UPI Susun Tim Verifikasi Kasus Plagiarisme

121

Ilustrasi

Bumi Siliwangi, isolapos.com-

Menindaklanjuti dugaan tiga dosen yang terkena kasus plagiarisme, Univeritas Pendidikan Indonesia (UPI) menyusun tim verifikasi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. UPI mengutus 9 sampai 10 orang yang terdiri dari guru besar, dekan Fakultas serta peer group atau kerabat yang bersangkutan.

Hal tersebut diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Sumberdaya  dan Usaha UPI, Idrus Afandi saat konferensi pers bersama para wartawan, Kamis (1/3) di gedung University Centre UPI. Selain itu, Idrus mengatakan, menindak lanjuti kasus tersebut UPI sudah mengundang tiga orang calon guru besar yang diduga plagiat tersebut.

Sebelumnya pihak universitas juga telah melakukan uji verifikasi terhadap tiga calon guru besar UPI yang diduga menjiplak karya orang lain. Jika setelah diuji memang benar, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaranya. Sanksi  tersebut bisa berupa hukuman saja, penurunan pangkat, bahkan bisa juga dipecat sebagai dosen UPI. “Dihukum sesuai dengan tingkat kesalahnya masing-masing,” ujar Idrus.

Setelah uji verifikasi, kata Idrus, tidak hanya ketiga orang tersebut yang terkena sanksi berat, namun juga yang mengujinya. “Karena sudah meloloskan, jadi penguji otomatis juga terkena sanksi tegas,” ucap Idrus.

Idrus juga menambahkan, ini merupakan kali pertama kasus yang menimpa UPI. “Sebelumnya tidak ada kasus plagiat seperti ini,” ujar Idrus.

Sampai saat ini, isolapos.com belum mengantongi nama, siapa saja yang melakukan plagiat tersebut. Tapi, muncul titik terang bahwa yang tersandung kasus plagiat, salah satunya merupakan pejabat struktural di UPI. “Iya pejabat struktural,” ujar ujar staf Humas UPI, Wakhudin ketika ditanya seusai konferensi. [Rifqi Nurul Aslami]

Comments

comments