Direktur Dirmawa UPI Terlibat Plagiat

admin 2 March 2012 99

Cecep Darmawan (tengah), saat sosialisasi SK ormawa di Auditorium PKM UPI. Sekarang dia terancam dicopot jabatannya sebagai Direktur Direktorat Kemahasiswaan karena melakukan tindakan plagiat karya ilmiah saat pengajuan sebagai guru besar UPI.

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Berdasarkan informasi yang diterima isolapos.com, calon guru besar yang tersandung kasus plagiarisme salah satunya adalah Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) Cecep Darmawan. “Itu sudah jadi rahasia umum, begitulah jika pinter tapi keblinger,” ujar sumber yang tak mau disebutkan namanya saat ditemui isolapos.com, Jum’at (2/3).

Saat dihubungi, Direktur Dirmawa tak mengangkat telepon selulernya. Lalu dia memberikan pesan singkat yang berisikan permohonan maaf atas kejadian terkait dirinya.

Dalam pesan tersebut dia menjelaskan bahwa hal itu merupakan sebuah kekhilafan yang tidak disengaja. “Melalui surat pernyataan saya sudah menyatakan permohonan maaf kepada semua pihak, tentu sebagai manusia biasa yang lemah dan tidak luput dari kesalahan,” tulis Cecep kepada isolapos.com saat dikonfirmasi melalui SMS.

Cecep menjelaskan, hal itu dikarenakan ketidakcermatan dirinya pada saat pengecekan ulang naskah karya ilmiahnya. Kata Cecep, kesalahan terjadi pada saat penerjemahan naskah ilmiahnya ke dalam bahasa inggris, dalam edisi bahasa Indonesia catatan kaki dari sumbernya lengkap. “Saya ikhlas apapun keputusannya, mudah-mudahan itulah yang terbaik,” tulis Cecep.

Ketidakcermatan tersebut melanggar keputusan SA No.001/Senat-Akd./UPI-SK/V/2008 tentang Kode Etik Dosen Pasal 8 poin b dan c, tentang kewajiban dosen dalam melakukan penelitian.

Senat Akademik (SA) dalam rapat tadi sore memutuskan menurunkan pangkat dan jabatan serta menggugurkan persetujuan atas usulan kenaikan jabatan Guru Besar bagi ketiga doktor yang terlibat plagiat.

Nama lainnya yang terlibat plagiarisme menurut sumber isolapos.com yaitu calon guru besar dari Manajemen Bisnis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, B Lena Nuryanti, dan satu lagi calon guru besar dari UPI Kampus Daerah Sumedang yang belum jelas namanya. “Namanya cari aja lah gampang,” tandas sumber yang tak mau disebutkan namanya itu saat ditemui isolapos.com. [Isman R Yoezron]

Comments

comments

99 Comments »

  1. fauzan 24 March 2015 at 6:13 pm -

    Wah plagiarisme udah membudaya jigana. Jabatan sekelas Dirmawa pun sampe ikut2an plagiat, ckck

  2. Taufik Sugih 25 July 2013 at 10:05 am -

    ieu berita masih aya keneh?

  3. wakhudin 13 March 2013 at 8:18 pm -

    Ari Cecep Darmawan jadi naon ayeuna, jeung naon bae kagiatanana? Jigana mah tetep jadi Direktur Hak Cipta dan Paten Bajakan, sareng masihan kuliah anu temana “How to be a good provocator and plagiator”.

  4. warga nahdliyin 19 July 2012 at 2:37 pm -

    Mabok jeung rada belegug CD mah. Kumaha Dikti teu curiga, dina seratan CD di Jurnal HISTORIA, Vol.X No.2 Desember 2009, disebutkan yang CD teh “… got S3 degree from Langlangbuana University in Bandung”.

    Boa-boa eta artikel “Strengthening Nationalism, Reinforcing the Dignity of Nation” oge meureun bogana Dosen UNLA (Universilas Langlangbuana).

    Tobat Cep, tobat. Eta teh pelajaran ti Gusti Alloh, ku alatan CD mah rea dengki, hasad, jeung jahat ka batur.

  5. Sukadi 12 July 2012 at 7:02 pm -

    Saya sangat terkejut ternya Jurusan PKN sarangnya plagiator, setelah CD sekarang tersandung kasus yang sama DB dan KS. Saya jadi curiga, jangan-jangan diturunkan dari seniornya CD,KS dan DB yaitu IA?

  6. Bachtiar 30 June 2012 at 11:06 pm -

    Kalau seorang penulis mengutip sebuah sumber tapi tidak muncul di daftar rujukan, atau sebaliknya, yakni banyak sumber rujukan tapi tidak nampak dalam analisis — jadi daftar rujukan itu sekedar pajangan — dianggap tindakan “plagiat”, maka akan banyak Mahasiswa, Dosen, dan Guru Besar di UPI yang masuk kategori “plagiator”.

    Karena itu, hati-hati, bersikap teliti, dan tekun adalah modal penting bagi seorang Sarjana yang Sujana. Jadi, janganlah menjadi seorang Sarjana yang Durjana, seperti yang sedang dijalani oleh CD sekarang ini.

  7. murukusunu 28 June 2012 at 8:41 pm -

    Ya betul ada berita gres, saya bacanya di http://www.inilahjabar.com dan http://www.detik.com tentang plagiarisme yang dilakukan oleh dosen UPI berinisial DB. Baik DB maupun CD ternyata dosen dari Jurusan PKN FPIPS UPI. Wah, bagaimana nih pak Rektor UPI, Dekan FPIPS, dan Ketua Jurusan PKN? Kok adem ayem aja. EGP yah?

