Badai Terjang Bandung: Menyoal Kerusakan Sejumlah Fasilitas Kampus UPI dan Kesiapan Penanganan Birokrasi

23

Oleh: Zhafira Khaerinnisa K.M.H*

*Reporter Magang Isola Pos

Bumi Siliwangi, Isolapos.comHujan deras disertai angin kencang yang melanda UPI pada Jum’at (03/04) sore menyisakan jejak kerusakan yang masif di berbagai titik vital kampus. Insiden ini menyebabkan pohon-pohon besar tumbang, memutus jalur listrik, hingga kerusakan sejumlah fasilitas gedung kampus. Kepala Seksi Keamanan, Ketertiban, dan Penataan Lingkungan (K2PL), Mus Mulyadi menyebutkan lokasi paling parah tersebar di area Hotel Bumi Siliwangi, depan Gedung FIP, area Isola/Partere, hingga kawasan belakang FPMIPA.

“Setiap gedung itu ada saja dahan-dahan yang patah. Yang belakang (FPMIPA-Red) sampai ke pagar besinya juga ketimbun sama pohon. Terus penutup Convention Hall, itu seng-seng dan bedengnya sudah kebuka semua. Bangunan seperti PPG dan FTI plafonnya berterbangan,” ungkap Mus Mulyadi selepas menyisir area kampus.

Terkait dampak pada utilitas kampus, Kepala Bagian Pemeliharaan dan Utilitas UPI, Leni Cahyani Meilany juga menyatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi sesaat setelah hujan reda. Kerusakan tidak hanya terjadi pada vegetasi, tetapi juga menyasar fasilitas fisik kampus. Juga terkait potensi pemadaman listrik akibat kabel yang tertimpa pohon, Leni menjelaskan pihaknya masih berkoordinasi dengan tim PLN. Ia memperkirakan pemadaman hanya akan dilakukan secara terlokalisasi pada titik-titik terdampak, bukan keseluruhan kampus.

 “Kalau pemadaman kayaknya belum ada. Tapi kalau memang mau ada perbaikan, sepertinya lokal, tidak semua gedung. Nanti dari tim PLN yang datang ke sini,” jelas Leni. Ia juga menambahkan bahwa fokus utama Biro Aset saat ini adalah mempercepat normalisasi kondisi kampus agar aktivitas bisa segera kembali berjalan.

Masalah penanganan menjadi sorotan karena banyaknya material pohon yang harus dievakuasi. Mus Mulyadi menekankan bahwa pembersihan ini tidak akan selesai dalam satu hari. Mengingat kondisi pencahayaan yang terbatas, pihak kampus menjadwalkan pembersihan skala besar pada Sabtu mulai pukul 07.00 WIB. Pihaknya mengerahkan seluruh personel dari tim halaman, tim sarana prasarana, hingga petugas cleaning service yang sedang piket untuk lembur dan membantu proses evakuasi.

“Pagi semua bergerak. Kita instruksikan untuk membantu supaya cepat. Misalkan dia piket di gedung FPBS, masa ada pohon di situ dia tidak ikut membersihkan? Alat-alat seperti gergaji mesin dan golok sudah kami siapkan di bagian Sarpras. Pohon-pohon yang tumbang akan dipotong dan sementara diangkut ke area belakang kampus agar akses jalan kembali,” jelas Mus Mulyadi. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas belum bisa menaksir total kerugian materiil akibat badai ini. Selain kerusakan bangunan, dilaporkan pula beberapa sepeda motor milik sivitas akademika yang rusak akibat tertimpa pohon di area Gedung Ikatan Alumni (IKA).

 “Belum bisa terhitung. Tapi yang jelas fokus utama kami saat ini bergerak semaksimal mungkin agar kondisi kampus bisa secepatnya normal kembali,” pungkas Leni.

Editor: Sennita T.D

You might also like