Sekretariat BEM, DPM, dan MPM Rema Ditutup Paksa

1,440

Oleh: Rio Tirtayasa

Bumi Siliwangi, isolapos.com- Kumpulan Ormawa Fakultas dan mahasiswa UPI melakukan penutupan paksa sekretariat BEM, DPM, dan MPM Rema UPI pada Minggu (4/11) sore. Penutupan ini lantaran kekecewaam mereka terhadap KPU Rema UPI yang masih melanjutkan kegiatannya. Padahal Jumat lalu Dirmawa telah menginstruksikan KPU untuk mengatur ulang jadwal kegiatan.

Ahmad Salam, Ketua BEM Kema FPOK mengatakan bahwa ia sudah tidak percaya dengan KPU karena hasil rapat dengan Dirmawa kemarin dikhianati. “Jadi dari Dirmawa tuh jangan diteruskan terlebih dahulu sebelum Ormawa Fakultas, KPU, BEM, DPM, dan MPM berkumpul bermusyawarah,” kata Salam.

“Nah hari Sabtu ternyata KPU melaksanakan penetapan nomor paslon dan verifikasi,” lanjut Salam.

Salam mengaku kecewa dengan tindakan KPU yang sepihak. Apalagi tidak adanya sosialisasi, baik secara langsung maupun yang diinfokan di media sosial. Salam juga kebingungan karena anggota KPU pun tidak mengetahui mengenai penetapan tersebut.

Senada dengan Salam, Agus Elga Uyuandi, Ketua BPO Senat Mahasiswa FIP juga merasa kecewa dengan KPU. Baginya, penutupan yang dilakukan karena ketidakpercayaan dan ketidakpuasan Ormawa Fakultas dan mahasiswa UPI terhadap KPU. Dia juga sedikit menyinggung Presiden BEM Rema 2018, Muhammad Fauzan Irvan, “Terus tidak ada klarifikasi dari presma, tidak ada tindakan presma untuk menenangkan warganya,” tambah Agus.

Mengenai kenapa harus sekretariat BEM, DPM, dan MPM Rema yang ditutup paksa. Salam mengatakan bahwa perihal KPU menyangkut BEM dan DPM Rema. Pernyataan tersebut juga didukung oleh Agus, “Karena mereka (BEM dan DPM -red) yang membentuk.” ujar Agus

Saat ditanya mengenai tuntutan, Salam mengatakan mahasiswa UPI menginginkan  musyawarah terlebih dahulu dengan KPU, BEM, DPM, MPM Rema untuk menghasilkan kesepakatan. “Apakah dicut atau harus berjalan tanpa ada masalah lagi dengan Ormawa Fakultas,” tambahnya.[]

Redaktur: Zaki Annasyath

Comments

comments