  8. Budak Bahasa 21 June 2012 at 8:58 pm -

    Yth Rektor UPI.

    Kami, sebagian dari civitas akademika UPI, sangat prihatin dengan adanya berita terbaru tentang kasus plagiat yang dilakukan oleh Prof Dr DB. Kami prihatin karena sikap pimpinan UPI yang tidak tegas.

    Sebagaimana diketahui bahwa baik CD (kasus plagiat jilid I di UPI) maupun DB (kasus terbaru plagiat jilid II di UPI), keduanya adalah Anggota Senat Akademik UPI yang terhormat.

    Pimpinan UPI harus bertanggung jawab atas pembiaran kedua plagiator tersebut yang masih bercokol di SA UPI. Citra UPI jadi hancur karena sikap dan kebijakan pimpinannya yang terkesan melindungi para plagiator. Padahal kita semua tahu bahwa plagiator adalah koruptor di bidang akademik.

    Sekian, terima kasih.

  9. joni 21 June 2012 at 4:17 pm -

    wah ada berita paling gress nih, seputar-indonesia.com soal pak DB. mana yang benar? kasihan UPI yang sudah melegenda dibusukkan oleh komunitasnya sendiri. Politis, tapi siapa yang bisa dipersalahkan? Mumpung dunia pendidikan Indonesia belum runtuh.

  10. anti plagiat 20 June 2012 at 9:24 pm -

    Cilaka bro, aya nu mlesetkeun Jurusan PKN sebagai Plagiat Kriminal Nasional. Gara-gara Chewan, nila setitik jadi rusak susu sebelanga. Pecat Chewan, kagok edan sakalian.

  11. cah sontoloyo 10 June 2012 at 11:46 am -

    Cep, maneh kudu boga blog atanapi portal, ambeh bisa ngabela diri. Tong cicing bae atuh. Atanapi rek nyebar pamplet deui siga jaman FPMD baheula?

  12. Bendera Pendidikan 6 June 2012 at 9:33 am -

    Berfikir melingkar aja sebelum ambil keputusan… :) untuk semuannya…

  13. MISWAN 20 May 2012 at 1:11 pm -

    Kasihan sampai begitunya, memang saya sendiri kurang setuju ditembak seperti itu, hal ini lebih kejam dari korupsi (tidak manusiawi), tetapi sebaiknya sebelum pengajuan jabatan/ pangkat boh diperiksa dulu secara teliti, kalau benar dia plagiat yang bersangkutan dipanggil perlu menerangkan kenapa sampai begini, jadi jangan dulu dipublikasikan. Kejadian ini berdampak pada semua dosen yang akan mengajukan jabatan/pangkat kejenjang lebih tinggi, menjadi terhambat karena mereka telah siap dan tiba-tiba dengan adanya kasus ini menjadi terhenti, ini bukan hanya di lingkungan UPI akan tetapi seluruh perguruan tinggi termasuk PTS akan terhambat dan terhenti usulan kenaikan jabatannya dikarenakan semua karya ilmiah yang dipublikasikan harus masuk portal dahulu sedangkan keadaan portal baru satu dua, salah satu solusinya maka kalau bisa semua perguruan tinggi memiliki portal, sangat dibangkan susahnya karena portal tidak sebanding dengan jumlah PTN dan PTS serta hutung jumlah dosennya. Hal yang sangat memprihatinkan ini pemerintah harus mempasilitasi serta mewajibkan PTS secepatnya memberikan peluang portal pada pengusul kenaikan jabatan bagi dosen PTS. terimakasi atas kesempatan ini saya mohon perhatian dari semua pihak yang terkait.

  14. MISWAN 20 May 2012 at 12:52 pm -

    Kasihan sampai ditolak pengajuan guru besarnya dan sampai diturunkan pangkat/ jabatannya, apalagi sekarang untuk mengajukan karya ilmiah yang dipublikasikan harus melalui portal, memang saya sendiri setuju untuk karya ilmiah dimasukan portal atau melalui jurnal internet, ini merupakan dampak yang positif tetapi pemerintah harus secepatnya menyediakan banyak lembaga yang mempunyai portal, kalau tidak secepatnya akan mengalami stagnan dalam pengajuan jabatan dan pangkat, dan dampak negatifnya bagi dosen yang telah membuat artikel dan jurnal yang telah dipublikasikan pada tingkat lokal maupun tingkat nasional belum sempat di gunakan untuk kenaikan jabatan dan pangkat, sudah terlindas dengan adanya portal hal ini, kalau mau untuk persyaratan jabatan tahun 2012 ini maka akan tidak berlaku, karena harus dimasukan melalui portal.

  15. joni 13 May 2012 at 4:38 pm -

    yang paling pahit itu orang yang terus mengumbar kebencian dan konflik. seperti yang dilakukan oleh dosen dosen upi ini saling fitnah dan saling menjatuhkan tunggu saja upi ini akan binasa oelh orang orang yang suka menebar kebencian dan fitnah prinsipnya upi sebentar lagi akan hancur oleh mahasiswa dan dosenya sendiri selamat menunggu kehancuran

  16. Johan Wahyudi 13 May 2012 at 9:21 am -

    Karunya atuh ka pak Cecep. Dia sudah tobat kok. Dengan pak Andy pun sdh rekonsiliasi. Dia sebar fotonya waktu masih mahasiswa di FB dan bilang bhw pak Andy itu sohib sejatinya.

