Ardantya: Diam di Zona Aman Membuat Kita Tertinggal

104
Ardantya Syahreza saat menjadi pembicara Future Talk “To Be An Indonesian World Class Talent” di Gedung Auditorium FPMIPA UPI, Kamis (28/2).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

“Sekarang ini kebanyakan orang maunya yang aman-aman saja, justru itu yang membuat kita ketinggalan,” ujar CEO Generasi Muda Indonesia, Ardantya Syahreza, saat menjadi pembicara dalam acara Future Talk dengan tema “To Be An Indonesian World Class Talent”. Acara yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) dan Generasi Muda ID itu dilangsungkan di Gedung Auditorium Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (28/2).

Ardantya menilai saat ini mahasiswa hanya sibuk mempersiapkan diri untuk siap bekerja. Padahal, menurutnya, seharusnya mahasiswa itu belajar untuk menciptakan hal-hal baru yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat. “That’s the purpose of life ! Do a lot of things for a lot of people,” ujarnya.

Banyak hal, lanjutnya, yang tidak kita dapatkan jika hanya belajar di kelas. Ia mengatakan, hal-hal seperti soft skill dan kemampuan lainnya didapatkan dengan aktif berorganisasi. Untuk itu, ia mengajak generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya dalam segala bidang. “Seratus persen fokus di kelas saja cukup untuk masa depan cerah? That’s a lie !” jelasnya penuh semangat.

Untuk menjadi an Indonesian world class talent, jelas Ardantya, kita harus berani untuk bermimpi dan pantang menyerah. Ia mengatakan kunci sukses lainnya adalah bangga menjadi orang Indonesia dan bekerja untuk mengharumkan nama Indonesia. “Sekarang orang-orang lebih bangga bekerja di perusahaan multinasional,” paparnya.

Presentasi yang berlangsung selama 3 jam itu sukses menyedot perhatian peserta yang hadir. Mereka terlihat antusias mendengar setiap pemaparan yang disampaikan Ardantya. Salah satunya mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, Mohammad Aditya, yang mengaku senang mengikuti acara ini. “Sayang sekali masih banyak kursi yang kosong, harusnya banyak yang ikut acara ini,” ujar anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Lakon itu. [Melly A. Puspita].

Comments

comments