Percobaan Pembunuhan Kepala Poliklinik UPI

73

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Kepala Poliklinik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ambar Sulianti mengalami percobaan pembunuhan di parkiran sebelah Selatan gedung University Center (UC), Kamis (25/02). “Saya tidak bisa teriak karena pelaku langsung menyekik leher saya,” cerita Ambar.

Peristiwa itu terjadi siang (pkl. 12.30) saat Ambar akan menghadiri rapat untuk mempresentasikan program kesehatan gratis bagi mahasiswa baru kepada jajaran rektorat UPI dan Direktorat Kerja Sama dan Usaha UPI. “Saat saya memasuki gedung, berkas saya ketinggalan di mobil, saya pun kembali ke parkiran,” kata Ambar sat di hubungi isolapos.com via telepon. Saat itu lah, lanjutnya ada sesosok laki-laki menyerang leher Ambar dari belakang. “Saya pun melawan dengan menyerang alat vitalnya,”. Karena tidak mempan, Ambar pun pura-pura tewas lalu dimasukan ke dalam mobil. “Badan saya dilipat-lipat,” ujarnya.

Saat pelaku menyalakan mobil, Ambar bangun dan langsung keluar mobil menemui orang-orang yang ada dalam gedung UC. “Saya waktu itu teriak-terika minta tolong, mungkin suara saya kecil jadi gak kedengaran,” tuturnya. Padahal depan gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial depan gedung UC biasanya selalu banyak mahasiswa yang kongkow atau yang lalu lalang.

Satpam pun mengejar pelaku, tapi tidak sempat. “Aneh, saya mau dibunuh tapi satpam tidak gesit,” ujar Ambar. Yang anehnya lagi, kata Ambar, dengan rambut acak-acakan, Jajang, Divisi Pengembangan Usaha UPI yang ada di dalam gedung UC, malah mengira saya becanda. “Bu Ambar kesurupan ya,” kata jajang yang diceritakan Ambar kepada isolapos.com.

Ambar merasa kecewa dengan orang-orang yang ada di gedung UC yang tidak langsung tanggap dengan kejadian yang dia alami. “Saya juga aneh, di tempat itu, ko gak ada yang nolong, dan saya juga gak tahu apakah ada orang yang melihat saya saat saya diserang,” kata Ambar. “Mungkin karena parkiran penuh dengan mobil jadi gak jelas terlihat,” tambah Ambar.

Ambar menuturkan, sepertinya pelaku itu sudah tahu dia akan mengambil berkas karena dia datang tiba-tiba. “Pelakunya sudah profesional karena dia tahu titik membunuh dengan cepat, yaitu di leher,” ujar Ambar.

Kemungkinan besar, kata Ambar, peristiwa itu ada hubungannya dengan program kesehatan pro-mahasiswa yang akan dipresentasikan siang itu. “Kalau urusan pribadi, saya merasa tidak punya musuh,” tuturnya.

Kapolresta Bandung Barat AKBP Baskoro Tri Prabowo melalui Kasatreskrim AKP Philemon Ginting saatisolapos.com hubungi via telepon mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan pengaduan percobaan pembunuhan. Pihak polisi masih menyelidiki kasus itu dengan mengumpulkan barang bukti, seperti sandal yang tertinggal dan rekaman CCTV. “Tapi rekaman itu tidak jelas, samar-samar, gambarnya pun terpotong,” ungkap Philemon.

Philemon malah balik bertanya mengenai keterkaitan dengan program yang dicanangkan Ambar, “Selama ini, apakah mahasiswa sering mengeluhkan tarif kesehatan mahasiswa yang dipungut di poliklinik?” [Rudini]

Comments

comments