  17. Cewan Ce One 11 May 2012 at 11:25 pm -

    Plagiator sama dengan koruptor, sama-sama menduri

  18. Trunojoyo 26 April 2012 at 8:15 am -

    Cecep Darmawangsa kuwi raja sing lalim. Waktu dadi Dirmawa UPI (Universitas Plagiat Indonesia) ning Bandungbondoso, mitesi mahasiswa2 sing kritis lan emoh diatur. Kenang Gusti Allah, raja Darmawangsa kuwi diwei penyakit gondongen sing ora bakal waras2. Saban minggu kuwi penyakit kudu dikemo, dadi pada ireng urute ning gulu. Wis insaf wae, kowe pancen okeh dosane marang wong sejen.

  19. Sutirna 22 April 2012 at 10:54 am -

    Pembelajaran yang sangat berharga bagi semua para Dosen agar tidak mengikuti cara yang berisme kepada plagiat dalam menulis dan meneliti,
    saya alumni sangat merasa sedih dan kecewa karena saya yang selalu membagakan dan mendambakan IKIP Bandung (UPI) sejak dahulu. oleh karena itu mari kita bangun dengan nilai-nilai yang positif secara bersama-sama, sehingga UPI bukan Universitas Plagiat Indonesia. Ok

  20. adi darmawan 24 March 2012 at 1:06 pm -

    sing sabar, sing eling, sing dipasihan kasabaran, sing salamet….

  21. @agil_akas 15 March 2012 at 11:49 pm -

    >>
    Kayanya Solusi dan Masukan yang bermanfaat (nasihat) bakal lebih manfaat deh. Karena kalo kita berbicara nasihat, kan dari seorang pemabuk saja harus diterima, apalagi kalo dari kita (mahasiswa).
    Bukannya di Q.S Al-Fushilat ayat (cari aja ndiri):
    Allah berfirman “Balaslah suatu kejahatan dengan cara yang lebih baik”.
    Iya kan? Justifikasi kayanya tidak memberikan peluang bahwa Beliau bisa bertaubat dan memperbaiki diri. Iya gak?
    Ayolah…

  22. Aisah 15 March 2012 at 11:20 am -

    Kawalat etateh… masih aya waktu utk tobat.

  23. Raden Muhammad Hadi 14 March 2012 at 1:16 am -

    http://ariefmhasan.wordpress.com/2012/03/08/secuil-fakta-mengenai-kasus-plagiarisme/
    Beberapa fakta mengenai isu plagiarisme di UPI yang sebenarnya tidak seperti yang kita dan media bayangkan. Check this out and share it

  24. ardhia 12 March 2012 at 10:33 am -

    Kejadian ini merupakan klimaks…dari sistem yang berkembang di UPI atau dulu namanya IKIP Bandung…. Plagiator bukan hal yang baru di dunia Pendidikan, khususnya di Perguruan Tinggi…Terkait dengan kasus plagiatisasi yang melibatkan Saudara Cecep Darmawan….. di satu pihak saya sebagai alumni IKIP Bandung…(Angkatan 1990)…beda 2 tahun dengan Saudara Cecep Darmawan… sangat prihatin apalagi ini terjadi di Kampus yang melahirkan lulusan guru… di pihak lain…saya melihat hal ini merupakan buah atau hasil dari rekrutmen Dosen atau Asisten Dosen yang tidak berkualitas…. Dulu…dosen-dosen muda yang diangkat oleh IKIP Bandung seangkatan, dibawah atau diatas Cecep Darmawan…sangat kental sekali dengan Faktor X-nya…yaitu KKN, Aktivis HMI, Aktivis Al Furqon, Putera Dosen, Dekan, dekat dengan Guru Besar…sementara aspek akademis dan moralitas keilmuan…jauh dari perhatian…. maka saya tidak heran dan tidak aneh jika…pada akhirnya kampus UPI sekarang tercemar dengan praktik plagiatisasi…karena memang aspek ini tidak menjadi perhatian serius di Kampus IKIP Bandung/UPI….. Sebagai mantan aktivis yang juga pernah berkiprah bareng dengan Cecep Darmawan…. saya menyarankan Lebih Baik Cecep Darmawan mundur saja…dari jabatan Dirmawa ataupun yang lainnya… jangan menunggu sanksi…. kembangkan Budaya Malu…sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswanya dan juga bagi masyarakat….

  25. jaya 11 March 2012 at 3:54 pm -

    mahasiswa harus terus mendorong agar hukuman bagi para plagiat 1000x diperberat, sebagai pembelajaran bagi generasi berikutnya dan nama baik lulusan UPI yang baik-baik dan saya yakin sebagian besar civitas UPI masih baik-baik.

    nb: kalo dicek lagi penelitian-penelitian lainnya dalam sepuluh tahun terakhir dan bukan hanya di UPI saja. gimana hasilnya yah? jangan-jangan banyak juga plagiatornya.

  26. Tin 10 March 2012 at 11:02 pm -

    Civic Hukum berduka… turut prihatin , semoga pembelajaran bagi semuanya….ambil hikmah di balik semua kejadian

  27. saeful 10 March 2012 at 1:23 am -

    hai kaum intelktual upi, jangan sok bersih ya anda menghakimi terhadap orang yang bersalah berfikir cerdas dong, karena itu sudah terjadi, coba anda selidik dan cermati dimana latak kesalahan ke tiga dosen itu, jangan – jangan ada oknum dosen yang ingin mengadu domba, kalau sudah di teliti tentang benar-benar kesalahanya baru, dalam media kedua dosen sudah klarifikasi terhadap penulisnya, dan itu tidak dikatan plagiat, karena alur pemikiranya jelas, lagi pula dalam koran tempo edisi selasa, tgl 6/3 bahwa yang melakukan plagiat itu bukan dosen upi, ini penjelasan dari asdir satu unpad. jangan sok bersih jangan-jangan anda juga sering melakukan hal itu, cuma saja ngga ketahuan………… bgamana sih ini teh, sok tahu lagi, coba tetliti dan berfikir dengan cerdas, dalam menyelesaikan suatu persoalan, saya melihat hanya emosional anda yang dikedepan aja………….

