Lulusan Prodi Keperawatan UPI Dipertanyakan

943

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Nasib lulusan Program Studi (prodi) Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dipertanyakan. Menurut Ketua Prodi Keperawatan Imam Imanudin, nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kepala Asosiasi Panti Jompo di Jepang dengan rektor UPI pada 19 September 2009 lalu, belum jelas apakah semua lulusan akan dikirim ke Jepang. “Tidak mungkin semudah itu Jepang menerima…, yang namanya keperawatan dari seluruh negara  pada saat masuk ke Jepang tetap ada tes,” papar Imam saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/04).

Hal lain yang dikhawatirkan Imam adalah belum diakuinya prodi Keperawatan UPI oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Pasalnya setiap lulusan Keperawatan bisa mendapatkan izin praktek jika mendapat rekomendasi dari PPNI. “Takut tidak lolos ke Jepang, ya Keperawatan ini harus diakui oleh masyarakat, satu-satunya diakui adalah oleh PPNI,” ujar Imam.

Namun menurut  staff pengajar Prodi Keperawatan Lisna Anisa Fitriana, pihak PPNI merasa terlangkahi karena sebelumnya UPI tidak memberitahukan kepada PPNI jika akan membuka prodi Keperawatan. “Pihak PPNI merasa terlangkahi lah istilahnya,” ujar Lisna yang mendampingi Imam saat wawancara dengan isolapos.com.

“Karena merasa UPI itu BHMN (Badan Hukum Milik Negara-red) jadi berhak membuka apa aja,” timpal Imam.

Saat ini prodi Keperawatan sedang mengupayakan akreditasi sebagai syarat dari PPNI untuk mendapatkan rekomendasi. “Mei kita dapat akreditasi setelah itu kita ajukan ke PPNI,” kata Imam yang baru sebulan menggantikan ketua prodi Keperawatan sebelumnya.

Meskipun demikian Imam tetap optimis akan mendapat rekomendasi dari PPNI.”Ya meskipun saya harus manggut-manggut ke PPNI tak masalah yang penting kita selamatkan mahasiswa kita,” ujar Imam. [Siti Haryanti]

Comments

comments