Zulkabir: Mahasiswa Harus Berani

74
Suasana diskusi yang digelar oleh UPM UPI dengan tema “Budaya Bisu Dalam Pergerakan Mahasiswa” dilaksanakan di Gd.PKM lt.1, Jum’at (21/12)

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

“Mahasiswa harus berani dan jujur,” ungkap Zulkabir, pembicara pertama dalam diskusi publik memperingati Dies Natalis Unit Pers Mahasiswa (UPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Plasa Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Jum’at (21/12).

Diskusi yang bertemakan “Kebudayaan Bisu dalam Pergerakan Mahasiswa”, bertentangan dengan pendapat Zulkabir yang mengatakan tidak ada kebudayaan bisu. “Mahasiswa harus berani bertemu dengan Rektor langsung, bahkan di depan rumahnya,” ucap mantan Ketua Dewan Mahasiswa tahun 1969-1971 ini.

Hal tersebut berbeda dengan Dan Satriana Ketua Komisi Informasi Publik Jawa Barat, pembicara selanjutnya dalam diskusi ini mengatakan bukan mahasiswa yang menemui rektor, harusnya rektor yang menemui mahasiswa. “Kalian (mahasiswa-red) kan bayar mereka,” tegasnya. Ia menambahkan, dewasa ini perbedaan kelompok horizontal semakin menguat. “Selera bukan yang membuat kita menjadi eksklusif,” tuturnya.

Selain itu, Dan menjelaskan mahasiswa hanya beropini di jejaring sosial tentang permasalahan Indonesia. “Orientasi harus dirubah,” jelasnya. Menurutnya, mahasiswa sudah melupakan lawan sebenarnya. “Kita sedang menuju ke perpecahan negara,” katanya. Ia berharap, mahasiswa bisa kembali menemukan lawan bersama tanpa memandang perbedaan. “Perjuangan baru dimulai,” tegasnya. [Fachmi Maulana]

Comments

comments