Ahmad Heryawan: Tak ada Pendidikan Unggul Tanpa Guru Unggul

204
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat berpidato dalam acara Peresmian Museum Pendidikan Nasional dan Monumen Front Perjuangan Bandung Utara di Kampus Bumi Siliwangi, Sabtu (2/5).
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat berpidato dalam acara Peresmian Museum Pendidikan Nasional dan Monumen Front Perjuangan Bandung Utara di Kampus Bumi Siliwangi, Sabtu (2/5).

Bumi Siliwangi, isolapos.com,-

“Pendidikan unggul tidak akan pernah terjadi tanpa hadirnya guru dan dosen yang unggul,” tutur Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melalui pidato sambutannya pada acara peresmian Museum Pendidikan Nasional di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (2/5).

Dalam pidato sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Aher ini menuturkan, pentingnya membangun pendidikan yang unggul untuk kemajuan peradaban manusia. Pendidikan menjadi kunci agar manusia dapat memperoleh kesejahteraan hidup. Pendidikan pun, menurutnya, berpengaruh pula terhadap tingkat kesehatan dan daya beli masyarakat. “Pendidikan amat sangatlah penting, tidak pernah ada kemajuan, tidak pernah ada peradaban kemanusiaan yang hadir tanpa pendidikan,” ujarnya di hadapan puluhan pengunjung.

Namun, ia pun menyadari membangun pendidikan yang unggul tak akan dapat dicapai begitu saja. Proses pembangunan pendidikan, menurutnya, perlu dimulai melalui terbentuknya kesadaran struktural dari semua elemen masyarakat. Menyinggung sedikit tentang sejarah kebangkitan jepang, Aher menuturkan bahwa dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk membangun peradaban seperti pembangunan yang dirintis kekaisaran Jepang kala itu. “Seperti itulah yang kita inginkan dari lulusan UPI ini,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, selain Museum Pendidikan Nasional, Ahmad Heryawan juga meresmikan Monumen Front Perjuangan Bandung utara. Acara tersebut juga dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Popong Oce Djundjunan, para legiun veteran, Kepala Museum Sribaduga, Wakil Bupati Bandung Barat, para rektor universitas di Bandung dan pejabat militer Jawa Barat. [Hayati Mayang Arum]

Comments

comments