janggal

111

Ratusan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon X Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung kuota 2011. Mereka beraudiensi meminta kejelasan perihal ketidak lulusan mereka, di halaman Gedung Gymnasium, Rabu (18/1)

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Ribuan guru yang dinyatakan tidak lolos sertifikasi di Rayon X kampus Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan audiensi bersama panitia penyelenggara sertifikasi Rayon X Sertifikasi Guru UPI Bandung kuota 2011, Rabu (18/1). Mereka mempertanyakan soal ketidaklulusan mereka yang dinilai janggal dan dianggap membunuh karakter guru.

Pemerhati pendidikan Kota Bandung, David, mengatakan bahwa pihak Rayon X Sertifikasi Guru di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak menjelaskan perihal faktor yang menyebabkan para guru tidak lulus. “Ya, kalau tidak lulus, tidak lulus dari faktor apanya? Kan tidak dijelaskan,” katanya.  Keganjilan lainnya, tambah David, ada yang memang tidak mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Guru (PLPG) tapi dinyatakan tidak lulus di pengumuman. “Kan aneh, ini yang kami kecewakan,” ujar David.

Hal tersebut pula mengundang banyak ketidakpuasan dari para guru yang tidak lulus. Salah satunya guru yang berasal dari Bekasi yang sudah mengabdi sebagai guru selama 22 tahun. Syarat administrasi sudah lengkap ia penuhi begitupun dengan persyaratan lainnya, akan tetapi dia tetap tidak lulus. “Kurang apa lagi coba? Ngajar 22 tahun, remedial sudah, syarat lain sudah, tapi teu lulus,” ujar dia yang tak mau disebut namanya.

Dia mengaku sempat mendapat informasi dari panitia bahwa sebenarnya yang tidak lulus hampir 50 persen, namun kenyataannya sebagian ada yang diluluskan dan sebagian lagi tidak. “Sekalian saja semua tidak lulus, kenapa hanya 10 persen tidak diluluskan, berarti yang 40 persen lagi diluluskan padahal asalnya tidak lulus,” ujarnya.

Ungkapan kekecewaan lain datang dari guru yang berasal dari Indramayu, Untung Ariyanto, dia telah mengabdi sebagai guru selama 21 tahun dan pernah mendapat predikat guru berprestasi pada tahun 2007. Menurutnya, atas ketidak lulusannya itu merupakan pembunuhan karakter dan merusak reputasinya. “Masa saya tidak lulus, tapi mereka yang baru mengajar beberapa tahun dan bahkan ada yang 3 hari tidak ikut PLPG tapi lulus?” ujar Untung.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Rayon X Sertifikasi Guru, Uman Suherman menjanjikan akan mengecek ulang hal-hal yang berkaitan dengan keluhan yang disampaikan para peserta. “Kami tidak ada niatan untuk mendzalimi lah, bila menemukan apa yang dikeluhkan, kami akan usut,” kata Uman dihadapan para guru saat audiensi berlangsung.[Isman R Yoezron]

Comments

comments