“Simulasli” Metode Baru Kenalkan Mahasiswa dengan Aksi

66

Oleh: Rio Tirtayasa

Bandung, isolapos.com– Siang itu, Sabtu (18/02), Kantor Daerah Operasi I Kereta Api Indonesia (KAI) dikerubungi sekumpulan mahasiswa yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (KEMA FPBS). “Tak ada asap, tak ada api” tiba-tiba para mahasiswa itu berbaur dengan para demonstran yang terdiri dari warga Kebun Jeruk.

Alih-alih dikatakan demo murni menuntut perihal penggusuran kios dan tempat tinggal warga Kebun Jeruk, KEMA FPBS menjadikan momentum demo ini sebagai salah satu kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Fakultas (LKMF). Aksi yang diinisiasi secara spontan ini bukan lain adalah simulasi demo bagi calon anggota KEMA FPBS.

Maksud dari aksi tersebut dijelaskan Fikri Zainur, Ketua KEMA FPBS yang menuturkan bahwa peserta akan lebih berkembang ketika langsung praktek terjun ke lapangan. “Jadi kita balik, biasanya pematerian dilanjutkan simulasi. Sekarang kita terjunkan dulu ke hal praktis,” katanya saat ditemui isolapos.com, Selasa (21/2).

“Walaupun sangat membuat peserta kaget, tapi kegiatan ini berjalan dengan lancar. Para peserta pun dapat merasakan bagaimana berjuang bersama masyarakat,” ujar Fikri.

Fikri juga menambahkan, mahasiswa harus kembali pada peran dan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat. “Kita harus merefleksikan kembali peran dan fungsi mahasiswa, khususnya bagi masyarakat tertindas, makanya kita datangkan ke Kebun Jeruk,” lanjutnya.

Sementara itu Ahmad Muzaky, peserta dari Departemen Pendidikan Bahasa Daerah berujar bahwa dirinya dapat merasakan situasi demo sebenarnya. “Saya sendiri menamakan simulasi itu adalah ‘Simulasli’ karena simulasinya yang benar-benar asli.”[]

Redaktur: Prita K. Pribadi & Pathan Ismail

Comments

comments