Pelaksanaan Pilrektor UPI Masa Bakti 2020-2025

96

Oleh : Haris Norfaizi

Bumi Siliwangi, Isolapos.comTelah berlangsung sidang pleno oleh MWA (Majelis Wali Amanat) UPI dalam rangka pemilihan serta pelantikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) masa bakti 2020-2025 pada hari jum’at (15/5). Sidang ini dilaksanakan di Gedung Achmad Sanusi, dengan dihadiri oleh Rektor Petahana UPI Asep Kadarohman, Ketua Majelis Wali Amanat Jenderal Agum Gumelar, serta 21 orang anggota MWA lainnya termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Mohammad Sofwan Effendi selaku kuasa dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Penetapan sidang pleno diawali dengan persyaratan bahwa penetapan rektor akan dinyatakan sah bila memenuhi dua pertiga suara dengan jumlah 35% suara diusung oleh menteri, dan 65% dari kesepakatan anggota MWA yang kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara serentak. Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan program yang diusung oleh masing-masing calon selama waktu 10 menit berdasarkan urutan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pemaparan pertama dilakukan oleh Didi Sukyadi. Didi menjabarkan program berfokus kepada peningkatan mutu UPI sebagai universitas yang harus menaiki daya saing serta klaster di nasional maupun internasional dan mencoba mengusung program afiliasi dengan pemerintah maupun swasta baik dalam tata kelola SDM dan pendanaan. Selain itu dijelaskan pula program-program menuju perwujudan Kampus Merdeka dari bidang sarana dan prasaran, pendidikan profesi, kemahasiswaan, serta rekayasa.

Pemaparan kedua dilanjutkan oleh Bunyamin Maftuh, dengan menjabarkan rekam jejak kelebihan dan kelemahan UPI, penerapan kampus merdeka melalui pemajemukan bidang pendidikan vokasi dan pendidikan wirausaha sebagai mata kuliah wajib setiap mahasiswa, dan program kampus bebas radikalisme dengan memperkuat mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dan pancasila dan pendidikan agama di dalam kampus.

Pemaparan ketiga oleh M. Solehuddin, dengan acuan utama penyelarasan tata kelola kampus baik lektor, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa; Penciptaan UPI sebagai kampus pendidikan terbaik di Asia Tenggara 2025, serta rencana pengelolaan keuangan yang dinilai masih kurang transparan.

Kemudian, pelaksanaan pemilihan rektor yang sebelumnya hendak dilakukan secara musyawarah didapati ketidaksetujuan dari anggota, maka pemilihan dilaksanakan dengan cara e-voting. Setiap pemilih diberikan sebuah tablet yang berisikan pilihan serta verifikasi surel. Pemilihan berlangsung selama 20 menit.

Hasil dari pemilihan yang berlangsung dengan hasil suara kosong untuk Didi Sukyadi, tujuh suara untuk Bunyamin Maftuh dan  suara, dan 22 suara M. Solehuddin. Sekaligus menetapkan Solehuddin sebagai Rektor UPI Terpilih dengan masa bakti 2020-2025.

Sidang kemudian ditutup dengan penandatangan penyerahan jabatan dari rektor petahana kepada rektor terpilih, saksi kepada panitia pemilihan.[]

Redakur : Muhammad Wildan Al Gifari

Comments

comments