Puisi: Variasi Laut

288
Ilustrasi

1

Kau seperti penyu-penyu yang menanggalkan sepi dari tempurung perasaanku.

Di atas perahu, langit kulit kerang menyerupai mataku yang bergetar.

Sambil menghisap aroma sesaji yang begitu kasar. Ombak-ombak kecil

merusak halusinasiku tentang pertemuan perantauan dan pulau

yang dihuni seribu pengkhianatan.

 

 

 

2

Bahasa perempuan ibarat cinta yang mentah dalam sesaji.

Di laut ini, pernah kubayangkan cahaya seperti lidah pisau menusuk kulitku.

Selalu saja orang-orang dengan kepala

dan mata yang berantakan

memusuhi tempatku mematung.

Para camar berkapi menuju kedalaman mataku

angin merakit ingatan, kenangan serta merta

terajut bagai awan-awan kismis yang berbisik.

 

3

Aku duduk setia seperti perahu, menunggu langit kusut

mengejar masa lalu, laut yang gelisah

khas dengan segala kesedihannya

mengalir di antara ajal dan masa depan anak-anakku.

Tapi kau telah melepas setiap kebatan.

Seperti seseorang yang pernah aku lupakan.

2012

 

Wishu Muhamad mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, angkatan 2010

Comments

comments