Nama Mantan Rektor UPI Dijadikan Nama Jalan di UPI

132

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Sejak beberapa minggu lalu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan sosialisasi nama-nama jalan baru yang berada di lingkungan kampus. Nama jalan yang telah ada sejak dahulu, kini berganti dengan nama-nama mantan Rektor UPI yang telah wafat. Kepala Biro Aset dan Fasilitas UPI, Purno menjelaskan jika dalam jangka wantu tiga bulan tidak ada kritik mengenai penamaan jalan tersebut, maka nama jalan itu pun disahkan.

Purno menambahkan latar belakang dari pergantian nama jalan di UPI disebabkan ketidaktahuan asal-usul nama jalan yang sebelumnya. “Apakah nama jalan tersebut berasal dari konteks sejarah? Atau legenda? Saya sendiri enggak tahu,” katanya, saat ditemui isolapos.com, Jumat (3/5) di ruang kerjanya.

Menurut Purno, alasan penamaan jalan-jalan menjadi nama mantan Rektor UPI karena hanya itu yang mudah menjadi alat ukur dalam penamaan jalan. “Kalau nama-nama tokoh terkenal, kita harus tahu dulu terkenal karena apa? Kalau rektor kan sudah terukur, yang menduduki kewenangan tertinggi di UPI,” lanjut Purno.

Kritikan pun muncul dari Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Haidar Abdurrahman. Haidar mengatakan alangkah lebih baiknya UPI tidak mengganti nama-nama jalan yang sudah ada. “Bagus sih jadi nama mantan rektor, tapi enggak usah digantilah untuk mempertahankan sejarah,” katanya.

Bukan hanya Haidar yang kurang setuju dengan pergantian nama jalan tersebut. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Betta Anugerah  mengatakan bahwa dengan menggantikan nama-nama dari mantan Rektor UPI seperti membuat pencitraan pemimpin universitas. menurut Betta, memang hal itu adalah satu cara universitas untuk menghargai para pemimpinannya. “ Tapi, lagi-lagi penguasa yang terpampang,”tegas Beta.

Betta mengusulkan lebih baik nama-nama tokoh yang gugur semasa UPI dalam pembangunan dulu, seperti Jl. Tn. Bareti. “Toh kalau rektor, esensinya kan hanya mengingat sejarah. Kita tak mengenal lebih jauh siapa mereka kan? Apa dedikasi dan prestasinya selama memimpin UPI?” Tanya beta heran.  [Fachmi Maulana]

Comments

comments