IPK Mahasiswa Bukan Penghalang Berorganisasi

337
www.isigood.com/pendidikan-beasiswa/wahai-para-pengejar-ipk-tinggi/
ilustrasi. www.isigood.com/pendidikan-beasiswa/wahai-para-pengejar-ipk-tinggi/

Oleh : Mella Apriliani

Bumi Siliwangi, isolapos.com-Sejumlah kritik datang dari beberapa aktivis organisasi tentang persyaratan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dalam pemilihan calon ketua organisasi mahasiswa (ORMAWA) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ketua himpunan mahasiswa sejarah (HIMAS) Anggi Muhammad mengatakan, IPK tidak perlu dicantumkan sebagai syarat pencalonan ketua ORMAWA.

IPK yang kecil ataupun besar, menurutnya tidak menghalangi seseorang menjadi pemimpin dalam organisasi. Dalam konteks berorganisasi menurutnya tidak hanya keunggulan nilai IPK saja tetapi juga dibutuhkan sejumlah kemampuan soft skill seperti bersosialisasi, kemampuan administrasi, dan kemampuan berpolitik. “Kemampuan kita buat sosialisasi, kemampuan kita melobi, kemampuan kita mempengaruhi orang lain,”tutur Anggi kepada isolapos.com (13/01) di PKM lantai 2.

Hal senada diungkapkan ketua UKSK Nur Hiidayat Santoso. Ia mengatakan, nilai IPK tidak harus selalu menjadi persyaratan calon ketua ORMAWA. Karena menurutnya IPK tidak selalu mencerminkan kecerdasan seseorang dalam berorganisasi. “IPK itu tidak menjamin seseorang mempunyai wawasan dan pemahaman yang bagus,” tutur Dayat.

Menanggapi hal itu Muhammad Ikhsan ketua DPM-REMA UPI 2015 mengatakan bahwa segala persyaratan pemilihan calon ketua ORMAWA disepakati oleh anggotanya. Menurutnya, menjadi pemimpin dalam organisai itu adalah hak setiap mahasiswa.“Ya tergantung seberapa besar aspirasi mahasiswa UPI ya untuk menghilangkan prasyarat IPK tersebut”, ucapnya.

Comments

comments