Mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus Tuntut Peningkatan Aksesibilitas Fasilitas di UPI

95
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus saat memperingati hari disabilitas internasional di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (3/12).

Bumi Siliwangi, isolapos.com

“Bayangkan, jika penyandang tuna daksa harus digotong ketika melewati tangga,” keluh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus (Pkh), Rizal M. Zaid saat memperingati hari disabilitas internasional di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (3/12). Aksi yang diadakan oleh mahasiswa Jurusan Pkh tersebut menuntut adanya penyamarataan fasilitas terhadap penyandang disabilitas.

Ketika arak-arakan massa sampai di depan gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) baru, Dekan FIP, Ahman mengatakan bahwa sangat mendukung keinginan mereka agar fasilitas kampus ini lebih aksesibel lagi. “Selain aksebilitas bagi mahasiswa, juga untuk dosen karena dosen pun sudah banyak yang sepuh,” Ungkap Ahman. Ahman menuturkan bahwa kini FIP tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan supaya para penyandang disabilitas ini tetap bisa menuntut ilmu dengan layak. Hal itu terlihat dari lantai-lantai di gedung FIP lama yang kini diganti dengan ubin baru agar lebih memudahkan para penyandang tuna netra untuk berjalan.

Nada kurang puas pun disampaikan oleh Rizal. Menurutnya fasilitas di UPI ini tidak aksesbilitas untuk para penyandang disabilitas. Bukan hanya peningkatan  dalam pembangunan fisik saja, tetapi harus diimbangi dalam bidang akademik juga. “Kalau buka SINO (Sistem Informasi Nilai Online- red), mereka (Penyandang tunanetra- red) harus dibacakan sama temennya,” jelasnya. Selain sulitnya para disabilitas mengakses SINO itu, Rizal juga menyayangkan fasilitas lainnya yakni fasilitas perpustakaan yang tidak ada buku bacanya.“ Padahal jumlah disabilitas di UPI dari tahun 2006 itu sekitar lima puluh orang.“ tutup Rizal. [Tatang Zaelani Tirtawijaya]

Comments

comments