Edi Suryadi: Bagi Internal UPI, Parkir Gratis

474

Oleh: Rio Tirtayasa

Bumi Siliwangi, Isolapos.com— Senin (26/11), isolapos berkesempatan mewawancarai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Administrasi Umum, Edi Suryadi. Pertemuan ini menindaklanjuti palang parkir otomatis yang sudah di pasang seminggu sebelumnya.

Edi menjelaskan bahwa dia bisa memahami ketakutan mahasiswa akan berlakunya parkir berbayar. Namun, terlepas dari itu, kebijakan parkir tidak berbayar bagi civitas akademika UPI. “Misalnya kekhawatiran bayar itu ya wajar-wajar aja, tapi kita ingin gratis bukan hanya mahasiswa, tapi dosen dan civitas akademik lain juga,” jelasnya.

Edi menghimbau kepada seluruh internal UPI, baik mahasiswa, dosen, karyawan, dan lainnya untuk segera membuat kartu parkir di BNI. Surat edarannya pun sudah diedarkan ke setiap civitas akademika UPI.

“Mahasiswa yang punya kendaraan harus daftarkan nomor kendaraannya, lapor kalo punya motor, motornya daftarkan. Nanti diberi Tap Cash, mau masuk pun masuk saja, ada kamera di situ” ujar Edi di ruangannya.

Namun, Edi menegaskan bahwa parkir gratis hanya untuk internal UPI saja. Bagi orang luar UPI atau yang tidak mempunyai kartu Tap Cash harus bayar. Dia menjelaskan kenapa orang luar harus bayar, karena banyakan yang memanfaatkan parkir di UPI. Seperti warga sekitar UPI yang menginapkan mobilnya di dalam kampus. Selain itu, banyak bus yang bertujuan bukan ke UPI, tapi diparkirkan di dalam kampus.

“Parkir itu sudah sembarangan bus itu, coba liat di belakang (lahan parkir di lapangan berdebu-red), padahal tujuannya ke Aa Gym, tapi parkirnya disini, jalan kan rusak,” tambah wakil rektor itu.

Rencananya palang parkir otomatis ini akan diuji coba mulai awal Desember nanti. Kemudian awal tahun  2019 baru dilakukan penerapan parkir berbayar.

Akan tetapi, Edi juga menjelaskan kalau parkir gratis bagi civitas akademika UPI ini hanya berlaku sampai masa jabatan pimpinan yang saat ini selesai. “Gak tau kan 2020 itu pimpinan berganti kedepannya, tapi pimpinan yang sekarang digratiskan”. []

Redaktur: Dzahban Jodhie

Comments

comments