  28. Chewan 10 March 2012 at 12:23 am -

    Jadi, kata para pakar jurnal dari Dikti, kalau kita menyebut sumber dalam teks, kemudian tidak ada dalam Daftar Pustaka, baik disengaja maupun khilaf, itu tetap namanya Plagiat.

    Dan kesalahan itu bukan hanya pada Plagiator, tapi juga pada Pengelola Jurnal, mengapa tidak teliti, mengapa tidak mengedit secara benar dan profesional. Jadi pengelola jurnal itu juga akan kena sanksi dari Dikti.

    Siapa pengelola jurnal itu biasanya? Kalau bukan Ketua Redaksi, ya Sekretaris Redaksi. Atau malah Mitra Bebestari yang mereviu tulisannya CD tersebut.

    Gawat kan? Jadi banyak pihak yang terlibat, gara-gara CD teledor ingin buru-buru jadi Profesor, malah jadi Plagiator.

  29. sobri 9 March 2012 at 6:42 pm -

    yg namanya plagiat itu perampok cuy, merampok hasil karya ilmiah orang lain dan itu hukumannya harus lebih berat daripada ngrampok barang. ga malu apa upi mempertahankan perampok?? salam plagi buat asep = kamu org pkn ya?? pkn yg nyembah berhala kamu berhala cecep. pkn itu mengajarkan pancasila cuy, sila pertama Ketuhanan yang maha ESa. kok tidak dipraktekkan malah nyembah orang.. harusnya kamu yang mengajarkan generasi ini tentang nilai2 kePancasilaan termasuk cecep juga tuh, s1 deui ieu mah cecep harusnya, ga ngerti nilai2 moral.

  30. sobri 9 March 2012 at 6:31 pm -

    sekarang guru besarnya sudah ke laut ya jang asep. ya masih muda suka main ancam, udah gtu plagiat lg. met plagi CD

  31. huda 9 March 2012 at 5:54 pm -

    petinggi upi tidak mau tegas karena mereka juga diduga plagiat, hanya saja tidak ketahuan… :D sesama maling harus saling melindungi bukan? ini pembenaran bagi mahasiswa yang suka nyontek dan nanti niru skripsi orang… kalau ketahuan tidak akan dipecat dan nanti tetap bisa jadi sarjana upi….

  32. aditryan 9 March 2012 at 2:51 am -

    Pada drama amat ya semuanya. Kayak yang pada betul aja. :)))

  33. GAMA 8 March 2012 at 11:04 pm -

    Selaku alumni jurusan PKn UPI, saya merasa sedih dengan kejadian yang sekarang menimpa dosen saya…memang sudah seharusnya UPI memberikan sanksi yang lebih tergas kepada dosen yang melakukan tindakan plagiat (Pemecatan). Namun, sepertinya sanksi dalam bentuk pemecatan sepertinya tidak akan terjadi kepada CD karena yang bersangkutan merupakan salah satu tim sukses pemenangan Prof Sunaryo pada saat pemilihan rektor tahun 2004. Selain itu sudah bukan menjadi rasasia umum bahwa CD merupakan “Anak Kesayangan” Prof Idrus Affandi yang notabene sekarang ini menjadi salah satu penentu kebijakan di UPI…

  34. dody 8 March 2012 at 4:10 pm -

    sudahlah hanya sebagai politisisaja yang bermin kotor mah akademisi jangan ikut-ikutan kotor kalau kotor semuanya saya selaku alumni UPI rekguguru deui kas saha dalaj professor na oge imitasi kembalikan citra seluruh CIVITAS akademika UPI malu

  35. iqbal 8 March 2012 at 2:59 pm -

    Aneh tapi nyata. satu sisi mengatakan plagiat itu adalah perbuatan yang tidak baik, tapi kalau dilihat dari komen-komennya seolah-olah pingin puas melampiaskan demdam lama. Seolah-olah orang yang sudah jatuh ingin digilas sekalian. Inikah cerminan orang-orang yang mengaku dirinya lebih bermartabat dari yang dituduhkan kepada orang lain.
    Kayanya masih mimpi merindukan masyarakat Madani.

  36. iqbal 7 March 2012 at 8:13 am -

    Ayo baca koran PR hari ini ada klarifikasi langsung dari CD menganai duduk permasalahannya. mudah-mudahan isola pos juga bisa proporsional memberikan berita tidak condong kebarat atau ke timur. Yang sudah berburuk sangka bahkan punya niat yang nista, sebaiknya minta maaf saja secara baik-baik yah!

  37. ahmad 7 March 2012 at 8:07 am -

    Saudara Yeni teh Humas Nya Cecep yah? Jeung saralah infonya lagi tidak akurat. Sudah 8 tahun Historia itu tidak dikelola Andi Suwirta, tapi Nana Supriatna. Dalam Koran tempo memang dikatakan bukan dosen UPI, tapi bukan juga dosen IPDN. Saudara ini mau memfitnah dosen di kampus lain, yah! Kamu tahu siapa yang hasud yah Cecep Darmawan? Kamu tahu Cecep dengan FPMD nya, Kasus percobaan pembunuhan dr. Ambar? Tanya pada orang lain yang tahu dan yang obyektif. Jangan tanya ke Idrus, karena Cecep itu anak buah Idrus.

