Prosedur Pembuatan Tap Cash Dinilai Belum Efisien

132

Oleh: Salsabilla Ramadhanty Surachman dan Yulienda Maulida

Bumi siliwangi, Isolapos.com— Pada surat edaran No. 12362/UN40.R2/SE/2018 terkait pelaksanaan pengelolaan parkir berbayar yang baru, UPI mulai merencanakan kebijakan sistem E-money atau Tap Cash. Hal itu tercantum pada poin ketiga perihal kebijakan parkir berbayar. Surat edaran tersebut menyatakan, seluruh civitas akademika UPI wajib membuat Tap Cash mulai Senin (28/01/2019).

Surat edaran itu juga menerangkan, orang diluar civitas akademika UPI wajib membayar secara tunai menggunakan karcis. Dalam pembuatan kartu Tap Cash, UPI bekerjasama dengan BNI dan Mandiri sebagai penyedia jasa layanan tersebut.

Prosedur Pengaktifan Tap Cash

Setelah kebijakan pembuatan Tap Cash berjalan, Isolapos  berkesempatan mewawancarai  Dian, Staf Bagian Bidikmisi Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa). Menurutnya, ada beberapa prosedur panjang mengenai pembuatan Tap Cash bagi mahasiswa reguler. Pihak Dirmawa hanya melayani seputar formulir untuk membuat Tap Cash bagi civitas akademika. “Setelah formnya selesai diisi dan ditandangani, lalu mengkonfirmasi ke bagian Prasarana untuk selanjutnya didaftarkan kendaraannya,” ujarnya, Selasa (19/01/2019).

Namun, Dian mengatakan, prosedur pembuatan Tap Cash untuk mahasiswa bidikmisi sedikit berbeda, mengingat beasiswa bidikmisi bekerjasama dengan bank Mandiri dalam hal pembukaan rekening bagi mahasiswa yang diterima sebagai pemangku bidikmisi.

“Kalau bidikmisi itu, kami berencana untuk memberlakukan kartu parkir yang fungsinya sama seperti combo card BNI, kami rencananya bekerjasama dengan mandiri khusus untuk yang bidikmisi.” katanya demikian.

Ia lalu menambahkan, pemberlakuan Tap Cash mandiri tersebut akan diterapkan pada mahasiswa-mahasiswa bidikmisi on going (baca: bidikmisi tambahan) yang baru menerima bidikmisi tahun ini.

Seperti yang dilansir dari laman instagram @bemremaupi bagi civitas akademik non bidikmisi, prosedur pembuatan Tap Cash diawali dengan mengisi formulir permohonan yang berada di BNI maupun Biro Akademik. Setelah pengisian formulir, barulah Biro Akademik menandatangani formulir sesuai prosedur yang kemudian diserahkan kembali ke BNI dengan membawa syarat-syarat berupa: KTM lama, KTP, dan buku tabungan. Selain itu, persyaratan lainnya yang wajib dibawa berupa SIM dengan kepemilikan sendiri serta STNK. Setelah formulir dan syarat-syarat sudah diajukan ke BNI, barulah civitas akademika mendatangi Biro Sarana dan Prasarana (Sarpras) untuk mendaftarkan nomor kendaraan yang bersangkutan.

Pihak Isolapos lalu mewawancarai salah satu mahaiswa regular yang sudah membuat Tap Cash. Menurutnya alur prosedur pembuatan Tap Cash masih jauh dari efisiensi. “Ribet sih, belum lagi harus ngantri panjang buat daftarin formulirnya ke BNI.” jelas Naufal Azfar, mahasiswa PJKR 2018.

Pernyataan itu juga disepakati oleh mahasiswa lain yang justru tidak memilih untuk membuat Tap Cash mengingat alur prosedur yang dinilai kurang efisien. “Menurut urang mah, pakai tiket kaya gitu apakah masih bisa meminimalisir kehilangan barang kaya helm atau motor apapun itu dilapangan, da enggak.” ujar salah satu mahasiswa Management 2017 yang tidak mau disebutkan namanya. Ia lalu mengusulkan untuk membuat tempat penitipan helm yang setidaknya dapat menjadi sebuah bentuk pencegahan.

Laman Instagram @bemremaupi pun juga memaparkan prosedur pembuatan Tap Cash bagi mahasiswa bidikmisi. Menurut laman tersebut, tahapan prosedur pembuatan Tap Cash bagi mahasiswa bidikmisi memiliki dua opsi. Mahasiswa yang terdaftar bidikmisi harus membuka rekening KTM BNI baru atau tidak membuka rekening tersebut. Tahapan prosedur untuk opsi pertama sama halnya dengan mahasiswa regular yakni, harus mengisi form rekomendasi dari Dirmawa terlebih dahulu. hanya saja mahasiswa bidikmisi wajib membayar Rp.50.000 untuk membuka rekening BNI dan Rp. 25.000 sebagai sarana memperoleh Tap Cash.

Kami lalu menemui salah satu Staf Biro Sarpras UPI yang tidak ingin disebutkan namanya untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut. Menurutnya mahasiswa-mahasiswa bidikmisi yang sebelumnya telah mendaftarkan kendaraan kebanyakan membuka rekening baru.

“Iya, untuk mahasiswa bidikmisi yang sudah buat itu biasanya buka rekening baru di BNI, jadi mereka dominannya punya dua rekening, soalnya kan untuk bidikmisi itu jadinya membuat rekening umum buat mengaktifasi Tap Cash itu.” ujarnya.[]

Redaktur: Muhammad Zaki Annasyath

Comments

comments