Berangkat KKN Ongkos Sendiri

57

mahasiswa menunggu kendaraan masing-masing sebelum keberangkatan di depan Gedung Gymnasium UPI, Kamis (5/7).

Bumi Siliwangi, isolapos.com,

Sebanyak 5000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Temantik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2012 berangkat ke berbagai daerah tujuan seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Serang (Banten), Kamis (5/7).

Ketiadaan fasilitas transportasi dari universitas membuat mahasiswa UPI yang akan melaksanakan KKN Temantik ini harus keluar budget lagi untuk charter kendaraan sendiri. Kekecewaan tampak di wajah mahasiswa karena mereka harus banyak mengeluarkan ongkos untuk KKN.

Mahasiswa yang menunggu kendaran masing-masing, harus rela lesehan di pinggir-pinggir jalan depan Gedung Gymnasium. Pasalnya, universitas tidak memberikan fasilitas BUS untuk memberangkatkan mereka ke berbagai daerah tujuan KKN.

Sany Rohaendi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2009 mengatakan, hal ini sangat disayangkan karena universitas yang diharapkan memberikan fasilitas untuk keberangkatan malah melepaskan begitu saja dan mahasiswa sendiri yang harus mengurus semuanya, “ya untuk KKN harus keluar banyak ongkos, transportasi sendiri, seharusnya universitas ngasih fasilitas.” ungkap Sany saat Upacara Pelepasan.

Senada dengan Sany, Reny Fajrianti, Mahasiswa Pendidikan Geografi 2009 mengaku merasa rugi karena mahasiswa harus bayar praktikum tiap semester tetapi untuk praktikum ke lapangan mahasiswa selalu bayar, “berangkat aja harus charter angkot sendiri-sendiri, keluar ongkos lagi,” keluh Reny. [Ratih Ika Wijayanti]

Comments

comments