As’ad: Masalah Politik Jangan Dibawa Ke Sini

204
(Dari kiri) Rektor UPI periode 2015-2020 Furqon, Ketua MWA UPI As'ad Ali, Eks Rektor UPI Sunaryo Kartadinata, dalam pelantikan Rektor  UPI Masa Bakti 2015-2020 di Gedung Achmad Sanusi UPI, Selasa (16/6).
(Dari kiri) Rektor baru UPI Furqon, Ketua MWA UPI As’ad Ali, Eks Rektor UPI Sunaryo Kartadinata, dalam pelantikan Rektor UPI Masa Bakti 2015-2020 di Gedung Achmad Sanusi UPI, Selasa (16/6).

Bumi Siliwangi, isolapos.com

“Peristiwa yang besar,” begitu ucap As’ad Ali, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Pendidikan Indonesia (MWA UPI) tentang acara Pelantikan Rektor UPI di Gedung Achmad Sanusi UPI, Selasa (16/6). Meskipun acara ini adalah agenda lima tahunan, As’ad mengaku tegang. “Ini adalah mata rantai untuk meneruskan cita-cita pendiri universitas ini,” ucapnya pada saat berpidato.

Selanjutnya, As’ad mengatakan menjadi pemimpin memiliki empat hal yang harus dilakukan, yaitu bertanggung jawab, ikhlas, profesional dan amanah. Ia juga mengingatkan bahwa UPI harus tetap berada wilayah ilmiah. “Masalah politik jangan dibawa-bawa ke sini,” katanya. Karena baginya, politik memiliki tempat sendiri di luar sana.

Berbeda dengan As’ad, Furqon selaku Rektor UPI yang baru dalam pidatonya mengatakan, pendidikan merupakan topik yang selalu hangat untuk didiskusikan hingga akhir zaman. “Namun, bukan karena itu para pendiri UPI menetapkan pendidikan sebagai jati diri. Lebih dari itu, sejak awal mereka melihat bahwa investasi bidang pendidikan dalam jangka panjang memiliki rate of return yang lebih tinggi dari investasi lainnya,” katanya.

Selain itu, Furqon menilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bermutu hanya akan terwujud bila tercipta budaya akademik yang bermutu. “Untuk mewujudkan budaya akademik yang bermutu harus pula menciptakan good governance, yaitu transparancy, akuntability, responsibility, dan independency,” ungkapnya. [Faika Muhammad A]

Comments

comments