SIAKKu: Laman Terintegritas atau Sebatas Formalitas.
Oleh: Davina S.F., Hani R., & Zahra L.B.
SIAKKu (Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan) adalah suatu sistem yang terintegrasi sebagai pusat aktivitas administrasi, akademik, dan data online bagi 65.873 mahasiswa dan 1.590 dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sivitas UPI. Down system, bug, error, dan masih banyak lagi kendala dari SIAKKu yang sering dialami, terkhusus oleh mahasiswa. Lalu, sebenarnya bagaimana SIAKKu sebagai salah satu website resmi kampus UPI berjalan? Bagaimana juga pengalaman mahasiswa dalam menggunakan SIAKKu?
Berdasarkan hasil wawancara dengan Nurfitriansyah pada hari senin (02/03/2026), sebagai Kepala Divisi Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI), website SIAKKu telah hadir sekitar tahun 2016–2017. Namun, seiring berjalannya waktu, masih banyak keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa sebagai pengguna utama laman SIAKKu. Salah satu keluhan yang paling sering muncul menurut data yang dilakukan melalui akun X @uppifess pada setiap semester, khususnya pada masa pengisian kontrak kuliah (IRS), dimana mereka menyayangkan laman SIAKKu yang sulit untuk diakses.
Hal tersebut dibenarkan oleh Pemuda Braga (bukan nama sebenarnya), sebagai mahasiswa UPI angkatan 2024 dalam wawancaranya pada rabu (25/02/2026), yang menjelaskan bahwa ia mengalami banyak kesulitan dalam mengakses SIAKKu. “…kadang-kadang website-nya itu kadang-kadang nge-down, kadang-kadang enggak di-update, kadang-kadang susah buat nge-upload suatu hal”, ucap mahasiswa tersebut.
Kesulitan dalam akses masuk pada laman SIAKKu bukan satu-satunya kelemahan yang dimiliki oleh SIAKKu, Pemuda Braga juga menyatakan rumitnya sistem dalam SIAKKu menambah poin minus ke dalam catatan mahasiswa. “…buruknya ya tadi gitu, sering banget nge-lag, sering banget kayak enggak di-update gitu, sering banget sih akun itu enggak bisa diakses dan juga ribet aja gitu kayak karena kadang-kadang tuh emang sangat ribet gitu”.
Meskipun telah disediakan panduan dalam menggunakan website SIAKKu, pada realitanya panduan tersebut tidak menjawab pertanyaan para mahasiswa dan masih sulit untuk dipahami karena format yang diberikan terlalu sederhana. Salah satu yang paling dirasakan adalah terkait sistem pengunggahan prestasi yang sulit dilakukan. “…termasuk pengalaman yang nambahin skill dan knowledge aku, cuman karena mungkin sulit di ACC jadinya enggak ke ACC gitu. Itu yang mungkin kayaknya sangat disayangkan gitu, kayak kalau menurut aku sih sebaiknya sih lebih gampang aja gitu.”
Pemuda Braga mengharapkan adanya perbaikan pada kualitas laman SIAKKu secara menyeluruh agar dapat mempermudah sivitas pengguna SIAKKu dalam mengakses laman tersebut. Proses input prestasi juga diharapkan dapat lebih dipermudah secara menyeluruh agar semua pihak, baik dosen maupun mahasiswa, dapat dengan mudah memproses data prestasi yang sudah dan akan dimasukkan.
Di sisi lain, Nurfitriansyah memaparkan jawabannya terkait berbagai keluhan mahasiswa UPI, yakni bahwa seluruh divisi dan seksi Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) UPI bertanggung jawab terhadap laman SIAKKu. “…komplain itu pastinya akan masuk ke layanan dulu, kemudian baru diteruskan ke divisi saya begitu. Nanti kalau ternyata komplainnya berhubungan dengan server, baru masuknya ke divisi infrastruktur”, jelasnya.
Menurut Nurfitriansyah, adanya beberapa kendala dalam menngaakses SIAKKu bisa terjadi karena error, down system, dan terlalu banyaknya pengguna yang mengakses laman pada waktu yang bersamaan. Nurfitriansyah menuturkan bahwa kendala akses sebetulnya dapat dihindari melalui pick time kontrak yang benar dan tidak bertabrakan dengan traffic kontrak sivitas lain. “… sebetulnya bagian infrastruktur sudah bilang kalau server tidak ada masalah, traffic-nya juga terbilang kecil. Dulu itu kontrak mata kuliah angkatan harus di-mapping. Itu sebetulnya buat antisipasi hal-hal yang tadi diceritakan. kalau sekarang mah infrastrukturnya sudah lebih bagus”, tambah Nurfitriansyah.
Akan tetapi, pada kenyataannya sampai dengan saat ini masih banyak mahasiswa UPI yang terhambat karena aksesibilitas website SIAKKu yang belum optimal. Pada akhirnya, yang masih menjadi pertanyaan besar adalah tidak adanya panduan penggunaan laman SIAKKu yang mudah dipahami mahasiswa. Lalu dengan begitu, apakah SIAKKu merupakan website resmi akademik universitas atau hanya sebuah bentuk formalitas untuk unggahan data saja?
Editor: Ananda R.