BEM Menggelar Aksi Kedua

28
Mahasiswa memajang spanduk tuntutan pembatalan kebijakan, dalam aksi kedua yang digelar di depan pelataran parkir Universitas Pendidikan Indonesia, Kamis (5/5).

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Mahasiswa kembali menggelar aksi yang kedua kalinya menuntut dicabutnya kebijakan tentang naiknya uang masuk mahasiswa baru jalur SNMPTN, tarif parkir berbayar dan surat keputusan organisasi mahasiswa, Kamis (5/5). Meski sejak pagi hujan mengguyur, namun  sekitar seratus orang mahasiswa yang dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tetap melanjutkan aksinya.

Dalam Aksi kali ini, terlihat sejumlah pasukan kepolisian berjaga di sekitar kampus. “Mungkin terlihat banyak karena mobilnya sampai tiga, tapi jumlah pasukan hanya sekitar dua pleton saja,” ujar Usman Waka Satsabhara Polrestabes Bandung.

Usman menjelaskan, ikut sertanya kepolisian dalam penjagaan aksi kali ini untuk menghindari hal yang anarkis.”Karena segala sesuatunya tidak bisa diprediksi,” ujar Usman.

Aksi  dimulai mahasiswa dengan berorasi di pelataran parkir Direktur Direktorat Pembina Kemahasiswaan. Mereka meneriakkan meminta dirmawa untuk turun menemui para mahasiswa. Namun, Direktur Direktorat Pembina Kemahasiswaan, Cecep Darmawan sedang tidak ada di tempat “Turun DIRMAWA , turun DIRMAWA , sekarang juga !,” teriak para mahasiswa secara berulang-ulang..

Lalu, Mahasiswa bergerak menuju Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Disana mereka mengajak mahasiswa lain untuk ikut bergabung, dan lanjut bergerak ke fakultas lainnya.

Di depan Fakultas Pendidikan  Bahasa dan Seni, mereka lalu mengadakan aksi teatrikal yang menggambarkan komersialisasi pendidikan di UPI. Aksi teatrikal ini diakhiri dengan penyobekan dan penginjakkan SK Ormawa  oleh salah seorang mahasiswa.

Mereka lalu bergerak dan melanjutan aksi di depan kantor rektorat gedung Isola, berorasi agar tuntutan mereka dipenuhi. Tak lama kemudian, keluarlah Dadang Sunendar, Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan menemui para mahasiswa yang sedang beraksi.  Dadang pun meminta perwakilan dari beberapa mahasiswa untuk mengikuti audiensi ke dalam gedung.

Saat perwakilan mahasiswa masuk ke dalam gedung Isola, terjadi aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dengan pihak security.  Ditengah aksi tersebut, Abydzar Menteri Luar Negeri BEM Rema UPI mengaku  mendapat pukulan di kepalanya sebanyak dua kali oleh oknum tidak dikenal. “Saya yakin yang memukul bukan dari security, ada provokator disana,” ujar Abydzar.  [Lia Anggraeni/Nisa Rizkiah]

Comments

comments