  38. yeni 6 March 2012 at 9:21 pm -

    Tidak ada seorangpun yang membenarkan pelaksanaan plagiat. Untuk informasi penyeimbang tentang plagiarisme yang terjadi di UPI, khususnya kasus CecepDarmawan (CD). Sebenarnya kasus plagiatnya seperti apa? Kenapa tidak ada yang mencari tahu kebenaran plagiatnya seperti apa?
    Informasi yang insyaAllah akurat dan dapat dipertanggung jawabkan, beliau membuat artikel dalam bahasa Indonesia dengan model ada catatan kakinya (sumbernya tertulis), kemudian CD meminta bantuan orang lain untuk menterjemahkan dalam bahasa Inggris. Dengan meminta catatan kakinya menjadi kutipan yang utuh (jelas sumbernya sesuai naskah asli yang berbahasa Indonesia). Setelah selesai diterjemahkan oleh penerjemah, dikirim melalui e-mail, yang kemudian terjadi kecerobohan oleh CD yaitu tidak membaca secara baik dan teliti hasil terjemahan tersebut. Karena waktunya sudah mepet, maka email dikirim ke jurnal yang dituju yaitu jurnal Historia yang pernah dikelola oleh Andi Suwirta. Jadi yang disebut plagiat dalam kasus CD, yakni bahwa tidak disebutkannya sumber dari kutipan tersebut pada konsep hasil terjemahan. Ini pelajaran untuk kita agar tidak ceroboh, karena ternyata itu dapat dimanfaakan oleh orang lain yang mempunyai dendam politik.
    Dalam Koran Tempo (Selasa, 6/03/2012 hal A 9), ada bantahan dan penegasan dari Asdir I Pasca UNPAD bahwa yang menjiplak disertasi mahasiswa pasca bukanlah dosen UPI seperti yang diberitakan di harian pikiran rakyat (01/03/12). Dikatakan bahwa “itu dosen tetangga UNPAD”, yang mengkaji tentang pemerintahan. Dan salah satu kampus tetangga UNPAD di Jatinangor Sumedang yang terkait dengan pemerintahan adalah IPDN.
    Semoga tulisan ini bermanfaat, dan marilah kita menjadi masyarakat yang cerdas yang tidak mendahulukan sifat-sifat hasud.

  39. @insansalman 6 March 2012 at 5:01 pm -

    saya suka koment-koment. . . gk bosen bacanya juga… hehehe

  40. Bukan Marzuki 6 March 2012 at 5:00 pm -

    mantap Marzuki!!! fans cecep vs fans karim.sama2 civic hukum.HMI jg ya?

  41. mahmudin 6 March 2012 at 2:37 pm -

    Tahun 2009, ada dosen ITB yang dipecat sebagai dosen ITB, dicopot gelar Dotor bidang Elektronya dan tidak diperbolehkan lagi berkecimpung dalam bidang keelektroan. Gara gara ybs menulis artikel di majalah internasional, yang dindikasikan hasil karya jiplakan, kejadiannya tahun 2000an sewaktu ybs belum meraih gelar Doktor.

    Sangsi tersebut dikeluarkan oleh Prof D Djoko Santoso (waktu itu, rektor ITB), sekarang Dirjen Depdikbud RI, yang merekomendasikan terjadinga tiga calon guru besar upi sebagai plagiator.

    dalam pengusulan guru besar ke Depdikbud, ada lima tahapan yang harus dilalui. Dan Calon guru besar UPI tersebut bisa lolos sampai ke depdikbud.

    Pertanyaan:
    1. Ada apa dibalik lolosnya calon guru besar tersebut oleh Senat UPI,
    Majelis Guru Besar, Tim Penilai, Direktorat kepegawain dan acc nya
    Pak rektor?

    2. Apa mungkin Pak dirjen menerima begitu saja sangsi ke kepada 3
    calon Guru Besar tersebut berupa dihentikannya pengusulan Guru
    besar? sementara sangsi yang diberikan ke mantan Dosen ITB begitu
    berat?

  42. one 6 March 2012 at 12:00 pm -

    Membaca berita ini, terus terang saja saya malu……., bahkan ketika orang mengatakan UPI = Universitas Plagiat Indonesia, sungguh sedih tapi apa mau dikata emang kenyataan itu yg terjadi. seorang calon guru besar yang seharusnya menjadi panutan ternyata menghalalkan segala cara untuk menggapainya, padahal bukankah seorang guru, apalagi guru besar dari lembaga pendidikan bahkan dari jrusan yang bersinggungan dengan hukum dan moral tentu tahu apa yang seharusnya dilakukan seorang akademisi. Ataukah ini sebuah bukti bahwa pengetahuan akan hukum dan moral bukan untuk dilaksanakan. Yang kita tunggu sekarang adalah keseriusan UPI dalam memerangi “KORUPTOR KARYA TULIS”.

  43. Diding 6 March 2012 at 10:22 am -

    Ingat Cecep dengan FPMD nya, Ingat kasus percobaan pembunuhan dr. Ambar. Ingat Cecep mengekang kehidupan demokrasi mahasisawa. Ceuk si Abeh tea mah ieu mah kawalat, di dunya keneh geus ditempokeun ku pangeran teh, saha nu bener saha nu salah.

  44. Iwan 6 March 2012 at 9:35 am -

    Selesaikan secara intern dulu saja, jangan dikupas mentah bak makan pisang sampai kulit2nya….
    Saya yakin keputusan Rektor yang terbaik untuk menyelamatkan kampus

  45. anak amphi 5 March 2012 at 11:16 pm -

    yang komen ini knp sih? emosi aja kaya bukan orang berpendidikan. ya sudahlah namanya sudah terjadi, kritisi dengan kepala dingin juga cukup.
    kalo komen yg nyambung dong yah, jgn kaya org tolol.

