Riak-Riak Musim Gugur
Oleh: Sohib Ruslie Putra Abadi*
pada daun mapel yang memerah
kulihat luka begitu bercabang—
beterbangan dan tersangkut di dahan-dahan rapuh
kurasakan angin dingin lewat
membawa daun-daun terbang pelan
dan menghamparkannya di hulu sungai:
telaga kecil tempat pedih belajar berenang
dan dari sini, kadang kudengar riak-riaknya
dalam tidur—suara renang gamang
juga yang berusaha tenggelam
*Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan tahun 2024