Hima Pensatrada Gelar Riksa Budaya Sunda 2016

227
Salah satu peserta pasanggiri sajak pada kegiatan RBS yang digelar Hima Pensatrada UPI, di Gedung Geugeut Winda UPI, Selasa (22/3). Menurut Erik selaku ketua pelaksana RBS, diselenggarakannya acara tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya sunda.
Salah satu peserta pasanggiri sajak pada kegiatan RBS yang digelar Hima Pensatrada UPI, di Gedung Geugeut Winda UPI, Selasa (22/3).
Menurut Erik selaku ketua pelaksana RBS, diselenggarakannya acara tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya sunda.

Oleh: Nurul Yunita

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Dalam rangka memperingati bahasa Ibu Internasional pada 21 Februari, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (Hima Pensatrada) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Riksa Budaya Sunda 2016 (RBS), yang bertema “Pok, Pék, Prak Nyarita Ku Basa Sunda”. Bertempat di Gedung Geugeut Winda UPI, Senin–Kamis (21–25/3).

Acara tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diisi dengan rangkaian pasanggiri bahasa sunda yang bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya sunda.

Menurut Aprelia Meganur koordinator divisi acara, untuk tahun ini ada beberapa pasanggiri yang berbeda dari tahun sebelumnya. “Tahun kemarin itu ada sajak, aksara sunda, dongeng, warta, pupuh, dan debat. Kalau tahun ini debatnya dihapus dan diganti dengan cerdas cermat bahasa sunda, ditambah menulis karya tulis populer,” ujarnya.

Mengenai peserta, Aprelia mengaku, animo peserta dalam mengikuti pasanggiri sangatlah besar. Hal tersebut disebabkan adanya dukungan langsung dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. “Siapapun yang ikut acara ini mereka mempunyai sertifikat dari Pemprov Jawa Barat,” lanjutnya.

Ketua pelaksana acara Erik Eriyansyah berharap, kegiatan ini dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya sunda. Ia menambahkan, masyarakat zaman sekarang sudah jarang menggunakan bahasa sunda dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan malu atau gengsi. Padahal menurutnya, bahasa sunda merupakan bagian dari budaya di Negara Indonesia khususnya masyarakat Jawa barat. “Kalau Bahasa Sunda itu hilang, identitas Indonesia yang banyak kebudayaannya pun akan hilang,” ujarnya. []

Redaktur : Syawahidul Haq

Comments

comments