Pesan Singkat Dekan FPEB UPI kecewakan Ali

64

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

ilustrasi

Dalam audiensi pada kamis (5/5), Ali Mahfud, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan kekecewaannya karena mendapat pesan singkat dari salah satu dekan untuk tidak melakukan aksi. “gak usah demo hari ini mau seperti apapun seluruh dekan UPI akan mengamankan peraturan rektor,” ucap Ali di depan para pejabat UPI.

Saat diklarifikasi kepada dekan terkait dengan pernyataan Ali tersebut, Edi Suryadi, Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), menyatakan memang dirinya sempat mengirimkan pesan singkat kepada Ali untuk menyarankan agar tidak mengadakan aksi tersebut.

“Itu hak anda untuk mengadakan aksi, yang jelas seluruh komponen di UPI dan dekan-dekan siap untuk mengamankan peraturan rektor ini,” ujar Edi membacakan pesan singkatnya saat ditemui isolapos.com di ruangannya.

Edi juga sebelumnya telah memanggil Ali dan menyarankan kepadanya untuk tidak melakukan aksi, selasa (3/5). “Saya sebagai orang tua anda menyarankan, untuk tidak melakukan aksi demo,” ujar Edi.

Ketika ditemui setelah aksi, Ali menuturkan bahwa pesan singkat dan pemanggilan tersebut merupakan suatu bentuk intervensi. “Saya yakin beliau itu maksudnya akan melarang, cuma bahasanya saja yang seperti itu,” ucapnya.

Edi mengaku bahwa telah mengirimkan pesan singkat kepada para dekan untuk memberitahukan hal tersebut. Edi juga menuturkan bahwa dia mendapat pesan singkat pada Rabu (4/5) malam dari direktur direktorat pembinaan kemahasiswaan Cecep Darmawan, yang menginformasi akan ada seribu mahasiswa yang akan melakukan aksi demo.

“Maksud SMS ini (pesan singkat Cecep Darmawan -red) mungkin untuk mengantisipasi,” ujar Edi.

“dan hari jumat mengundang seluruh dekan untuk mengkaji aksi demo mahasiswa,” lanjutnya.

Untuk memastikan kabar tersebut, isolapos.com mencoba mengklarifikasi kepada Cecep Darmawan via pesan singkat. Setelah ditanyakan apakah dirinya mengirim pesan singkat tersebut (pesan singkat yang dikirim kepada dekan FPEB-red).“Saya hanya menginformasikan mahasiswa mau demo saja,” jawab Cecep.

Tanggapan mahasiswa pun muncul terkait dengan tindakan pihak universitas, salah satunya  Ketua Himpunan Jurusan Pendidikan Geografi, Faiz Urfan. Dia menyatakan bahwa dekan tidak mempunyai hak untuk melarang mahasiswa untuk melakukan aksi.

“ini bukan masalah akademik, atau administrasi. Ini masalah bagaimana agar pemimpin tak menjelma menjadi penguasa untuk itulah mahasiswa ada,” jelas Faiz. [Resti Sri Cahyati]

Comments

comments