Respon UPI Terkait Pembelajaran Semester Genap Tahun 2021

1.146

Oleh: Dikdik Drajat

Bumi Siliwangi, Isolapos.com—Jumat bulan lalu(20/11), Kemendikbud melakukan konferensi pers mengenai pembelajaran semester genap tahun 2021 melalui channel YouTube Kemendikbud RI. Dalam tayangan tersebut, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberitahukan tentang keputusan Kemendikbud yang mengizinkan penyelenggaran pembelajaran tatap muka untuk semester genap tahun 2021. Keputusan yang disampaikan juga merupakan keputusan bersama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Keputusan itu nantinya akan berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Nadiem beralasan bahwa keputusan untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka itu didasari dari berbagai pertimbangan dan penelitian terkait pembelajaran jarak jauh selama beberapa bulan terakhir. Banyak keluhan dari berbagai pihak mengenai penyelenggaraan pembelajaran daring yang telah dilaksanakan selama ini. Keluhan ini datang dari segi fasilitas pembelajaran siswa yang kurang memadai, kondisi psikososial siswa yang semakin tertekan,  dll. ”Kita harus menyadari bahwa dampak negatif yang terjadi pada anak merupakan sesuatu yang nyata, dan kalau terus-menerus dilaksanakan bisa menjadi suatu resiko yang permanen” jelasnya dalam konferensi pers.

Meskipun Kemendikbud telah mengizinkan penyelenggaraan tatap muka, akan tetapi dalam penyelenggaraanya tergantung dari kesiapan Pemerintah Daerah dan pihak Sekolah. Apabila Pemerintah Daerah dan Sekolah masih belum siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, maka pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara daring. Selain pihak Pemerintah Daerah dan Sekolah, orang tua siswa juga memiliki hak untuk tidak mengizinkan anaknya pergi ke sekolah jika dirasa situasinya masih belum memungkinkan.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, Isolapos melakukan wawancara kepada Asep Supriatna Selaku Direktur Direktorat Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Beliau menanggapi bahwa kita dapat memahami terkait pentingnya pembelajaran tatap muka, namun demikian aspek kesehatan dan keselaman juga merupakan hal utama yang harus menjadi pertimbangan. Karena menurutnya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari ruang kelas, sampai perjalanan siswa dari berangkat dan pulang sekolah. “Wajar jika izin/pertimbangan dilakukannya pembelajaran tatap muka harus berdasarkan pertimbangan Pemerintah Daerah yang tahu persis kondisi dan perkembangan pandemi Covid-19 yang terjadi di daerahnya” jelasnya saat diwawancara online hari Rabu(16/12).

Beliau juga menyampaikan bahwa UPI telah melakukan berbagai persiapan untuk merespon kebijakan tersebut. Seperti mempersiapkan infrastruktur yang berpedoman pada protokol kesehatan, pedoman implementasi perkuliahan, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, serta mengikuti perkembangan pandemi Covid-19. “Pembelajaran daring ataupun pembelajaran blended kita siap. Kita siapkan dan koordinasikan, sejalan dengan perkembangan pandemi Covid-19 dan kita tunggu bagaimana kebijakan Pemerintah Daerah” pungkasnya.

Hingga saat ini, masih belum ada kejelasan apakah kampus UPI sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Daripada itu, beberapa fakultas di kampus UPI sempat melakukan lockdown dikarenakan beberapa staff terindikasi positif Covid-19. Semoga saja keputusan apapun yang nantinya diambil dapat berdampak positif bagi semua pihak, baik itu mahasiswa, orang tua, ataupun tenaga pendidik.[]

 

Redaktur: Aulia Rachma Febriani

Comments

comments