Mahasiswa Penangguhan Tak Akan Dicutikan

77

Bumi Siliwangi, isolapos.com,-

Sebanyak 30 mahasiswa lama (Mala) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tercatat telah mengajukan penangguhan biaya sampai hari kemarin, bisa bernafas lega. Pasalnya, apabila dana bantuan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) belum dapat dicairkan hingga batas pembayaran SP 13 Juli 2012, mereka tidak akan dicutikan.

Hal ini disampaikan Dudi Septiadi, Menteri Dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa UPI (BEM Rema), saat menggelar konsolidasi advokasi bersama sejumlah aktivis mahasiswa UPI di Taman Heritage UPI, Selasa (10/7).

Konsolidasi itu membicarakan hasil audiensi Tim Advokasi BEM Rema UPI dengan perwakilan pihak kampus, Senin (9/7). Pihak kampus diwakili Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional UPI, Furqon, Kepala Perekrutan Mahasiswa Baru UPI, Asep Supriatna dan Pengelola BMT UPI, Djuntika.

Pukul 8 kemarin, jelas Dudi, merupakan batas akhir pengajuan penangguhan biaya untuk Mala. Meski begitu, sampai siangnya masih ada mahasiswa yang mengajukan advokasi. Tim Advokasi pun melakukan audiensi kembali dengan Asep Supriatna untuk memberikan kelonggaran bagi mereka. Asep pun setuju untuk memberikan kesempatan terakhir.

“Mereka diperbolehkan dengan syarat harus membuat surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain,” tambah Dudi.

Lantas, bagaimana nasib Mala yang terlambat mengajukan penangguhan biaya? Dudi menjawab Tim Advokasi BEM Rema UPI akan tetap mengusahakan membantu mereka, meski pihak kampus sudah tidak menerima lagi. “Jika besok masih ada yang mendaftar, kami akan tetap mengusahakan,” kata Dudi.

Sementara itu pembebasan biaya bagi 35 mahasiswa baru UPI dari jalur SNMTPTN Undangan masih belum bisa dipastikan selama Surat Keputusan belum disahkan Rektor. “Belum pasti selama SK belum keluar,” jelas Dudi.

Selain itu, Dudi menambahkan, sebanyak 278 mahasiswa baru yang tidak lolos seleksi Bidikmisi, akan mendapatkan bantuan dana BMT. “Mereka akan diprioritaskan universitas untuk mendapatkan bantuan BMT nantinya,” jelas Dudi. [Melly A. Puspita].

 

Comments

comments