Jenazah Winda di Shalatkan di Al-Furqon

120
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sunaryo Kartadinata, dihadapan Jemaah saat melepas jenazah Winda Yulia, alumni UPI peserta SM3T yang mengalami kecelakaan di Sungai Simpang Jernih, Aceh Timur seusai Shalat Jenazah, Jum’at (30/11).

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Jenazah almarhumah Winda Yulia, Alumni Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), peserta Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), disalatkan oleh ratusan Jemaah di Mesjid Al-Furqon UPI, Jumat (30/11).

Seusai salat Jumat, jenazah yang merupakan korban kecelakan di sungai Simpang Jernih, Aceh Timur ini langsung dibawa ke hadapan para Jamaah yang telah bersiap melaksanakan Salat Jenazah.

Sejumlah rekan dan kerabat Winda yang sejak pagi telah menunggu kedatangannya, turut mengikuti Salat Jenazah. Setelah disalatkan, jenazah Winda langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis.

Sebelum di berangkatkan ke rumah duka, Ketua Jurusan Pendidikan Matematika, Turmudi, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Supriadi Rustad, serta Rektor UPI,  Sunaryo Kartadinata, memberikan pidato pelepasan jenazah dihadapan Jamaah. “Kami merasa sangat kehilangan, ketentuan Tuhan tidak ada yang bisa menolak,” kata Turmudi.

Turmudi mengenang, Winda yang merupakan peraih Honorable Mention on Mipa ini sangat mencintai profesi sebagai guru. “Dia adalah mahasiswa bimbingan saya, saya tau persis sepak terjangnya,” kata Turmudi.

Rektor UPI, Sunaryo, secara resmi melepas jenazah Winda dan menyerahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. “Segenap civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Almarhumah ditempatkan disisi Allah SWT.” ucap Sunaryo.

Dalam kesempatan itu, Supriadi Rustad, mewakili staf Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), juga menyampaikan ucapan bela sungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir terhadap Winda. “Dia adalah sosok bunga bangsa yang telah menunjukkan rasa cinta tanah air, terutama untuk pembangunan pendidikan Indonesia,” ucap Supriadi.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhumah, Kemendikbud merencanakan untuk memberikan beasiswa S1,S2, dan S3 baik di dalam maupun luar negeri kepada anggota keluarga Winda. “Ini bukti komitmen Kemendikbud,” ujar Supriadi.

Selain itu, kepada Winda dan juga Geugeut Zaludiosanusa Annafi, Kemendikbud menganugerahkan penghargaan pendidikan yang akan diberikan kepada pihak keluarga pada Hari Guru Nasional. Penganugerahan akan langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Supriadi juga menyatakan kawan Winda yang juga menjadi korban kecelakaan yang sama, Geugeut, hingga saat ini dikabarkan belum ditemukan. “Pencarian korban menurut rencana akan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan,” katanya.

Supriadi menerangkan, meski menurut SOP pencarian korban sudah harus dihentikan, pihak Kemendikbud tetap meminta Tim SAR Gabungan Aceh untuk melanjutkan pencarian hingga Geugeut ditemukan. “Kami akan tetap mengakomodasi keinginan keluarga untuk melanjutkan pencarian, semoga Mas Geugeut ditemukan dalam keadaan selamat, apalagi dia orang yang tangguh,” ujar Supriadi. [Dessy Nur Amelia]

Comments

comments