Menristek dan Diknas Akan Melakukan Kerja Sama

40

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

“Setiap penelitian yang dilakukan harus memperhatikan social engineering dan keunggulan lokal sehingga apapun hasil yang didapatkan  harus bisa diperhatikan, ditengok dan dipakai oleh masyarakat luas,” kata Muhammad Nurhidayat yang mewakili Kemterian Riset dan Teknologi, dalam seminar ysang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (13/02).

Kegiatan yang diadakan di Gedung Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mengangkat tema, “Kimia dan Pendidikan Kimia berbasis keunggulan lokal”.

Nurhidayat mengatakan, dalam arus perubahan sejarah yang sangat tajam, bangsa Indonesia diharapkan mampu menguasai teknologi yang kedepannya  dapat menjawab tantangan bangsa yang meliputi masalah ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, pemeliharaan lingkungan hidup, pelayanan kesehatan, peningkatan industri, dan  penguasaan teknologi. “Teknologi masa depan, yaitu nanoteknologi yang saat ini sangat ditekankan untuk bisa dikembangkan,” sambung Nurhidayat.

Ia pun menjelaskan program-program Kementerian Riset dan Teknologi tidak akan overlap dengan program Kementerian Pendidikan Nasional. Hal tersebut ditegaskan, pada 24 Februari 2010 akan ditandatangani kerja sama dalam nota kesepahaman untuk bisa membagi dan me-link-an program-program Ristek dengan Diknas. “Kerja sama ini dilakukan antara kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan Nasional,” ungkap Nurhidayat. [Mira Humaira]

Comments

comments