Aksi Tolak Kenaikan BBM Di Bandung, Tertib

54

Salah satu orator, Asep Berlian usai melukis diatas kanvas sebagai bentuk penolakannya terhadap kenaikan BBM, di sekitar Gedung Sate, Rabu (30/3)

 

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Gelombang demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berlangsung. Di Bandung, berbagai organisasi massa tampak berdemo di depan Gedung Sate, Rabu (30/3). Bendera Himpunan Mahasiswa Islam, Persatuan Islam (Persis), dan Gema Keadilan Jabar terlihat berkibar. Aksi berlangsung tertib, meski sempat terjadi saling dorong antara massa dan polisi.

“Kita meminta DPR menemui kami, untuk menyampaikan aspirasi kami,” kata koordinator aksi dari HMI, Rahmatullah. Ia pun menambakan akan menunggu keputusan pemerintah yang sedang rapat paripurna dan baru akan mengambil sikap. Massa datang dari berbagai universitas di Bandung, seperti dari Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Islam Negeri, Universitas Pendidikan Indoensia, Sekolah Tinggi Agama Islam IPI, dan STKIP Persis.

Ketua Hima Persis Jabar, Iqbal Sabaruddin mengatakan kebijakan menaikkan BBM dinilai telah mengkhianati rakyat. Banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah menyikapi naiknya harga minyak mentah dunia, selain menaikkan harga BBM. Namun Iqbal menekankan, bahwa mereka tidak melakukan tindakan anarkis. “kita gak bakal melakukan itu,” katanya.

Berbagai cara dilakukan oleh demonstran dalam aksi ini. Salah satunya, seorang pria dengan memakai baju serba hitam dan bergaya ala Superman. Ia berkeliling di sekitar Gedung Sate sambil meneriakan “tolak kenaikkan bbm”. Ia adalah Asep Berlian, pria lulusan ITB tersebut menyatakan alasannya memakai baju serba hitam.

“Saya sedih, luka, teman-teman berdemo, saya menyuarakan lewat seni, lukisan,” ujarnya  sambil membersihkan kuas lukis. Menurutnya, kenaikan BBM ini akan menyengsarakan. “Jangankan rakyat kecil, saya yang lulusan ITB juga masih sengsara” candanya.

Tak hanya Asep, enam mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung juga turut serta dalam aksi ini. Mereka melakukan aksi teatriakal dengan saling bergandengan tangan, merokok dihadapan polisi yang sedang berjaga.

Keenam mahasiswa tersebut, bergerak perlahan sampai berhadapan langsung dengan para polisi. “Semua mahasiswa sekarang sedang demo, kita ingin menggambarkan yang di gedung (DPR-red) sana lagi santai. Menemui mahasiwa saja tidak,” kata arifin, salah satu mahasiswa STSI.

BBM naik, SBY turun

“Sebelum BBM naik, semua kebutuhan sudah naik,” kata salah satu orator gema keadilan jabar dari atas mobil. Ia pun meminta kepada para pendemo untuk tetap turun ke jalan sampai pemerintah mendengarkan rakyat.

Karena tidak juga ditemui perwakilan anggota DPR, massa gema keadilan perlahan mengajak massa yang lain untuk menutup jalan pasopati. Sambil meneriakkan “BBM naik, SBY turun”. [Farid Maulana&Yuni Misdiantika]

Comments

comments