Jalan Panjang Sebelum Deklarasi Ormawa FIP (bagian 2)

222

Oleh: Muhammad Zaki Annasyath

Bumi Siliwangi, isolapos.com– Masih banyak permasalahan yang terjadi sebelum mendeklarasikan ormawa FIP, seperti bentuk ormawa. Agus Elga Uyuandi mengungkapkan kemungkinan ormawa FIP akan menggunakan bentuk senat, tetapi hal tersebut akan dikaji kembali. “Kita sedang mengkaji apakah bisa terlaksana di FIP atau tidak dan memang baru gambaran. Kalo definitif, lebih kearah ke definitif senat” tuturnya.

Dana yang Terbagi

Permasalahan yang lain muncul yaitu mengenai dana yang terbagi. Adanya ormawa fakultas, dianggap akan membebani ormawa tingkat himpunan karena ormawa fakultas akan mengurangi dana himpunan.

Rexzi Adi Prabowo menampik hal tersebut, pasalnya dalam hal pendanaan ormawa fakultas mempunyai sumber dana sendiri yang berbeda dengan dana himpunan. “Terkait dengan dana, itu sudah dijawab oleh pak Sardin sendiri. Jadi tidak akan mengurangi pendanaan himpunan,” tegas Rexzi.

Saat ditemui isolapos.com di ruangannya, Sardin selaku Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FIP mengkonfirmasi hal tersebut. Ia menerangkan bahwa semua ormawa mempunyai ketentuan masing-masing.

“Skemanya berbeda. Untuk himpunan itu, nanti tidak akan diganggu besarannya. Ada alokasinya untuk BEM fakultas yang berbeda dengan alokasi bantuan untuk himpunan,” tutur Sardin. Selama ini alokasi dana untuk ormawa fakultas dikembalikan lagi ke universitas karena tidak adanya ormawa fakultas.

Meninjau Ulang Undang-Undang Dasar REMA

Melihat realitas ini, hampir seluruh fakultas di UPI sudah dan akan mempunyai ormawa tingkat fakultas. Hal ini  tentu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Rema yang tidak mengakui adanya ormawa fakultas tersebut. Arfindo Fitriyansyah Putra, Menteri Dalam Negeri BEM Rema UPI, mengambil sikap untuk tetap menghormati UUD Rema UPI.

Walau begitu, jika dirasa ormawa fakultas memang dibutuhkan demi kebaikan bersama, ia tidak masalah. “Tapi titiknya kita menghormati UUD BEM Rema,” tegasnya. Arfindo mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk meninjau ulang masalah ini pada sidang umum. “Jadi kita sama-sama enak. Iya biar tidak ada konflik horizontal,” tambahnya.

Hampir sama dengan pernyataan diatas, Rexzi menegaskan dirinya tetap menghargai hadirnya UUD Rema, tetapi mendukung berdirinya ormawa FIP. Menurutnya, berdirinya ormawa fakultas dapat menjadi pengantar pergerakan mahasiswa semakin militan. “Secara pergerakan saya akan terus bergerak dan berkomitmen untuk membentuk ormawa Fakultas Ilmu Pendidikan,” tandasnya []

Redaktur: Muhamad Abdul Azis

Comments

comments