Tagih Janji, Mahasiswa UKT Tetap Kecewa

64
ilustrasi

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Setelah melakukan beberapa kali audiensi di Gedung Isola beberapa waktu lalu, mahasiswa angkatan 2013 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang dirugikan dengan sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) kembali menemui Direktur Direktorat UPI, Syahidin di ruangannya. Didampingi anggota Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan, M. Vichi, mereka menyampaikan keinginannya agar pembayaran UKT bisa diturunkan. Dalam pembicaraan itu, kata Vichi, jalan buntu tetap membayangi mahasiswa UKT. “Kami hanya menagih janji dirmawa, tapi mereka tetap tak bisa menolong dengan menurunkan UKT yang ditetapkan,” katanya seusai pertemuan dengan Syahidin, Senin (20/5).

Solusi yang ditawarkan Syahidin, kata Vichi yaitu mencari beasiswa yang ada di UPI, hal itu jelas tak sesuai harapan mahasiswa UKT. Mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Musik, Orchylia Geofani mengaku, UKT yang dia harus bayar  sekitar Rp 7 juta. Padahal saat mengisi, ia hanya mampu membayar Rp 3 juta.

Kata dia, adapun form bantuan yang ditawarkan UPI, bentuknya entah peminjaman atau bantuan sukarela. Namun menurutnya, hal itu bukan solusi jangka panjang. “Semester ke depannya, apakah bantuan itu ada, kan saya tidak tahu,” keluhnya pada isolapos,com.

Meski UKT tak bisa diturunkan, Vichi mengaku tak akan tinggal diam. Pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dengan mahasiswa lain bahkan berencana mengadakan seminar terkait UKT. “Ini upaya pencerdasan yang harus dilakukan,” katanya. [Restu Puteri]

Comments

comments