Pemira UPI 2025: Harapan Terciptanya BEM REMA yang Inklusif dan Demokratis

Oleh: Sanjaya Setia Permana & Rakha Ajriya Di’fan

Bumi Siliwangi, Isolapos.com–Dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi maju dalam Pemilihan Raya (pemira) 2025 dengan membawa visi yang menekankan inklusivitas, perbaikan sistem, dan penguatan relevansi organisasi mahasiswa (ormawa). Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan kursi kepemimpinan, tetapi juga ruang adu gagasan untuk mereformasi wajah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) REMA UPI ke depan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) REMA UPI telah mendeklarasikan penutupan masa pendaftaran calon pada 18 Juni 2025, deklarasi ini dilakukan di teras Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dengan total tiga pasangan calon (paslon) yang resmi mendaftar.

Tiga paslon yang telah mendaftar adalah:

  1. Ghea Firsty Wulan Suci dan Panca Raharja, dari FPTI dan FPSD.
  2. Abu Rosyid Al-Ghifari dan Moch Najril Fauzan Nurdiansyah, dari FPEB dan FIP.
  3. Muhammad Ikhwan Darmawan dan Anang Rafi Anugrah, dari Kampus Daerah (Kamda) Serang dan FPIPS.

Menurut Surat Keputusan KPU Nomor 15/SK/A/KPU.REMA.UPI/VI/2025 tentang  hasil verifikasi tambahan bakal calon presiden dan wakil presiden BEM REMA UPI tahun 2025 menetapkan, pasangan Abu Rosyid Al Ghifrari dan Moch Najril Fauzan Nurdiansyah serta Mohammad Ikhwan Darmawan dan Anang Rafi Anugrah lolos verifikasi berkas dan masuk ke tahap selanjutnya, sedangkan pasangan Ghea Firsty Wulan Suci dan Panca Raharja tidak lolos dalam verifikasi berkas. Verifikasi tambahan dilakukan karena sebelumnya ketiga paslon tersebut dinyatakan tidak lolos. KPU memberikan tambahan waktu kepada para paslon untuk dapat melengkapi berkas yang harus dipenuhi, mengingat masa pendaftaran calon sudah terlalu lama dan tidak mungkin dibuka kembali. 

Nomor urut dari kedua pasangan ini, diputuskan dalam Surat Keputusan KPU REMA UPI Nomor 17/SK/A/KPU.REMA.UPI/VI/2025 terkait nomor urut pasangan calon presiden mahasiswa (presma) dan wakil presiden mahasiswa (wapresma) BEM REMA UPI Tahun 2025, bahwa Mohammad Ikhwan Darmawan dan Anang Rafi Anugrah sebagai paslon presma dan wapresma dengan nomor urut satu, sedangkan paslon Abu Rosyid Al Ghifrari dan Moch Najril Fauzan Nurdiansyah sebagai nomor urut dua. 

Paslon nomor urut satu, Wawan dan Anang, mengusung jargon “PRIMA” yang merupakan singkatan dari Progresif, Rasional, Inklusif, Mandiri, dan Adaptif. Gagasan tersebut menyoroti masalah ketidak milikan mahasiswa terhadap kampus, baik di lingkungan Bumi Siliwangi maupun Kamda. “….bagaimana caranya UPI ini bisa guyub gitu, baik Kamda ataupun di fakultas sendiri, biar tidak ada sekat,” ujar Wawan dalam sesi wawancara.

Salah satu program utama mereka adalah REMARISE dengan menitikberatkan fokusnya pada Research, Innovation, and Development. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya bimbingan karir dan pengembangan profesional bagi mahasiswa. “Bagaimana memenuhi atau mengarahkan mahasiswa-mahasiswa itu ke ranah profesional. Dalam artian ketika melihat organisasi itu bukan proker, organisasi itu bukan pada akhirnya hanya kaderisasi saja walaupun itu fundamental, tetapi output pasca mereka jadi mahasiswa itu seperti apa, dan itu akan dibahas di REMARISE sendiri. Jadi nanti ada mungkin penyediaan magang dari BEM REMA untuk mahasiswa-mahasiswa,” Tegas Wawan.

Sementara itu, paslon nomor urut dua yaitu Abu dan Najril, menyampaikan visi membangun BEM REMA sebagai fasilitator utama mahasiswa, dengan menekankan kolaborasi yang solid antara BEM dan seluruh ormawa. Mereka juga menyoroti pentingnya keselarasan program dengan GBPK (Garis Besar Program Kerja) agar kebijakan BEM tidak lepas dari regulasi dan kebutuhan nyata mahasiswa.

Salah satu Program unggulan dari paslon dua ini adalah “Suar Berlayar” yang dilakukan untuk menampung aspirasi dan juga memvalidasi tujuan yang mereka bawa kepada para mahasiswa. “Jadi kita akan keliling ke setiap fakultas dan juga ke setiap kampus daerah yang berada di lingkup Jawa Barat untuk akhirnya datang serta memaparkan gagasan serta meminta mereka untuk memaparkan apa keresahannya,” ujar Abu. Mereka ingin memastikan bahwa arah kebijakan BEM nantinya benar-benar representatif dan terverifikasi dari bawah.

Wawancara dengan kedua paslon menunjukkan adanya kesamaan pandangan, yaitu keinginan kuat untuk memulihkan partisipasi mahasiswa setelah satu tahun pemira vakum. Keduanya melihat momentum tahun ini sebagai upaya strategis untuk menghidupkan kembali semangat demokrasi kampus yang mulai meredup. Kedua paslon menyadari bahwa revitalisasi ormawa harus dimulai dari sistem kaderisasi yang kontekstual dan program yang menyentuh kebutuhan nyata mahasiswa.

Dalam waktu dekat, kedua tim akan melanjutkan agenda kampanye mereka sesuai jadwal yang ditetapkan oleh KPU REMA UPI mulai tanggal 29 Juni hingga 13 Juli 2025. Dimana terdapat perbedaan dengan tahun kemarin, pada kampanye kali ini tiap paslon sepakat dengan pihak mahasiswa Kamda agar mereka juga melakukan kampanye secara langsung di kampus-kampus daerah, sedangkan di Kampus Bumi Siliwangi sendiri akan dilakukan penggabungan fakultas  di setiap sesi kampanye nya. []

Redaktur: Sennita Tya Divany 

You might also like