Pro Kontra Adanya BEM Fakultas

104
Perdebatan Bem Fakultas saat Sidang Umum MPM Rema UPI di Plasa PKM, Minggu (19/2).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Wacana yang dimunculkan untuk kembali mengadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  tingkat Fakultas, dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (SU MPM) Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menuai pro kontra. Salah seorang yang menginginkan adanya BEM Fakultas yaitu perwakilan fraksi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Asep Mauludin Syahdani.

“Mengingat jumlah jurusan dan prodi di UPI setiap tahun terus berkembang, maka dibutuhkan BEM Fakultas sebagai wadah aspirasi HMJ (himpunan mahasiswa jurusan-red),” ujar Asep di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa lantai 1, Minggu (19/2).

Menanggapi hal tersebut, salah seorang perwakilan fraksi Fakultas Pendidikan Ekonomi Bisnis, Adit mengatakan bahwa adanya BEM Fakultas akan mengurangi dana himpunan. “Tiap himpunan akan merasa dirugikan dan realitasnya tidak semua menyetujui,” paparnya saat persidangan.

Salah seorang perwakilan fraksi Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan, Zaky mengungkapkan pendapat berbeda, menurutnya lembaga tingkat Fakultas harus ada. “Realitanya tidak adanya BEM Fakultas akan menimbulkan kepincangan, apakah sanggup BEM Rema mengkoordinir langsung ke seluruh jurusan, berapa banyak jurusan di tingkat Fakultas dan Universitas,” kata Zaky.

Sementara itu, salah seorang perwakilan fraksi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Alfian Rizanurrasa, mempertanyakan kemurnian kebutuhan adanya lembaga tingkat fakultas. “Apakah benar-benar lahir dari keinginan mahasiswa atau kah lembaga pesanan,” tegas Alfian.

Senada dengan Alfian, salah seorang perwakilan fraksi FPIPS, Sri Faida Wulandari mengatakan tidak sepakat akan adanya lembaga tingkat Fakultas. “Apa urgensi dari BEM Fakultas itu, melihat realita di FPIPS, senat yg terbentuk terkesan seperti bentukan dekanat tidak dari mahasiswa langsung,” tandasnya.

Kurangnya koordinasi dalam masing-masing fraksi, menghasilkan perdebatan tanpa titik temu. Asep, mengusulkan sidang ditunda sampai minggu depan.“Harus menghadirkan semua ketua ormawa agar ada konsolidasi,” ujar Asep.[Ratih Ika Wijayanti]

Comments

comments

Discussion104 Comments

  1. wah, seru perdebatannya. kalau mau dibentuk lagi mah silahkan saja lihat kebutuhannya. sangat dibutuhkan kah BEM Fakultas? kegiatannya mau apa? apa yang mau diurusin??
    (Alhamdulillah dulu pernah terdaftar sebagai pengurus BEM Fakultas-meski tidak aktif dan akhirnya BEM nya bubar, hehehe)

  2. paling ga ngerti sama yang namanya bem, mereka rapat tapi ga nemu solusi, mereka mengkritik (demo -red) tapi ga ngasih solusi. maunya apa sih?

  3. hahahaha
    cape saya mah di SU MPM REMA teh kalah suara terus…
    voting yang di pakai…
    yang datang kurang lebih 15 orang dan dari partisipan ….. jelas kalah !!!

    FIP sudah berdiri keorganisasian tingkat Fakultas

  4. Sama aja pengurus cuma asyik sama diri mereka sendiri. Mahasiswa jg asik ama kuliahnya sendiri. Sendiri-Sendiri

  5. imman ramdani

    dulu masih inget BEM Fakultas tuh lebih merakyat dibandingkan BEM REMA yg melangit

  6. haduh, hmj takut uang nya berkurang, inilah realita mahasiswa mata duitan hahahahah. usaha dong klo pengen punya duit banyak mah,

  7. apa sih keuntungan yg bisa diperoleh dari BEM REMA UPI bagi mahasiswa di fakultas masing”? ga ada alias terlalu eksklusif golongan
    lebih baik hidupkan kembali BEM Fakultas agar lebih baik lagi.