  46. asep 5 March 2012 at 10:56 pm -

    @ hai marjuki : Pendapat anda tendensius dan itu fitnah ………………

  47. heni 5 March 2012 at 10:52 pm -

    kalau bicara jangan asbun marjuki, wong saya tahu kalau benar2 dia tukang nyontek ngga bakal jadi dosen tahu, lagian karim memang sekelas tapi karim itu bukan aktivis, hati – hati kau berbicara ya………

  48. Marzuki 5 March 2012 at 9:14 pm -

    Hai Heni! Cecep itu dari dulu kalau ujian tukang nyontek. Tanya pada teman sekelasnya termasuk Karim Suryadi. Kalau Karim Suryadi memang rajin belajar dari dulu. Kalau cecep hanya pandai bersilat lidah saja. Kamu tahu artikel yang suka dimuat di koran, itu sebagian besar buatan orang lain.

  49. Ali 5 March 2012 at 9:07 pm -

    Dulu Cecep dengan FPMD nya bangga bahwa gerakannya diberitakan di Koran Kompas. Apakah Pa Cecep juga bangga hari ini, Senin, 5/3/2012 diberitakan di Koran Kompas sebagai PLAGIATOR !

  50. dadi 5 March 2012 at 9:02 pm -

    Loba mahasiswa nu terpukau dengan penampilan dan retorika Cecep, padahal mun apalan Cecep teh……? Tapi geuning ayeuna geus kanyahoan belangna, jeung kabuktikeun saha nu rek ngamumule UPi saha nu rek ngaruksak UPI.

  51. Sukadi 5 March 2012 at 8:47 pm -

    Ingat sekitar 10 tahun yang lalu dimana Cecep dengan FPMD nya menuduh pimpinan UPI dengan berbagai tuduhan berbau fitnah. Dengan bangganya Cecep berujar demi kebenaran saya berjuang untuk UPI dan di publikasikan dalam media lokal maupun nasional selama hampir satu bulan. Akhirnya Tuhan membuktikan tidak terlalu lama ternyata semunya bohon dan kamuflase saja. Mungkin Cecep harus tobat, karena benar doa orang yang di dholimi itu dikabulkan.

  52. mahasiswa anonim 5 March 2012 at 8:16 pm -

    @iqbal politik bumi hangus seperti apa tuan? bukannya tindakan plagiat sudah membumi hanguskan citra UPI yang selama ini dibuat?

    @asep sedikit? maksud tuan plagiarisme yang dilakukan bapak cecep yang anda sembah itu tidak terlalu fatal, sehingga dikti tidak perlu mengeluarkan ancaman moratorium? kalau fans jangan terlalu fanatik

  53. mahasiswa anonim 5 March 2012 at 8:13 pm -

    yang salah harus ditindak, agar menimbulkan efek jera dan menjadi pelajaran buat calon guru2 besar selanjutnya. ini sudah jelas melanggar ketentuan hukum yang berlaku, jadi harus ada sanksi yang sesuai dengan pelanggarannya. rektorat jangan tebang pilih, apa karena dia pejabat struktural kemudian UPI tutup mata? adil aja. mahasiswa mencontek langsung BL. Dosen? kesatrialah, biar justru mahasiswa dan publik mengacungi lima jempol pada plagiator2 dan rektorat atas ketegasannya

  54. najip 5 March 2012 at 4:50 pm -

    selamat plagi, pak cecep. selamat anda sudah menunjukkan wajah anda sesungguhnya, wajah munafik yg meluluhlantakkan konstruksi institusi yg dibangun dengan kemuliaan. bagi saya, hukuman paling bijak bagi tukang plagiat adalah dengan cara dihinakan. cekidot!

  55. sunaryo 5 March 2012 at 4:42 pm -

    USUT!!! siapapun tangkap !, siapa yang lebih tau dari tuhan dan dirinya sendiri? Tidak ada! pokonya kalo bener ini aib.

  56. sobari 5 March 2012 at 3:00 pm -

    saya yakin kebenaran pasti akan datang, yang dilakukan oleh pa cecep adalah benar – benar khilaf, karena itu sayang padahal ada kasus serupa di upi, SAMA calon guru besar tapi tidak d angkat ke publik. masih ada harapan itu?

  57. ZAKI 5 March 2012 at 1:15 pm -

    ternyata panutan yang seeharusnya memberi contoh tk luput dari sebuah ksalhan. mudah2han tak terulang kembali,……

  58. Farhan 5 March 2012 at 9:17 am -

    Sepertinya suara-suara yang dulu dibungkam karena terlalu kuatnya seorang Cecep telah bermunculan. Semoga suara itu bisa berkata jujur tidak sekadar fitnah saja. Tapi, kok saya yakin ya, suara itu banyak yang benar.. hehe

  59. asep 4 March 2012 at 9:16 pm -

    saya sangat yakin sekali dan seyakin – yakinya, karena hanya sedikit kesalahan dalam penerjamahan tidak menggunakan catatan kaki nya, lagian ada saja orang yang iri karena belaui kan masih muda dan akan mendapatkan gelar guru besar nya. karena ada yang iri dan sirik aja terhadap karir belaiu, saya mengenal beliu sejak dia jadi aktivis kampus ikip dulu dengan pa karim suryadi

  60. heni 4 March 2012 at 9:11 pm -

    @Hai Marjuki : Emang anda punya bukti bahwa cecep darmawan ambisi dan menghalalkan segala cara? saya yakin dia tidak seperti itu bahkan dia seorang aktivis kampus sekaligus dosen berprestasi, bahkan sering mendapatkan penghargaan………….. coba buktikan dong jangan asbum.

