(Lagi) Vandal Terjadi di PKM

251

Oleh : Muhammad Zaki Annasyath

Bumi Siliwangi, isolapos.com Kamis (16/08) Pagi, Deni Ramdhani, Petugas PKM, dikejutkan dengan adanya tulisan besar diatas sekre BEM REMA UPI sesaat setelah membuka pintu PKM. Vandal tersebut, (seperti yang tertera digambar) bertuliskan “Maneh nu gagal, Goblok” dengan beberapa tanda silang di kacanya. Tentunya hal tersebut menimbulkan keresahan di kalangan Ormawa UPI..

Saat ditemui isolapos.com di halaman PKM, Deni, selaku orang pertama yang menemukan tulisan tersebut mengungkapkan dirinya baru mengetahui perihal tulisan di sekre BEM REMA UPI jam 06.15 pagi ketika mau bersih-bersih PKM. Setelah mengetahui hal tersebut, Deni segera melapor ke Kokom, selaku security PKM “Bu Kokom melapor ke K3,” Ujar Deni

Deni juga mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui kapan tulisan vandal ini muncul, sebab malam sebelumnya, sekitar jam 20.10, ia datang ke gedung PKM untuk mematikan lampu “Pas matiin lampu, gak tau ada tulisan gak tau nggak, ngeh nya mah tadi pas pagi kesini jam 06.15,” Tutur Deni. Ia menambahkan, kemungkinan pelaku vandal masuk lewat pintu samping, dikarenakan pintu samping lupa belum terkunci

Kokom Kemalasari, security di PKM, Mengungkapkan bahwa dirinya yang memberikan informasi kepada K3. Saat menerima WA dari Deni jam 6.21 pagi, dirinya sedang dirumah dan akan menuju kampus. Setelah mengetahui informasi tersebut, Kokom segera melapor ke UPT K3 via WA jam 06.25. “Ibu mah, langsung ke UPT K3, ngabsen, ngobrol dulu sama Pak Cecep tentang ini,” jelasnya.

Malam sebelumnya, Kokom pulang dari PKM jam setengah 7 malam. Beberapa mahasiswa saat itu masih terlihat beraktifitas di gedung PKM “Ibu pulang dari sini, masih ada beberapa mahasiswa yang ngumpul,” Ujar Kokom

Deni Nugraha salah satu security berpendapat bahwa, vandal kali ini masih berhubungan dengan vandal tahun lalu. “Mungkin ini masih bersangkutan dengan vandal pemilihan BEM REMA tahun sebelumnya,” Lebih lanjut Deni mengatakan akan ada tindak lanjut dan penyelidikan dari pihak UPT K3 sebagai keamanan kampus

Menteri Komunikasi dan Media Informasi BEM REMA UPI, Dini Sri Mulyati mengatakan, bahwa menyatakan aspirasi memang merupakan hak dalam berdemokrasi, tetapi yang disayangkan adalah cara dalam menyampaikan aspirasi tersebut. Dini menambahkan ada cara yang lebih baik untuk menyampaikan aspirasi kepada BEM REMA UPI “Dibandingkan mencoret-coret yang merugikan petugas kampus juga, ya mangga gitu chat di OA kita, ketemu dengan fauzan dan teman-teman yang lain-lain,” Pungkasnya saat ditemui di depan sekre BEM REMA UPI.

Muhammad Muttaqin, selaku petugas PKM, atau yang lebih diakrab dengan sapaan Pak Mumu, menyesalkan mengenai tindakan vandal tersebut. Beliau mengatakan mahasiswa seharusnya tidak boleh merusak fasilitas yang ada di kampus “Ini kan tempat maraneh oge, tempat mahasiswa juga, jangan sampai mahasiswa juga yang ngerusak,” Ujarnya di sela-sela mengecat tembok []

Redaktur : Dzahban Jodie

Comments

comments