  8. saya setuju diadakan lagi BEM Fakultas untuk meruntuhkan kaki tangan partai di BEM Universitas

  9. gmn klo buat aja penelitian kuantitatif ke seluruh mahasiswa upi, mengenai perlu adanya bem fakultas ato tidak….kan bisa jadi judul skripsi kayanya
    “Pengaruh Ormawa Tingkat Fakultas terhadap Kinerja dan Pengembangan BEM REMA UPI”

  10. komentar kang najip memang ajib.. seharusnya para aktifis mahasiswa mulai untuk evaluasi, kebanyakan aktifis sekarang jarang yang melihat ke belakang.. seolah tak menghiraukan apa yang pernah terjadi di belakang.. jangan-jangan kebanyakan di musyawarah ini banyak yang tidak tahu kenapa nama BEM UPI berubah menjadi BEM REMA UPI dan seperti apa konsekuensinya.. mengapa dulu secara tiba-tiba BEM Fakultas menghilang begitu saja.. studi banding itu perlu tidak hanya terhadap sesuatu yang masih eksis, tapi juga kajian historis.. perlu itu.. agar para aktifis tidak hanya terjebak ide dan pemikiran instan semata.. ormawa UPI sudah seharusnya berkembang menjadi lembaga yang punya bargaining position terhadap segala kebijakan kampus yang berkaitan dengan mahasiswanya, jangan terjebak pada kajian motif dan kepentingan semata.. hal itu sudah seharusnya dibersihkan dari segala aktifitas mahasiswa.. motif dan kepentingan mahasiswa harus berpihak pada mahasiswa itu sendiri.. ada atau tidaknya BEM fakultas, selain berdasar pada kondisi terkini harus juga dilihat dari implikasinya.. ayo, jangan cuma mengulang sejarah!

  11. dahulu BEM fakultas itu dibubabrkan bukan oleh mahasiswa tetapi oleh bagian kemwhasiswaan universitas. dibubarkan karena dianggap sebagai wadah perkumpulan mahasiswa dalam melakukan tindakan protes. bem fakultas sebagai satu-satunya wadah yang bisa menyerap dan mengumpulkan masa ketika protes. coba lihat sekarang apabila aksi di jalan Bem Universitas ga ada apa-apanya begitupu jurusan mahaisswanya sedikit.

    kemudian dengan tak adanya Bem Fakultas adanya kesenjangan antara organisasi jurusan dan organisasi uiversitas jadi terkesan berjauhan. selain itu, diantara organisasi jurusan atau himpunan dengan hmpunan lain satu fakultas terkesan tidak berjalan bersama atau masing-masing, jadi nilai ukhuwah di antara mahassiswa sefakultas terkesan tidak ada.

    oleh karena itu. segeralah bentu bem fakultas. jangan berfikir biaya untuk jurusan dikurangi tetapi harus mengusahakan universitas menambah biaya untuk organisasi fakultas.

    mantan anggota senat KM_FPBS 2001-2002

  12. 1 pertanyaan saya..
    disaat bem fakultas di universitas lain semakin produktf dan konstruktif , mengapa kita masih memperdebatkan perlu tidaknya bem fak?
    apabila keberadaan bem fak tersebut gak penting mungkin mereka telah membubarkannya sejak lama dan hilang.
    bila di analogikan rema adalah sebuah negara dan hmj adalah daerah kabupaten. mengapa harus ada provinsi? kita harus bisa berpikir jernih keluar dari kotak buruk sangka dan saling menuding motif.

  13. Biar Lebih gampang tanya aja rakytanya (mahasiswa), mereka merasa perlu tidak adanya BEM Fakultas??
    benarkah orang-orang yang jadi wakil pada Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (SU MPM) adalah perwakilan mahasiswa?? atau perwakilan suatu golongan?? jangan-jangan banyak mahasiswa yang tidak tahu kalau ada Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (SU MPM)!!

  14. Hidup Mahasiswa!!!
    Kawan2 semua, jangan sampai perdebatan ini membuat gerakan mahasiswa menjadi pecah, hasil SU merupakan hasil musyawarah kita semua yang harus dijunjung tinggi apapun hasil tersebut. Kalau kita terjebak dgn perdebatan ini justru itu yang akan membuat gerakan mahasiswa menjadi pecah. Jalan terbaik menurut saya, mari kita jalankan hasil keputusan SU bersama-sama daripada kita terus memperdebatkan hal2 yang memang sudah menjadi keputusan bersama. Yakinlah ini yang terbaik.