  61. bukan aktifis 4 March 2012 at 8:17 pm -

    ko aneh yaa,ini mahasiswa ‘dingin2’ aja menanggapi kasus ini. BEM Rema juga ko gada suaranya yaa? pada kemana niiihh. Bagian BEM Fakults rameee banget, bagian yang kaya gini, melempem deh. Aduuhhhh malu2in.

  62. Luthfi 4 March 2012 at 8:04 pm -

    Saya pikir konteks plagiator dalam dunia akademik sangat membahayakan, apalagi dilakukan oleh “calon guru besar” yang berada dalam kampus yang berlabelkan pendidikan. Sungguh sangat ngeri sekali, terlepas dari sikap defensife sang plagiator

  63. Dani Mulyadi 4 March 2012 at 7:03 pm -

    @asep: anda yakin bahwa Cecep itu melakukan kesalahan hanya sekecil itu? Orang-orang di dikti tak sebodoh itu untuk mengindikasikan plagiat pada Cecep Darmawan hanya karena kesalahan kurangnya terjemahan pengutipan. bisa saja itu hanya pembelaan sang oknum. pejabat2 di negeri ini yang terkait kasus hukum sudah memberi contoh akal bulus seperti itu.
    Wallahualam

  64. asep 4 March 2012 at 4:58 pm -

    dalam penulisan naskah calon guru besar nya hanya tidak mencantumkan catatan kaki, kesalahan hanya sedikit, tapi kenapa orang begitu menghujat pa cecep, padahal itu tidak ada kesengajaan dan kehilafan, semga tetap bersabar dan berkarya nyata lagi, untuk mengcounteur itu semua saran saya coba tulis di media sebagai bahan klarifikasi kepada publik. ok

  65. nypa 4 March 2012 at 2:03 pm -

    manusia tidak ada yg sempurna baik dosen maupun presiden juga pasti melakukan kesalahan, kebaikan sesorang jrg dibicarakan,, tapi kejelekan seseorang pasti cepat menyebar.. ! jgn gmpang memponis plagiatisme.. belum tentu kita sendiri bebas dari plagiat !

  66. nypa 4 March 2012 at 2:01 pm -

    manusia tidak ada yg sempurna baik dosen maupun presiden juga pasti melakukan kesalahan, kebaikan sesorang jrg dibicarakan,, tapi kejelekan seseorang pasti cepat menyebar.. !

  67. jarzzzzzzz 4 March 2012 at 11:38 am -

    sedih dgn sosok GURU yang harus di gugu dan di tiru

  68. jarzzzzzzz 4 March 2012 at 11:36 am -

    sedihhhhhhhhhhh guru yg harus di gugu dan ditiru seperti ini

  69. Marzuki 4 March 2012 at 10:41 am -

    Saya tidak heran kalau kang Cecep Darmawan melakukan plagiat, sebab sejak mahasiswanya juga sangat ambisius dan menghalalkan segala cara. Punten ka Pa Idrus ulah ngabelaan wae junior nu teu bener ah!

  70. Leni 3 March 2012 at 10:50 pm -

    KECEWA,..TT
    TIDAK SESUAI DGN SLOGAN UPI:(

  71. ismail 3 March 2012 at 10:43 pm -

    jangan sampai UPI menjadi Universitas Plagiat Indonesia, kang cecep sudah silau yah dengan pangkat, jabatan, dan kedudukan? mana idealisme waktu masih mahasiswa??? memalukan, sangat memalukan!!!!

  72. ismail 3 March 2012 at 10:37 pm -

    sebagai alumnus UPI sy sangat menyayangkan kejadian tersebut, apalagi kang cecep darmawan dulunya seorang idealis dan kritis, tetapi ketika masuk wilayah institusi (setelah jadi dosen), kok menjadi gelap mata mengejar kedudukan. Bagi saya, kang cecep telah menjadi pengkhianat gerakan mahasiswa reformis 1998. Memalukan! Sangat MEMALUKAN!!!! Saya harap rekan-rekan seperjuangan dulu yang sekarang membelot menerima tawaran dosen, tidak melakukan hal memalukan seperti itu.

  73. iqbal 3 March 2012 at 9:24 pm -

    Plagiat jangan ditiru, tapi jangan membabi buta liat orang plagiat seolah-olah ada sesuatu banget….
    kalau mahasiswa UPI yang plagiat dalam makalah apa mau tegas diusir dan dipecat jadi mahasiswa UPI? baiknya proporsional dengan kesalahan.
    Jangan pake politik bumi hangus, rakyat jadi rugi semua yang ga ikut berperang.

  74. Think 3 March 2012 at 8:34 pm -

    Drama Plagiator Sedang Putar.

    Kebaikan seseorang seolah-olah hilang oleh satu kesalahan, biarkan di beri sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran dalam plagiat. Namun, Penonton ingin puas dengan keadaan begitu pun dengan Sutradara sedang terbahak-bahak, dramanya ditonton banyak orang bahkan terhibur.

    Semoga para penonton dapat belajar bagaiman agar tak menjadi plagiator di kemudian hari.

  75. eva puji a 3 March 2012 at 8:02 pm -

    waw ????
    smga tmen2 mhsiswa akang teteh tdak mencontoh yahh

    kaget waktu bca yg paragraf akhir

  76. tiara 3 March 2012 at 7:56 pm -

    sadarlah pak, kelakuanmu itu merugikan banyak orang….!!!!!!

