BEM REMA UPI Minta Penangguh Maksimalkan Usahanya

63

Bumi Siliwangi, Isolapos.com-

Puluhan mahasiswa penangguhan 2011 sedang dikumpulkan untuk diwawancara oleh BEM Rema UPI di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, Rabu (23/11).

Detik-detik menjelang tanggal 30 November 2011, presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Republik Mahasiswa (Rema) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meminta orangtua ,saudara,  dan  mahasiswa penangguhan agar memaksimalkan usahanya. “Kita jangan membentuk generasi yang cengeng, minta diadvokasi lagi,” ujar Presiden BEM Rema UPI , Ali Mahfud, di  gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa kepada isolapos.com, Rabu (23/11).

Salah satu mahasiswa penangguhan 2011, Yosy Ratnasari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar  kampus UPI Cibiru, mengungkapkan ketakutannya menjelang tanggal 30 November nanti. “Saya tidak akan tenang, saya takut ada sanksi lain gara-gara hal ini,“ tutur Yosy.

Senada dengan Yosy, Arin Apriyani mahasiswa Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini kampus UPI Cibiru pun merasakan hal yang sama. “Saya tidak hanya memikirkan tanggal 30 November saja, tapi bulan-bulan selanjutnya juga,” kata Arin.

Menanggapi hal demikian  ketua Tim Advokasi, Deti, mengungkapkan bahwa Tim advokasi beserta BEM Rema  sedang mengusahakan pada bagian akademik dan yayasan-yayasan. “Jangan sampai takut untuk dikeluarkan karena rektor telah  berjanji tidak akan mengeluarkan mahasiswa karena masalah uang,” ucap Deti.

Sampai saat ini BEM Rema masih melakukan penyaringan data dan informasi yang ada mengenai mahasiswa penangguhan tersebut. “Bagi yang telah  membayar kita data kembali dan yang belum juga kita  data kembali,” ujar Ali.

Ali menjelaskan dalam penyaringan informasi tersebut nantinya akan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori. Bagi mahasiswa yang memiliki orangtua Pegawai Negeri Sipil  namun belum bisa membayar akan diklasifikasikan kembali, bagi orangtua yang mampu namun belum bisa melakukan pembayaran hingga tanggal 30 November maka akan diminta penundaan kembali dan bagi yang benar-benar tidak mampu maka akan diminta kepada rektorat untuk menggunakan bantuan mahasiswa tidak mampu (BMTM). “Saya dengar dana itu sudah hampir 3-4 miliyar , nanti kita akan coba cek dana itu,” ujar Ali. [Lia Anggraeni]

Comments

comments