Sebuah Komedi Seorang Jendral

69

Sebagian aktor dalam teater "Ben Gotun" tengah beradegan diatas panggung, di Gedung Rumentang Siang, Selasa (1/5)

Rumentang Siang, isolapos.com,-

Gelombang suara suling memanjang, alunan gitar menggema di ruangan besar dan gelap. Orang-orang mulai memadati kursi-kursi yang berderet. Sedangkan di atas panggung,  lampu sorot berwarna biru mulai menyala. Terlihat wartawan (Yussak Anugrah) sedang melakukan wawancara dengan seseorang yang mengaku veteran (Harya Prabu) perang kemerdekaan.

Setelah melakukan wawancara, si wartawan bekerja sama dengan seniman (Deden Syaruf) untuk mendapatkan uang dengan cara memeras veteran palsu. Merasa dirugikan, veteran palsu pun mencari dukun untuk menolongnya.

Sang dukun yang pada saat itu mengenakan ikat kepala dan membawa kendi, secara kebetulan bertemu dengan mahasiswa. Mereka pun ingin ikut memeras veteran palsu tersebut.  Terjadilah percecokan di antara dua kubu.

Di tempat berbeda, seorang penjahit (Agung Purnama Putra) datang dan mencari pakaian jendral yang sedang dijahitnya karena hilang dicuri. Ia pun bercakap-cakap dengan seorang penjaga kios makanan dan menceritakan kejadian itu.

Tiba-tiba seseorang yang berpakaian jendral datang bersama hansip untuk menangkap orang-orang yang membuat keributan. Tak lama kemudian suster pun datang dan ternyata jendral itu adalah orang gila yang mencuri pakaian seorang penjahit.

Pertunjukan ini menampilakan cerita komedi, yang dimainkan oleh Studiklub Teater Bandung (STB) dengan judul Ben Gotun. pentas STB ini bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan pada 1 Mei 2012 di Rumentang Siang Bandung. Ada amanat yang bisa diambil dari cerita ini, salah satunya yaitu sebagai wartawan perlu adanya idealisme yang kuat.

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Inayah Hikmahwati mengatakan bahwa teater yang dimainkan oleh STB sangat menarik. “Saya tidak menyangka Jendral itu adalah orang gila,” ujar Inayah yang ditemui setelah menonton teater. [Julia Hartini]

 

Comments

comments