#TrashChallenge Ajarkan Karakter Cinta Lingkungan

53

Oleh: Intan Cici Fatimah

Akhir-akhir ini viral tantangan #TrashChallenge oleh para pengguna media sosial. Uniknya tantangan ini bukan mengajak para penantangnya melakukan hal yang ekstrim melainkan mengajak untuk memungut sampah yang ada dilingkungan sekitar. Biasanya orang-orang memotret tempat berlimpah sampah berserakan lalu mengubahnya menjadi bersih, lantas mempostingannya pada akun media sosial pribadi mereka. Selain menarik, tantangan ini sangat positif karena merupakan suatu gerakan peduli lingkungan. Sejauh ini ada sekitar 37.479 pengguna Instagram menggunakan #TrashTag dan 3.587 untuk #TrashTagChallenge.

Dilansir dari beberapa sumber, memang tren #TrashChallenge ini telah muncul dari beberapa tahun belakang dan kembali booming saat ini. Hal tersebut menandakan jika media sosial menjadi penggerak utama cara pandang masyarakat. Berbeda jika kita melihat kalimat himbauan “Buanglah sampah pada tempatnya!”. Seringkali kalimat tersebut hanya terbaca sekilas tanpa terpatuhi. Padahal tempat sampah yang representatif sudah banyak tersedia namun tetap saja sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Sangat disayangkan memang, mengingat akibat yang akan dihasilkan jika membuang sampah sembarangan.

Perilaku tersebut sangat berkaitan erat dengan cara pandang dan karakter yang dimiliki masyarakat. Dikutip dari Media Indonesia bahwa kebiasaan membuang sampah pada tempatnya ternyata lebih terkait dengan kecerdasan/kematangan karakter, bukan kecerdasan akademik. Bagi orang yang mempunyai kematangan karakter akan menganggap himbauan buanglah sampah pada tempatnya merupakan kalimat instruksi yang harus dilakukan dan jika tidak dilakukan, ia akan menanggung resikonya.

Mengubah karakter masyarakat tidaklah mudah, tetapi akan lebih mudah jika dimulai dari individunya sendiri. Bagaimana caranya? Mudah, jika peduli dengan lingkungan maka harus mulai mencintainya. Mencintai lingkungan bukan saja harus membuang sampah pada tempatnya atau gotong-royong membersihkan lingkungan. Tetapi hal itu lebih pada penyadaran dalam diri terkait penyebab berkesinambungan akan apa yang dilakukan pada lingkungan berimbas pada diri kita.

Perlu diketahui bahwa rata-rata dalam satu hari masyarakat Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah atau setara dengan luas satu lapangan sepakbola, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Dinas Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari dalam pikiranrakyat.com. Bayangkan jika dari waktu kewaktu terus menumpuk akan sebesar apa nantinya. Hal buruknya akan kelebihan kapasitas lalu memakan korban tentunya hal tersebut sangat tidak diinginkan.

Lalu bagaimana solusinya? Mulailah dari peduli dan sadar dengan kebiasaan sehari-hari. Jika melihat sampah biasakan buang pada tempat sampah sesuai jenisnya (pemilihan sampah), kurangi penggunaan plastik dan menghabiskan makanan. Itulah beberapa contoh hal yang mudah dilakukan namun tanpa tersadari bahwa dapat mengubah sesuatu yang besar. Hal itu juga selaras dengan program Kang Pisman yang disosialisasikan oleh pemerintah Kota Bandung guna memerangi masalah sampah. Penyadaran karakterlah yang harus mulai ditumbuhkan sejak dini. Sadar akan alam yang dipinjamkan oleh Allah dan kewajiban kita selaku peminjam tentu harus menjaganya. Melalui tantangan #TrashChallenge ini kesadaran masyarakat akan lingkungan dapat dikatakan cukup meningkat tanpa kita lihat dari sisi lain seperti karena tren dan sebagainya.[]

Referensi:

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/11/15/1500-ton-sampah-diproduksi-warga-bandung-setiap-hari-433271

https://wolipop.detik.com/home/d-4463999/viral-trash-tag-tantangan-pungut-sampah-di-jalanan-yang-layak-kamu-tiru

http://mediaindonesia.com/read/detail/128730-pendidikan-karakter-membangun-perilaku-sadar-sampah

Redaktur: Yulienda Maulida Fajar

Comments

comments