Sinawang

20

Oleh: Silvy R.A*

*Reporter Magang Isola Pos

Tonggak awal, yang kupikir hanya persoalan wanita belaka
Lamat-lamat mulai menampakkan wujudnya
Tiga hal utama
Rasa sakit, luka, air mata
Larut menyatu, menjadi dinding pertahanan,
harapan di balik rezim yang berulang kali berusaha digulingkan


Carut marut kehidupan, berbagai persoalan yang dilazimkan
Atau kiasan pada pertemanan, percintaan
Citra kasih yang melengkapi sapuan si entitas kecil,
pemilik logika dan perasaan
Siapa dapat disalahkan?


Sorot sendu yang melanglang buana ke atas sana
Berkhayal suatu saat nanti bisa setara
Delikkan tajam menukik tanah
Memaksanya merangkak terarah
Kini siapa salah?


Tahun-tahun menjelang akhir
Sawang setiap republik rakyat semesta
Mimik-mimik penyesalan, saling menyalahkan
Berdoa untuk pengampunan
Berdoa menuju jalan pulang..
Hanya satu kesamaan, semuanya akan kembali
menemui TUHAN.


Suatu tempat di Bandung, 2026.

You might also like