Peserta PPG SM-3T Adakan Seminar Pendidikan

97

Oleh: N. Yunita

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Menyambut hari Kebangkitan Nasional dan hari Pendidikan Nasional, peserta Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan, Tertinggal (PPG SM-3T) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar acara seminar pendidikan di Gedung JICA FPMIPA UPI, Minggu (21/5). Mengusung tema “Profesionalisme Pendidik Menuju Kebangkitan Indonesia”, acara ini bertujuan untuk mengajak para pemuda menyadari tanggung jawab pendidikan yang ada ditangan pemuda. “Kalau pemuda sadar, tujuan dari negara kita mencerdaskan kehidupan bangsa bisa tercapai,” ujar I Gede Ardika, ketua pelaksana seminar pendidikan ini.

Asep Kadarohman, Wakil Rektor I bidang akademik UPI yang turut membuka acara ini menekankan bahwa tidak ada suatu bangsa yang maju tanpa pendidikan yang maju. “Oleh karena itu kesadaran terhadap pentingnya memajukan pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting,” ujarnya. Asep menambahkan, tidak mungkin pendidikan maju tanpa guru yang juga berkualitas. “Anda sekarang memiliki tanggung jawab yang sangat besar sebagai calon guru yang profesional,” tegas Asep kepada peserta PPG SM-3T UPI .

Seminar pendidikan yang dihadiri oleh 187 peserta ini, menghadirkan dua pemateri yaitu Endang Yuli, guru SMAN 4 Bandung yang juga inspirator pendidikan yang bergerak dibidang perlindungan anak-anak hasil kekerasan seksual, dan Ubaidillah Muchtar pendiri sekolah Multitatuli di desa Ciseel, Lebak, Banten.

I Gede Ardika mengungkapkan, dengan mengundang pemateri yang inspiratif, diharapkan menjadi bekal bagi calon pendidik profesional untuk termotivasi kembali mengabdi di daerah 3T. “Setelah program ini, para peserta kembali ditawarkan untuk kembali mengabdi di daerah terdepan terluar tertinggal melalui program guru garis depan (GGD, -red),” terangnya.

Intan Mustika selaku peserta PPG SM-3T yang berasal dari Pendidikan Fisika Universitas Negeri Semarang mengungkapkan, adanya acara ini dapat membuka wawasan mengenai masalah-masalah sosial di lingkungan sekitar. “Ternyata benar di lingkungan kita masih banyak masalah-masalah sosial yang perlu kita bantu,” ujarnya. Di lain hal, kurang lamanya durasi pematerian dan tanya jawab menjadi hal yang disesalkan Intan. Menurutnya, durasi pemaparan materi yang terlalu sempit serta sesi pertanyaan yang sedikit membuat acara ini kurang memuaskan.

Tanggapan positif juga dilayangkan Ela Maulida, peserta PPG SM-3T yang berasal dari Pendidikan Ekonomi UPI. Ia mengatakan, acara tersebut bagus dan harus berkelanjutan. “Harapan saya acara ini dapat berkelanjutan,” ucapnya.

Isah Cahyani, kepala pengelola asrama putri PPG SM-3T UPI 2016 yang turut hadir mengatakan, setelah adanya acara tersebut diharapkan peserta PPG SM-3T dapat membangun dan menggali potensi masyarakat dimanapun nantinya mereka ditempatkan. “Diharapkan nantinya peserta dapat menggali potensi yang bagaikan mutiara tenggelam, di lumpur manapun ia ada, tetap menjadi mutiara yang bisa menggali potensi-potensi masyarakat,” pungkasnya. []

Redaktur : Syawahidul Haq

Comments

comments