Riak-Riak Musim Gugur

46

Oleh: Sohib Ruslie Putra Abadi*

pada daun mapel yang memerah

kulihat luka begitu bercabang—

beterbangan dan tersangkut di dahan-dahan rapuh

kurasakan angin dingin lewat

membawa daun-daun terbang pelan

dan menghamparkannya di hulu sungai:

telaga kecil tempat pedih belajar berenang

dan dari sini, kadang kudengar riak-riaknya

dalam tidur—suara renang gamang

juga yang berusaha tenggelam

*Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia angkatan tahun 2024

You might also like