  15. akhirnya saya berkesempatan membaca komen2 di sini. saya melihatnya mahasiswa muda terjebak pada persoalan keuangan. dan, bagi saya itu hina. simpelnya, keuangan bisa diselesaikan di akuntan. diskusi tidak menyentuh akar permasalahan, mengapa bem fakultas perlu atau tidak perlu.
    begini menurut saya:
    1) bahwa sejarah itu perlu, jelas. konon katanya, untuk menghancurkan sebuah bangsa, hancurkan ingatan generasi mudanya tentang masa lalu. kalo mau arif, berdialoglah dengan para pelaku BEM fakultas di zamannya. juga berdialoglah dengan para pelaku sejarah pembubaran BEM fakultas.
    2) sebagai pelaku sejarah, saya sering mengatakan ini, kita tidak tahu predikat kita sesungguhnya: bandit atau pahlawan. para sejarawan yg kelak akan memberikan label2 itu. dalam konteks BEM fakultas, empat tahun sudah cukup untuk membuat sebuah kajian perbandingan BEM fakultas. artinya, BEM fakultas itu baik atau buruk, bermanfaat atau tidak, silakan menilainya dengan jernih. saya sendiri menilainya PERLU dengan beberapa catatan.
    3) pembubaran BEM fakultas merupakan sebuah kemunduran bagi ormawa intra, sebaliknya menjadi kemajuan bagi organ ekstra. sudah mafhum bahwa kader2 ekstra, sebuat saja misalnya KAMMI yg organ PKS, butuh shortcut untuk menguasai BEM UPI, sekarang rema ya? gak keren aslinya. dengan adanya BEM fakultas, idealnya memang fraksi itu Fakultas, sementara seingat saya, BEM fakultas relatif “bersih” dari rongrongan organ ekstra. HMJ lain lagi ceritanya.
    4) yg membuat BEM fakultas kehilangan identitasnya adalah banyaknya program yang sebenarnya duplikasi program2 HMJ. d HMJ ada seminar, fakultas ada, HMJ ada pengabdian pun BEM fakultas. saya melihatnya ini salah satu kebusukan BEM fakultas. solusinya sejalan dengan analogi bung iqbal, usir tikus dengan membakar rumah. hilanglah BEM fakultas itu. keren abisss!
    5) ada atau tidak ada BEM fakultas, saya menilai perlu adanya pembagian yg jelas tentang ormawa. pemikiran saya, (1) HMJ sejatinya memang menjadi kaderisasi awal sekaligus penyesusian minat dan bakat sesuai karakteristik jurusan/prodinya. (2) BEM fakultas harus lebih berperan dalam mengadvokasi kepentingan mahasiswa. juga concern pada isu fakultas. (3) BEM universitas harus lebih politis dan lebih berperan sebagai spokeperson bagi mahasiswa upi secara keseluruhan. politis tentu saja bukan adalam pengertian politik praktis alias membawa politik kepentingan partai ke bumi siliwangi. politis dalam pengertian politik pendidikan dan ideologi mahasiswa. BEM universitas lebh berbicara kepentingan UPI di pentas nasional.

    udah dulu ahhh… capek :D

  16. Dwiki Prayoga Menzano

    siapa yg ngmong ngurangi dana..
    itu orang mta duitan,,, klau anda memandang duit penting,, ysudah jgn pernah menjadi seorang mhasiswa yg aktif di ormawa….
    kualitasnya masih rendah…

  17. kalau setuju bikin dong. itu mah bukan romantis me historis….tapi biar menjawab rendahnya animo mahasiswa mengenai organisasi.
    mungkin di SU tidak ada yang memetakan kondisi real mahasiswa….dan yang ada saling curiga.

  18. iya saya sepakat soal itu, tapi bagi saya ini bukan sekedar mengurai benang kusut dengan melihat konteks masa lalu, tapi ini persoalan dimana sudah terjebak dalam romantisme historis.