  77. Galih 3 March 2012 at 5:37 pm -

    ini yang komen pada ngerti gak sih artinya plagiat?

    jangan2 cuma ngerti dari wikipedia juga…

  78. mutiara maulida 3 March 2012 at 5:25 pm -

    itu amanah untuk kita semua…

  79. maman 3 March 2012 at 4:33 pm -

    TURUNKAN DAN PECAT PLAGIATOR!!!!!!
    UPI HARUS TEGAS…..!!!! Semoga mahasiswa upi dijajaran badan eksekutif menyikapi ini……… USIR PLAGIATOR DARI KAMPUS KITA!

  80. nyarinama 3 March 2012 at 4:04 pm -

    copot aja…! dirmawa selalu menghambat mahasiswa berkarya. ternyata banyak dosa..!

  81. aries iskandar 3 March 2012 at 2:16 pm -

    UPI tidak tegas! di universitas lain jika ada dosen plagiat langsung dicoret!

  82. nateriver85 3 March 2012 at 2:02 pm -

    masih teringat kata2nya :

    mahasiswa itu jangan melakukan politik praktis dan plagiatisme karena akan melanggar aturan akademik dan akan di keluarkan dari lingkungan UPI

    faktanya sekarang ternyata yg memberi wejangan terlibat plagiat, kata2nya mutiara v ilmunya ilmu ajug ( memberi nasehat kepada orang lain sendirinya termakan oleh apa yang dikatakannnya)

  83. banyurekso 3 March 2012 at 11:13 am -

    pastinya akreditasi nondik kian tak bs dselamatkan. Sial!
    Apa bedanya degan universitas terbuka?

  84. Ilham 3 March 2012 at 11:00 am -

    buat dapet gaji gede tapi copas, money oriented sekali anda, gak peduli sama kredibilitas anda sebagai DOSEN, sama nama UPI, sama kami yang kuliah disini, apa emang , gak ada bedanya sama wakil rakyat di DPR sanah, KECEWA !!

  85. suara elektro 3 March 2012 at 10:36 am -

    tak punya malu kali kau, kita orang cari duit wat kuliah susahnya minta ampun blajar siang malam,, kau enak enakan jadi pejabat dengan gelar hasil berbohong,, malu lah kau,, pergilah kau dari upi ! kami tak sudi melihat abstraksi wajahmu yang penuh plagiarisme di kampus UPI!

  86. musthofa amru 3 March 2012 at 10:16 am -

    Cuma pnurunan pangkat?! KENAPA GAK DIKELUARIN aja skalian dr upi..biar di UPI gak makin BANYAK SAMPAH!!! Kampus lain aja berani nindak tegas dosennya yg ketauan plagiat, masa kita nggak..

  87. otonx69 3 March 2012 at 10:03 am -

    gimana upi gak bobrok kalo pemimpinnya kaya gitu,, makanya jngn suka mempersulit mahasiswa.

  88. Muhammad Fajri 3 March 2012 at 8:48 am -

    Mudah-mudahan plagiator musnah di UPI.

  89. Mahasiswa upi 3 March 2012 at 8:45 am -

    Apa ga disengaja?????????BERPULUH2 HALAMAN GA DISENGAJA?????? AJAIB
    Kami tidak mau keringat orang tua kami dipakai untuk menggaji dosen yang tidak kompeten

  90. hans 3 March 2012 at 8:31 am -

    kenapa hanya sanksi akademik??? kenapa tidak dikeluarkan? UNPAR bisa, ITB bisa….cobalah berpikir untuk kepentingan semua civitas akademika termasuk para alumni….kasihan para alumni jadi bahan olok-olokan…

  91. rani 3 March 2012 at 12:02 am -

    bersabarlah, karena musibah ini bisa menimpa siapa saja, masih ada kesempatan untuk mencapai gelar guru besar……….

  92. hani 2 March 2012 at 11:34 pm -

    Kepada pa cecep, bersabarlah karena itu bagian dari ujian hidup, saya yakin anda tidak bermaksud untuk melakukan plagiat apalagi mencontek dan saya tahu, bahwa anda adalah orang yang memiliki jiwa kesatria dalam persoalan ini. tabah dan tawakal mudah – mudahn ada hikmahnya bagi kita semua, dan itu yang terbaik buat upi………….

  93. Syarifudin Hidayat 2 March 2012 at 11:23 pm -

    Saya pikir, kekhilafan itu gak logis banget. Soalnya, untuk memasukan Karya Ilmiah itu yang ribetnya minta ampun pastilah dicek terlebih dahulu. Lagian kelakuan dosen plagiat itu merugikan UPI secara kosntitusi. Banyak dosen UPI yang jujur dan pintar jadi kena getahnya.
    Subhanallah

  94. alumni upi 2 March 2012 at 10:35 pm -

    sebaiknya jangan hanya diturunkan jabatannya, tapi dicopot SK dosennya.
    Masa iya orang yang suka membimbing mahasiswanya dalam membuat karya ilmiah malah melakukan plagiat??? Mau diarahkan kemana kualitas lulusan upi???
    pantas saja pendidikan di indonesia gak maju-maju

  95. hasan 2 March 2012 at 10:04 pm -

    saya salut kepada ke tiga nya karena dia berjiwa besar………….

  96. Ibonk 2 March 2012 at 9:40 pm -

    Makanya catatan kaki jangan ditulis sama kaki. Tulis pake tangan donk.

  97. conan 2 March 2012 at 9:38 pm -

    aku tak menyangka loh…
    astagfirullah
    semoga ditunjukkan yang terbaik buat semuanya atas keironisan ini
    aamiin

  98. Mahardika 2 March 2012 at 8:43 pm -

    Saya turut prihatin. Sebenarnya ada kasus sebelumnya yg juga dilakukan oleh senior Pak Cecep, tapi udah keburu ketutup isu lainnya.

  99. najip 2 March 2012 at 8:20 pm -

    selamat plagi, pak.

Leave A Response »