Peristiwa di Balik International Women’s Day

108

Oleh : Salsabilla Ramadhanty Surachman

International Women’s Day, pertama kali eksis sebagai perlawanan 15000 perempuan pekerja pabrik garmen di New York, Amerika Serikat pada awal tahun 1908. Pergerakan itu bermula pada tanggal 28 februari, berbentuk aksi long march yang menuntut hak asasi kesetaraan perempuan dalam minimnya pendistribusian gaji dan meminta sama rata suara di ruang politik.

Pada tanggal yang sama tahun 1909, Partai sosialis amerika serikat, melakukan inisiasi peringatan International Women’s Day sebagai hari besar yang dirayakan seluruh kota di Amerika. Awalnya peringatan tersebut dinamai sebagai hari demonstrasi. Hari besar perempuan tersebut dirayakan bersamaan dengan deklarasi partai sosialis Amerika.

Pada tahun 1910, seorang aktivis perempuan kenamaan Jerman sekaligus ketua “perempuan kantor” partai sosialis demokrat Clara Zetkin, mengusulkan untuk menggagas peringatan hari perempuan internasional pada konferensi pekerja perempuan internasional di Koepenhegen, Jerman, lanjutan konferensi sebelumnya yaitu konferensi Stuttgart. Dalam gagasannya, Clara Zetkin menuturkan bahwa setiap tahun pada tanggal yang sama, hari perempuan nasional harus dirayakan sebagai tonggak advokasi untuk menekan tuntutan hak mereka. Dalam konferensi tersebut, hadir seratus delegasi yang tersebar dari 17 negara. Kelompok-kelompok yang mewakili diantaranya adalah perempuan Sosial Demokrat Jerman, Liga Buruh Wanita, Federasi Klub Wanita Sosialis dari Belanda dan banyak lainnya. Konferensi kedua tersebut menyepakati hak pilih perempuan sebagai hak pilih universal.

Peristiwa Triangel Fire

Konferensi Koepenhegen yang berisi tuntutan pemenuhan hak-hak perempuan, baru diputuskan di konferensi yang sama pada tahun 1911. Di tahun itulah, International Women’s Day dirayakan perdana oleh beberapa negara di eropa seperti Jerman, Swiss, Austria dan Denmark pada tanggal 19 maret.  Satu juta perempuan melakukan aksi damai dengan menuntut beberapa poin yang diantaranya;

  1. Pemenuhan hak-hak perempuan bekerja,
  2. Hak menduduki kantor-kantor pelayanan masyarakat,
  3. Hak dipilih,
  4. Hak pelatihan kerja, dan
  5. Penghapusan diskriminasi.

Pada tanggal 25 Maret 1911, kurang dari seminggu setelah perayaan International Women’s Day, pabrik garmen Triangel Shirtwaist Company di New York mengalami kebakaran besar. dikutip dari History.com , jumlah korban jiwa yang didominasi oleh perempuan tersebut mencapai angka 146, dan 71 orang diantaranya luka-luka, dikarenakan elevator yang tidak berfungsi dan jalan keluar yang dikunci membuat kebanyakan korban melompat dari ketinggian yang tidak wajar. Latar belakang korban, mayoritas imigran Italia, dan sebagian berdarah Yahudi.  pabrik yang dimiliki oleh Max Blanck dan Isaac Harris tersebut pernah mengalami insiden kebakaran pada tahun 1902, dengan sengaja membakar pabrik garmen tersebut yang bertujuan mengumpulkan asuransi kebakaran. Sejarah mencatat, bahwa insiden kecelakaan industri garmen di New York tersebut, merupakan sejarah paling kelam Amerika Serikat.

Insiden triangel fire tersebut  kemudian menjadi pemicu dibentuknya undang-undang keselamatan kerja serta menjadi fokus advokasi  konferensi selanjutnya dalam peringatan International Women’s Day.

Hari perempuan dalam perang dunia pertama
Lain di Amerika, lain pula di Rusia. Di malam sebelum perang Dunia I tahun 1913, Perempuan Rusia merayakan  International Women’s Day dengan aksi kampanye perdamaian pada 28 Februari. Sebagai gerakan lanjutan dari peringatan tersebut, ditawarkan gagasan untuk mengganti hari perayaan IWD  di bulan Maret, yang kemudian diberlakukan secara global sejak  itu. Pada tahun 1914, perempuan di kawasan Eropa menggalakkan aksi anti perang dan mengekspresikan solidaritas antarperempuan.

Tahun 1917 di hari Minggu terakhir bulan Februari, seorang perempuan Rusia melakukan demonstrasi untuk “roti dan perdamaian” sebagai respon tewasnya 2 juta tentara Rusia di medan perang.  Aksi perempuan ini mendapat kecaman dari pemimpin politik tetapi perempuan Rusia ini terus melakukan demonstrasi, 4 hari kemudian Czar ditekan untuk mengundurkan diri dan Pemerintah Sementara memberikan hak pilih kepada perempuan. Tanggal dimana perempuan Rusia melakukan demonstrasi ini adalah hari Minggu tanggal 23 Pebruari, dalam kalender Julian yang digunakan di Rusia ketika itu,  sama dengan kalender Gregorian yang jatuh pada tanggal 8 Maret.

Tambahan: Tahun 1917 – 1999
Sejak lahir dalam gerakan sosialis, Hari Perempuan Internasional telah menjadi hari global  diperingati dan dirayakan dalam lintas negara, baik oleh mereka yang ada di negara maju maupun negara miskin. Selama beberapa dekade, IWD telah tumbuh  semakin kokoh tiap tahunnya. Selama beberapa tahun PBB juga telah mengelar konferensi untuk melakukan koordinasi untuk upaya-upaya internasional untuk memperbaiki hak-hak perempuan dan partisipasi dalam proses sosial, politik, maupun proses ekonomi. Pada tahun 1975, PBB menetapkan “Tahun Perempuan Internasional”.

Organisasi-organisasi perempuan dan pemerintah di seluruh dunia juga merayakan IWD setiap tahunnya pada tanggal 8 Maret dengan mengelar acara-acara dalam skala besar untuk menghormati peran dan prestasi perempuan. Secara bersamaan,  tetap juga mengingatkan untuk terus waspada dan meneruskan aksi bahwa menjamin kesetaraan perempuan adalah kemenangan dan tugas yang harus terus dipelihara dalam segala aspek kehidupan.[]

Sumber: History.com dan wydii.org

 

Redaktur: Rio Tirtayasa

Comments

comments