Odong-Odong Tak Lenyapkan Budaya Jalan Kaki Mahasiswa UPI

107
Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia saat menaiki odong-odong di samping Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Gegeut-Winda.

Bumi Siliwangi, isolapos.com

Keberadaan odong-odong sebagai fasilitas kendaraan di dalam kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tak menurunkan semangat Mahasiswa UPI berjalan kaki. Selain karena odong-odong yang masih terbatas, mahasiswa pun lebih  memilih berjalan kaki di dalam kampus.

Purno memaparkan, meskipun telah ada kendaraan tersebut, mahasiswa harus tetap membudayakan berjalan kaki di dalam kampus. “Walau sudah ada odong-odong itu, tapi jalan kaki harus dibudayakan juga,” katanya saat diwawancarai isolapos.com.

Menurut Kepala Biro Aset UPI, Purno, kendaraan ini memang belum bisa memfasilitasi perjalanan mahasiswa, namun pertambahan jumlah odong-odong ini akan ditambah setiap tahunnya. “Bertahaplah, kita anggarkan untuk ada pertambahan ke depannya,” ucapnya.

Menanggapi fasilitas odong-odong yang masih terbatas jumlahnya, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Hiesqi Furqoni mengatakan bahwa fasilitas baru ini belum pernah Hiesqi gunakan. “Belum pernah pakai odong-odong itu”, katanya, Kamis siang (13/2).

Dirinya mengakui bahwa adanya kendaraan tersebut tidak mengubah budaya berjalan kaki di dalam kampus.  “Banyak yang sudah terbiasa berjalan, menyehatkan juga kan ?” tanyanya.

“Saya kira kalau odong-odong, gak semua orang juga mau pakai,” tambah Hiesqi. Dirinya menyarankan bahwa penggunaan sepeda di lingkungan kampus akan lebih efektif. “Kan kalo sepeda lebih personal juga,” ujarnya. [Karolina Ketaren]

Comments

comments