  19. @bulle: cobi dibaca lagi dari awal tulisan pribados pami hoyong jelas pisan mah cobi di buka http:pips.upi.edu…………..bem Fakultas bukan rumah baru tapi rumah lama yang dihancurin. yang ngehancurin anak nya yaitu bem rema….anak yang ga tau terima kasih.
    @kadom: satuju pisan ….sok datangkeun ketua bem 2006-2007 dan bicara apa adanya alasan dibubarkannya.
    @suci: betul SU udah berakhir….ga masalahkan kalau ini jadi wacana…karena di SU hanya mencoba kata setuju dengan cara langsung di vote……tidak menimbang demokrasi yang subtantif.
    @noni: setiap pergerakan meamang ada dinamikanya…tapi ada benang merahnya makanya orang banyak belajar dari masa lalau. ini bukan nostalgia tapi mencoba mengudar kusutnya benang merah keorganisasian mahasiswa. tuh lihat tulisan nnya pro kontra BEM Fakultas maka lahirlah perdebatan seperti ini. wajar

  20. Setiap pergerakan punya jiwa zamannya sendiri. Belum tentu konteks dahulu masih relevan dengan konteks kekinian. Jadi, sudahlah jangan beromantisme historis. Pergerakan mahasiswa itu, dialektis sesuai dengan perkembangan zaman.

  21. Kenapa jd malah pada heboh di dunia maya ya?
    SU udh beres kali AD & ART nya. Kalau memang mau rubah ya tahun depan aja, sekarang hanya menjalani yang sudah ditetapkan. Kalau tidak dilaksanakan ya apa bedanya dengan para pejabat di Indonesia!

  22. rame uy, lanjutkan. tp kalau boleh usul, diskusinya bawa ke dunia nyata dong, biar ada hasilnya. bikin seminar dan lokakarya, biar terlihat mahasiswanya. undang para pelaku sejarah waktu pembubaran BEMF (ketua Ketua BEM UPI 2006-2007, ketua BEMF 2006-2007 dan ketua HMJ 2007-2008)

  23. @iqbal g salah justru anda yang menggunakan kaca mata
    kuda karena dalam mendirikan suatu orgsnisadi itu tidak
    mudah.dtmbh lg dng latar belakang fan tujuan organisasi
    jg tidak jls..emang uang itu hal sepele tp dr hal trkcl jg g bs
    ngsh solusi apa lg hal terbesar..sutu rmh yg rsk pinem faktunya g
    rmhny drbhkn tetapi perbaiki jndlany sj dan tak perlu
    mndrikan rmh baru.itu efesien dan lbh efektif.sama halny
    bem rema.g ush ada bem fak kt benahi j yg sdah ada.ok
    iqbal.

  24. copas juang: BUNG INGAT !!!!! ORGANISASI ITU “ALAT”, KETKA BANYAK ALAT, TAPI PENGGUNA ALAT TERSEBUT TIDAK ADA HANYA AKAN JADI SAMPAH.
    ALAT: betul, kenapa susah untuk di bentuk kan yang bagus atau ga pengurusnya
    BANYAK ALAT: hitungannya dari mana? cuma tiga dan berjenjang. coba hitung dengan kalkulasi jumlah mahasiswa UPI. apakaha alatnya mampu menampung minat dan bakat mahasiswa UPI.
    SAMPAH: yang saya tau orang yang selalu menyalahkan alat hanyalah orang yang tidak akan pernah menjadi orang yang besar. buku etos kerja ISLAM karangan Toto Tasmara harga Rp. 35.000 bagus sangan disarankan.

  25. @for all: bagi yang mau berburuk sangka terhadap saya terima kasih karena akan mengurangi semua dosa…amin. bagi yang mau berbaik sangka alhamdulillah.

  26. @hasim: sim tugas dosen satu: pengabdian, dua penelitian, tiga pendidikan. tugas di UPI pembina kemahasiswaan. apakah ini bukan salah satu tugas pembina kemahasiswaan dan pengabdian? punteh yah saya mah ga mau punya kedudukan cuma nebeng nama aja.
    tolong yahhhh fokus diskusinya biar ga ngelantur…jadi masalah personal.

  27. @juang: nah juang kan anak sejarah udah 2007 lagi coba dirunut sejarah BEM Fakultas dan kontribusinya? pengen tau nih.

