Mahasiswa Beri ‘Vitamin’ Pemerintah Jabar

58

Agus Welianto dari Komisi E Pendidikan DPRD Bandung (kiri) saat meneriman bingkisan 'multivitamin' dari President BEM Rema UPI Hamdan Ardiansyah (kanan) di depan kantor DPRD Bandung, Rabu (2/5)

Gedung Sate, isolapos.com,-

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM Rema) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) akan memberikan ‘multivitamin’ kepada Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya. Sebelumnya, mereka telah menggelar aksi dari UPI dan diakhiri di Gedung Sate, Rabu (2/5).

“Kami membawa sebuah bingkisan yang berisi ‘multivitamin’, supaya pemerintah lebih gesit dalam membenahi pendidikan,” ujar Hamdan Ardiansyah, Presiden BEM Rema UPI. Ia menambahkan, pemerintah berkewajiban memajukan bangsa lewat pendidikan dan harus meratanya pendidikan kepada semua lapisan. “Sehingga pendidikan itu jangan dikomersialisasikan dan kualitas pendidikan yang baik harus diberikan kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali,” tegas Hamdan.

Perwakilan BEM Rema UPI, Hamdan Ardiansyah dan Alfian Rizanurrasa koordinator lapangan aksi akhirnya diterima oleh Agus Welianto, anggota Komisi E Pendidikan DPRD Bandung. Menurutnya, ia sangat mengapresiasi aksi tersebut dan akan mencoba menjadikan tuntutan mahasiswa sebagai landasan agar lebih baik lagi dalam menjalankan sistem pendidikan. “Namun tentunya pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi semua kalangan,” ujar Agus mengakhiri.

Dalam tuntutannya, BEM Rema UPI meminta pemerintah melakukan empat hal, yaitu: aksesibilitas pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia harus diwujudkan, hapus komersialisasi pendidikan, wujudkan pemerataan pendidikan Indonesia di seluruh wilayah Indonesia, realisasi anggaran 20% pendidikan tanpa gaji dan pelatihan guru, serta revisi kebijakan UN dan RUU PT dalam sistem pendidikan Indonesia.

Alfian mengatakan, bahwa pemerintah harus bisa memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia.  “Anggaran pendidikan nasional sebesar 20% tidak full untuk memperbaiki pendidikan, akan tetapi masih termasuk gaji guru. Bagaimana pendidikan Indonesia mau maju,” teriak Alfian dalam orasinya. “Banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat terutama rakyat kecil. Seperti UN, RSBI dan ujian masuk ke Perguruan Tinggi,” tambah Alfian. [Nisa Rizkiah]

Comments

comments