UPI Minta Kejelasan Kasus Andri

68

Perwakilan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabe) Bandung saat beraudiensi dengan perwakilan UPI di Mapolresta, Kamis (12/1).

Bandung, isolapos.com-

Beberapa perwakilan mahasiswa dan Humas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan audiensi mengenai tindak lanjut kasus pembunuhan Andri Wardiansyah, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik 2007 di Mapolrestabes Bandung.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (Bem Rema) UPI, Ali Mahfud menyatakan bahwa perwakilan dari mahasiswa UPI tersebut ingin mengetahui kronologis peristiwa  penusukan almarhum Andri serta sudah sejauh mana penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. “Kami ingin tahu informasi lebih jelasnya,” ujar Ali,  Kamis (12/01).

Audiensi diikuti beberapa perwakilan dari Bem Rema UPI, Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa dan Humas UPI.

Pihak kepolisian yang diwakili oleh Kasat Reskim Polrestabes, Wijanarko memaparkan kronologis pembunuhan Andri saat itu tengah dalam perjalanan pulang seusai mengisi acara tahun baru di Jatinangor.

Wijanarko menjelaskan bahwa kejadiannya berlangsung sekitar pukul 01.45 dini hari. Korban ditemukan tergeletak dalam keadaan telungkup dengan posisi tangan memegang handphone. “Setelah mendapat laporan, kami langsung ke tempat kejadian perkara di jalan Cipaganti,” papar Wijanarko

Wijanarko menambahkan bahwa menurut keterangan saksi, sempat terjadi keributan antara korban dan pelaku yang diketahui dua orang tersebut, sebelum akhirnya terjadi penusukan. “Pelaku kabur sebelum sempat dikejar,” tambahnya.

Ali mengatakan pelaku penusukan Andri memang belum tertangkap hingga saat ini, Namun, beberapa pihak menduga keterlibatan geng motor dalam kasus ini. “Adakah keterkaitan geng motor dalam peristiwa ini?” tanya Ali.

Menjawab Ali, Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes, Endang Sri Wahyu Utami menjelaskan bahwa sejauh ini belum diketahui apa motif penusukan, sehingga belum dapat dipastikan siapa pelakunya. “Siapa pun orangnya akan diposisikan sebagai pelaku tindak pidana,” jelas Endang.

Humas UPI, Andika Dutha Bachari menambahkan bahwa keberadaan geng motor di Bandung memang sangat meresahkan. Ruang publik ini dirasanya sudah tidak lagi aman dan kondusif. “Sebagai kampus pendidikan, kami ingin mendidik warga kota untuk lebih tertib.” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Ali meminta agar pihak kepolisian menginformasikan setiap perkembangan kasus Andri. [Dini Nurfadhilah]

Comments

comments