  28. @bulle: hehehehe…..sudah di bilang nak….jangan pake kacamata kuda….biar ga pandai menilai orang…….kalau keuangan ada masalah silahkan diselesaikan. namun, jangan hanya kacamata keuangan saja untuk menolak bem fakultas. toh bem UPI tidak merepresentatifkan bem fakultas. Maksudnya itu status nya uang mahasiswa belum termasuk kader himpunan jadi jangan salah mengistilahkan…benar itu hak mahasiswa.
    Betul setuju organisasi itu hanya alat lalu kenapa ga dibentuk aja? toh kan yang ga serius pengurusnya…..jangan langsung di buang alatnya dong. yang harus dibuang kan pengurusnya.
    logika yang sederhana kalau di sebuah rumah ada tikus….apakah rumahnya akan dibakar dan dibuan juga? nga kan…..tapi di tangkap tikusnya…..bukan dibakar atau dibuang rumahnya…….kecuali yang punya rumah stresss……………..sok bepikir rada jernih………………punten saya ga cari dukungan saya hanya prihatin dengan kondisi mahasiswa….percaya atau tidak teuuuuulangkung.

  29. @iqbal masalah keuangan (mahasiswa baru) adalah hak dari setiap mahasiswa jurusan tersebut, saya jd lucu apabila uang yang seharusnya hak dari mahasiswa jurusan malah dipotong 10 persen apabila itu bergabung dengan BEM Fakultas dan tidak bisa cair apabila tidak bergabung, saya malahan balik tanya apakah itu sebuah oraganisasi, yang bisanya menekan dan mengambil sebuah kebijakan, tetapi ormawa tidak dikasih tau. trus sekali lagi apakah misalnya belum jadi anggota iuk g bisa jd milik himpunan, yang saya tau iuk itu adalah keuangan untuk memajukan sebuah ORGANISASI BUKAN UNTUK MEMATIKAN ORGANISASI. apakah BEM Fakultas pantas berdiri apabila dari tujuan dan sistem keuangan juga ga jelas?

  30. @Udin Japuh
    wulan dan iqbal itu kader FPIPS yang diproyeksikan jadi ketua bem fakultas deh kayanya. Lagi mencari dkungan ya Bung, Non? Hehehe

  31. Emang mau gitu dosennya? Kalau saya nanti jd dosen(amin) sih malu masih ambil bagian org lain(mahasiswa). Kaya gada lahan aja

  32. JUANG SEJARAH 2007

    BUNG INGAT !!!!! ORGANISASI ITU “ALAT”, KETKA BANYAK ALAT, TAPI PENGGUNA ALAT TERSEBUT TIDAK ADA HANYA AKAN JADI SAMPAH.

    SRUUUTTTTTT KOPI HIDEUNG NIKMATTT

  33. @iqbal : Santai saja paa,,jangan terlalu serius dan emosi begitu :) toh ini hanya share saja…. :)) Iya deh boleh pa, nanti saya main ke ruangan bapak yaa :D

  34. @zakia: hehehehe….ini kan forum isola pos bukan forum rema UPI. boleh dong????? kalau ga mau ga usah ikutan

  35. tetapi, yang tidak boleh itu adalah memaksakan agar orang lain mempunyai pendapat yang sama

    Bukankah saudara maruf sedang memaksakan pendapat untuk sepakat dengan konsep itu?

  36. @mujahid dan noni: lah memaksakan pendapat????? (makanya dicerna dulu jangan taklid kalau mau shering) itu masalah fakta dan pertimbangan yang rasional. punten yah mujahid dan noni, masih dalam dunia ide mengenai BEM FAKULTAS. kalau saya sudah merasakan manfaatnya jadi itu berdasarkan pengalaman dan jangan menggeneralisasi pembicaraan dengan mudah. kalau boleh jujur ini dalam rangka menggugat orang-orang yang membubarkan bem fakultas. pengen jelas: diantos di 2.17 fpips yu bicara pangjang lebar dan tolong dikaui kalau itu benar adanya.
    @wulan: mahasiswa belum jadi anggota himpunan, karena ketika mahasiswa baru membayar itu statusnya sebagai maru belum ada sistem pengkaderan yang ada hanyalah orientasi mahasiswa. jadi kurang tepat kalau disebut uang anggota juga.
    wulan, apakah masalah keuangan harus dibubarkan organisasinya? itu yang jadi pertanyaan. permasalahan yang tidak setuju dengan bem fakultas hanya 2 pertimbangan…..yakni uang dan sdm. sementara tidak menjawab permasalahan keorganisasian di UPI.

