Penghargaan untuk Winda dan Geugeut

547
Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Supriadi Rustad, saat pidato penghormatan terakhir seusai Shalat Jenazah bagi Winda Yulia di Masjid Al-Furqon, Jum’at (30/11).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Supriadi Rustad, menyampaikan ungkapan bela sungkawa sekaligus penghargaan kepada Alumni Pendidikan Matematika Winda Yulia dan Alumni Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Geugeut Zaludiosanusa Annafi, Jumat (30/11).

Keduanya merupakan peserta Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T), yang menjadi korban kecelakaan di sungai Simpang Jernih, Aceh Timur.

Melalu konferensi pers, seusai Salat Jenazah untuk Winda, Supriadi mengungkapkan, pemerintah menghargai jasa-jasa Winda dan Geugeut. Kata Supriadi, pemerintah menyatakan Winda dan Geugeut mengalami musibah dan gugur ketika sedang menjalankan tugas negara. Meskipun hingga saat ini Geugeut masih dalam status pencarian.

Winda dan Geugeut adalah sosok pemuda dan pemudi bunga bangsa yang telah menunjukkan rasa cinta tanah air, terutama untuk pembangunan pendidikan Indonesia. Karena itu, kata Supriadi, pemerintah memberikan penghormatan berupa anugerah penghargaan pendidikan kepada keduanya.

Rencananya, penghargaan akan diberikan kepada keluarga mereka yang disampaikan saat peringatan Hari Guru Nasional 2012. “Akan langsung diberikan oleh Presiden RI (Republik Indonesia-red),” kata Supriadi.

Selain itu, Supriadi mengatakan, kepada anggota keluarga Winda maupun Geugeut, pemerintah melalui Kemendikbud akan memberikan beasiswa untuk mengikuti S1, S2 sampai S3 di dalam maupun luar negeri. “Untuk meneruskan niat almarhumah kami berikan beasiswa kepada saudara kandung korban. Apabila korban tidak memiliki saudara kandung, maka beasiswa bisa diberikan kepada anggota keluarga lain yang ditunjuk,” tandas Supriadi.

Mengenang Winda yang telah tiada, Ketua Jurusan Pendidikan Matematika, Turmudi, mengatakan bahwa Winda adalah mahasiswi yang sangat dibanggakan di Jurusan Pendidikan Matematika UPI. “Dari seluruh mata kuliah, hanya satu mendapatkan nilai B, IPK nya hampir 4,00,” kata Turmudi. Sebetulnya, Turmudi mengharapkan Winda untuk mengikuti talent scouting sebelum Ia memutuskan untuk mengikuti SM3T.

Atas kepintaran dan prestasinya, Turmudi berharap Winda bisa menjadi salah satu staf Jurusan Pendidikan Matematika. Usulan ini sudah di terima oleh atasan, namun karena keinginan Winda kuat untuk menjadi guru, Winda memilih mengikuti program SM3T.

Selama berkuliah di UPI, Winda adalah mahasiswa yang bertabur penghargaan akademik. “Winda ini pernah meraih Honorable Mention on Mipa, kemudian pernah menjadi juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) PTI tingkat Provinsi Jawa Barat,” kata Turmudi. [Dessy Nur Amelia]

Comments

comments