  37. ini kok terkesannya ada yang maksa-maksa yaa,, padahal diluar kewenangannya. mari banyak beristigfar

  38. ternyata ada miss komunikasi pa,, maksud saya mah pemotongan yg 10persen itu dari dana pengembangan mahasiswa baru yg dialokasikan utk HMJ (seharusnya14,XX jt-sblm dipotong) , bukan pmotongan yang 250. udah kelaut itu mah pa tanpa kejelasan hehehe
    jadi terkesan kokodeureun gini yaa paa, tapi bagi HMJ mah sngt berarti, lumayan utk menggugurkan 1 proker pa, dan masalahnya ini bukan cuma seratus duaratus ribu pa,, semoga bapak mengerti, dan berpihak kepada mahasiswa :) :) :) amiiinnnn

  39. ya, saya sepakat jangan memaksakan pendapat atau kehendak kepada orang lain, karena itu tidak baik…. Ironis sekali melihatnya. ckkc.

  40. kesalahan apa ya? iya ktanya 10persen tapi pada kenyataannya lebihdari 10persen. jelas inni bukan prasangka buruk. dan pihak euangan tdk mntransparansikan aliran keuangn yg dipotong itu.
    yaa kalo jelas alur pengkaderannya sih itu baik pak. kalo yg skrg seperti apa yg terjadi? gairah bapa dlm ormawa sangat mnggelora.. salutt. . hehehee

  41. Kalau menurut saya,
    berbeda pendapat itu boleh, meyakini apa yang diyakini sebagai kebenaran oleh diri sendiri adalah hak setiap orang,
    dan meyakini bahwa apa yang diyakini orang lain itu adalah salah atau setidaknya kurang tepat itu juga boleh…
    tetapi, yang tidak boleh itu adalah memaksakan agar orang lain mempunyai pendapat yang sama :)

    -ayodukungkebebasanberpendapat-

  42. @wulan: sebaiknya tidak menggunakan istilah “katanya” ditaros heula ah nu leres teras di klarifikasi. isin ah

  43. @ wulan: terima kasih udah mengakui kesalahannya. Hanya karena pertimbangan uang yang dipotong 250.000 dan kemudian tidak mengklarifikasinya ke yang megang uang…..bukan kah itu prasangka buruk? (presumtion of innocent). Himpunan Mahasiswa Sejarah Itu yang saya tau yang sama menolak di bubarkannya BEM Fakultas……sekarang kader yang baru “wulan” menolak adanya bem Fakultas…..kayanya ada sejarah yang hilang.
    semua mahasiswa bebicara tingkat partisipasi rendah….idealisme menurun….tapi lembaga di tiap fakultas ga setuju….aneh. coba berhiutng…..minimal kalau 7 fakultas ada 40 orang anggota kepengurusan minimal sudah mengajak aktif mahasiswa upi sebanya 280 orang, itu baru BEM saja kalau ditambah dengan DPM nya 560 orang.
    coba dong pertimbangkan aspek yang lainnya jang duit aja…..urusan duit tanya aja ama yang megangnnya. coba di rinci aspek ipoleksobudhankam. baru simpulkan.

  44. @muhammad iqbal, taukah anda di FPIPS itu uang dipotong 10% (katanya) tapi lebih dari segitu, dengan alasan untuk senat. tapi sang ketua mengelak dgn keadaan tersebut, menurut mr.A dana potongan itu tak sampai ke senat,. LHAAAA terusssss kemana??? memang, uang itu bukan uang HMJ, tapi MAHASISWA yang dimaksud itu adalah anggota HMJ. sesuai dengan ayat 4 pasal 7 tentang Alokasi dan distribusi dana IUK, disana jelas tertera bahwa alokasi untuk ormawa jurusan itu senilai Rp. XXX dari mahasiswa baru. lagipula program yang dibikin HMJ itu jelas tujuan dan arahannya serta terealisasi, tidak hanya sebatas pengajuan. trims

  45. apakah perlu mengumpulkan kembali aktivis dari DEMA…..SMIB…….BEM KM UPI…….BEM REMA…….untuk berbicara regenerasi dalam konteks kaderisasi yang berjenjang……agar paham?
    @kuro dan palma : Kalau jadi aktivis hanya bisa ngitung uang ga usah jadi aktivis,,,,,mendingan ikutan koprasi aja. itu bukan uang HMJ tapi uang MAHASISWA yang kebanyakan ga tau uangnnya dipake apa. jadi kalau HMJ bikin program yang asal dan hanya menghabiskan uang MAHASISWA apakah harus membubarkan diri?

  46. siapa yang membubarkan bem fakultas? ayooo itu kepentingan siapa? kalau bem fakultas menghabiskan uang apakah bem upi tidak menghabiskan uang. contoh dana konres bem se-Indonesia BEM REMA menghabiskan 40. juta. ketua bem pergi ke swiss didukung oleh rektorat…..nah buktinya rektorat mendukung.
    Jangan karena BEM Fakultas tid didominasi oleh orang yang mendominasi bem Rema kemedian berbicara ga perlu.
    Kalau bicara dana….banyak dana mahasiswa yang habis oleh program yang asal-asalan apakah itu amanah?

  47. BEM Fakultas tak ada salahnya.. tapi jangan samakan dengan dulu dan sekarang.. apakah dulu sama dengan adanya “kepentingan-kepentingan”sekarang? #entah itu Bem Fak atau Bem Rema.
    jangan memprovokasi akan adanya dominasi dari suatu golongan dalam suatu organisasi, jikalau anda-anda ingin mengkritik, berkecimpung lah pada organisasi tersebut supaya tahu bagaimana perjalannya.
    apakah dapat dijamin adanya bem fakultas seluruh kepentingan mahasiswa dapat di tampung? toh,, yang sudah ada saja tidak berjalan.. kemana perangkat2nya?! patut dipertanyakan! untuk bem rema sendiri, jikalau anda-anda semua tidak percaya maka ikutlah berpartisipasi di dalamnya.. mudahkan #positive thinking antar mahasiswa jangan mau diadu dombakan. mengutip dari perkataan Anis Baswedan, “seorang mahasiswa harus mempunyai independensi dalam pemikirannya”.

  48. urangmah ngadukung bem fakultas sabab duit hima urang t cair d fpok… jd t jd masalah aya bem fakultas oge.
    HIDUP BEM FAKYULTAS.

  49. Saya setuju dengan konsep dikembalikan kembali BEM Fakultas, akan tetapi saya tdk setuju dengan motif dibalik pengusulan lebih kepada kepentingan keuangan dan tandingan BEM REMA UPI. Bahkan setiap pelaksanaan SU ditiap minggunya hanya dihadiri segelintir mahasiswa, timbul pertanyaan sebegituh apatiskah mahasiswa UPI terhadap organisasi???

  50. sekarang jangan munafik, memang kita membicarakan cover rema. Tetapi sebenarnya yang menjadi sorotan kenapa ingin mendirikan kembali bem fakultas ini karena persaingan suatu golongan yang ingin ikut bersaing dalam dominasi golongan yang lain. jika memang alasannya seperti itu tidak usah di adakan bem fakultas. benahi saja bem rema.. ganti saja menjadi keluarga mahasiswa. rombak lagi keanggotaannya. jangan sampai di dominasi oleh suatu golongan.

  51. Idealnya..Rema Fokus pada permasalahan Kampus keseluruhan dan terutama masalah bangsa Ini….JIka rema tersedot mengurus masalah jurusan dan fakultas…ya sia-sia Rema..gaungnya semakin hilang dikancah nasional….mengurus masalah jurusan juga ga sampai…
    selanjutnya sayang jika para aktivis ex himpunan tidak terwadahi di fakultas dulu…..mau masuk rema hanya sedikit pengurusnya…so banyak aktivis yang vacuum beraktifitas……

  52. bem fakultas berfungsi lebih k ranah internal rema, sementara bem rema sendiri lebih kepada mengurusi ranah eksternal… dengan tidak adanya bem fakultas, dapat kita saksikan sendiri kepincangan yang terjadi dlam mengurusi segala permasalahan dlm tbuh rema sendiri… advokasi misalnya, yg seharusnya menjadi konsentrasi bem fakultas (internal kampus) menjadi ranah kerja bem universitas…. akibatnya,,, banyak program yang terkesan sekedar bin alakadar dengan alasan kekurangan personel… yuk kita berpikir realistis tanpa memandang… tiinggal bagaimana kita sama2 menjada kemurnian idealisme sesama mahasiswa saja…

  53. emmmh……kasian aktivis mahasiswa. adanya bem fakultas dikatakan menghamburkan uang dan pesanan dekanat. kalau begitu bagaimana dengan bem UPI apakah tidak menghabiskan uang? dan kepentingan siapa yang ada di bem UPI? jawabannya naif.
    Yu….diskusi panjang mengenai sejarah dan peran fungsi bem fakultas secara komprehensif?

  54. Sebenarnya, pembentukannya tak perlu menjadi masalah. Namun, apakah realita berkata demikian? Nampaknya tak semua mau berpartisipasi untuk Fakultas. Mereka lebih independensi di himpunan jurusan masing-masing. Jadi, ketika ada pendapat “Ini merupakan kesepakatan sebagian besar mahasiswa.” Nah, mahasiswa mana yang dimaksud?

    Kiranya BEM Rema sendiri mungkin lebih mengerti tentang masalah ini.

  55. Mahasiswa Bangkit

    Lihat aja kebutuhan..
    kalo Rema bisa merangkul HMJ, ia gak perlu.. namun kenyataanya, masih banyak yang gak kerangkul..
    Buktinya, dalam SU pun hanya sebagian kecil yang datang.. tidak setengahnya pun..
    jika Rema dianalogikan negara, tentunya harus ada lembaga ditingkat Provinsi.. tidak mungkin kan dari Pusat langsung ke Kabupaten.. ribet..

  56. dahulu rema sengaja menghancurkan bem fakultas di tahun 2007 karena banyak merasa tersudutkan dengan progresivitas beberapa fakultas, ketua KM UPI pada saat itu mengusung adanya kerancuan pada BEM fakultas, para ketua himpunan semuanya (Yang notabene anak rohis) di giring untuk menyatukan persepsi menghancurkan BEM fakultas, hasilnya uang milyaran hilang dimakan aktivis rohis yang berbaju rema *edited* entah kemana tanpa mau di audit.. sang mantan presiden diberikan beasiswa oleh universitas (politik busuk..!!!),, REMA sampai kapanpun *edited*..!!!

  57. Mahsiswa justru sekarng sibuk dengan aktivitas on organisasi…. adapun masalah fakultas dibentuk, saya sepakat…..mungkin beberapa fakltas tdak butuk tpi untuk di fakultas kai itu dibutuhkan

  58. boleh lah diadakan BEM fakultas, tapi apa bener adanya BEM fakultas itu murni usungan dari mahasiswanya bukan oleh segelintir mahasiswa yang ….. (deskripsikan sendirilah apa sisnya). untuk BEM Rema tolng dong lebih merangkul lagi ke yan lain jgn hanya baik pas butuh saja udah jadi diatas lupa !

  59. dengan perkembangan yang terjadi di FAKULTAS saya, ada banyak dana yang disunat. Dan masalah pembentukannya juga sebelum SU dilakukan itu sudah menyalahi aturan.

  60. kenyatanya hanya seper sekian persen dr mahasiswa upi yang mau mencemplungkan dirinya dalam setiap aktifitas yang ada di kampus ini

  61. pejuang belok kiri jalan terus

    dengan dibentuknya bem fakultas, HMJ jelas akan semakin tersudutkan. suara yang dipakai pasti suara fakuktas, satu orang perwakilan fari fakultas itu bisa melegitimasi suara2 jurusan lain yg ada dibawahnya. senakinlah tak punya bergain HMJ2 yg notabennya sebgai tonggak awal pergrrakan mahasiswa d jurusannya masing2.

Leave A Reply

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com